
Selamat Membaca ~
Seperti pada kehamilan muda umumnya, Nia mengalami morning sickness. Hanya saja, yang Nia alami terasa sangat berat baginya. Ia bahkan sempat tidak bisa bangun dari tempat tidur karena terlalu lemas.
Dokter Silva pun selalu siaga ketika diminta Rendra untuk mengawasi keadaan Nia di mansion. Seorang perawat juga ditugasjan standby merawat Nia karena Ia menolak untuk dirawat di rumah sakit.
Di awal kehamilan ini, Nia menjadi sedikit lebih kurus karena Ia selalu mengalami muntah. Obat - obatan yang diberikan hanya mampu mengurangi rasa mualnya sesaat. Multivitamin juga telah diberikan untuk menjamin asupan nutrisinya selama masa kehamilan ini.
Rendra bahkan sering mengerjakan pekerjaan kantor dari mansion. Andreas dipercaya untuk membantu mengawasi berjalannya perusahaan ketika Rendra tidak berada di tempat.
Pagi ini, seperti biasa Nia sudah terhuyung ke kamar mandi. Ia memuntahkan semua isi perutnya.
Rendra menepuk pelan punggung Nia. Ia merasa bersalah dan sangat sedih dengan kondisi Nia. Nia terlihat lebih kurus, dan sering lemas. Walau begitu Ia bersyukur Nia tetap mematuhi anjuran dokter untuk rajin minum multivitamin dan juga obat - obatan lainnya.
" Sayang, maafkan aku. " ucap Rendra sambil masih menepuk pelan punggung Nia.
Nia masih memuntahkan isi perutnya. Ia menyeka ujung mulutnya dengan punggung tangannya.
" Kenapa sayang meminta maaf? Ada kesalahan yang sudah Kau lakukan? " tanya Nia.
Rendra menggenggam tangan Nia erat dengan kedua tangannya.
" Aku tidak tahu bahwa kehamilan bisa membuatmu tersiksa seperti ini. Lihatlah, pergelangan tanganmu semakin kecil. Garis tulangmu makin terlihat. " ucap Rendra menatap sedih pergelangan tangan Nia.
Nia menarik salah satu tangannya dan mengusap lembut wajah Rendra.
" Jangan meminta maaf seolah ini adalah suatu kesalahan. Ini adalah takdirku sebagai seorang wanita. Banyak wanita yang ingin merasakan bisa mengandung juga bahkan mual muntah akibat kehamilan seperti yang aku alami. " ucap Nia menghibur Rendra.
" Lihat aku, aku yakin Kau akan menjadi ayah terbaik yang pernah ada. Jangan pernah merasa bersalah. Aku yakin aku dan Kau bisa melalui semua ini bersama. " ucap Nia.
Rendra tersenyum mendengar ucapan istrinya itu. Kemudian Ia menganggukkan kepalanya.
" Terima kasih sayang, " ucap Rendra.
Nia membalas dengan anggukan, kemudian mereka saling memeluk erat. Merasa sangat bersyukur bahwa mereka saling memiliki satu sama lain.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Sementara itu, di tempat persembunyian Jason ~
" Jadi, Karunia sedang mengandung anak Narendra Hartawan? " tanya Jason pada seorang mata - mata.
" Betul Tuan, kabar itu baru saya terima dari pihak rumah sakit. " jawab mata - mata itu.
" Tomny! " panggil Jason setengah berteriak.
Tommy segera menghampiri Jason yang sedang bertemu dengan mata - mata di ruang tengah.
" Anda memanggil saya, Tuan? " tanya Tommy.
" Dari mana saja kau? " tanya Jason dengan intonasi tinggi.
" Saya sedang menyiapkan permitaan Anda kemarin, Tuan. " jawab Tommy.
" Bukan itu! " sahut Jason kasar.
" Kenapa kau tidak memberitahuku kalau Karunia dan Narendra akan segera memiliki anak? " tanyanya.
Tommy terdiam. Sebetulnya Ia tau tentang kabar kehamilan Karunia. Bagaimanapun, Ia juga memantau langsung gerak - gerik Rendra dan Nia. Tapi Ia sengaja tidak mau memberitahu Jason karena Ia masih ingin mencegah Jason melakukan aksi balas dendamnya.
" Benarkah itu, Tuan? Saya baru tahu akan hal ini. " jawab Tommy.
" Makanya aku tanya, ke mana saja Kau ini! " seru Jason dengan nada masih tinggi.
" Maaf Tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi. " jawab Tommy.
Tommy tidak mau memperpanjang urusan dengan Jason. Ia cukup meminta maaf saja, daripada akan semakin panjang urusannya nanti.
" Tapi, ini menarik. Kehamilan Karunia justru akan menjadi kunci keberhasilan langkah balas dendamku. Narendra sedang dalam posisi rawan untuk dihancurkan. Akan menjadi sangat mudah untuk bisa menghancurkan Narendra. " gumam Jason.
Tommy terperangah mendengar ucapan. Apalagi yang Ia rencanakan dengan kehamilan Karunia? Aku harus segera memberi tahu Narendra!
Ia segera pamit undur diri dari pertemuan Jason dengan mata - mata itu. Ia ingin segera mengabari Rendra.
Ia langsung masuk ke sebuah ruangan kecil yang sepertinya sangat aman untuk memberi tahu Rendra.
Setelah dirasa aman, Ia mengambil ponsel dari saku calananya dan segera mencari kontak Rendra.
" Oh, jadi di sini rupanya kau penghianat! Jadi kau yang suka membocorkan rahasiaku pada Narendra?! " ucap Jason yang tiba - tiba sudah berada di belakang Tommy.
Tommy sangat terkejut mendapati Jason sudah berada di belakangnya. Saking terkejutnya, Ia hanya pasrah ketika Jason merebut ponselnya.
Ia hanya bisa pasrah, kini nyawanya yang sedang berada dalam bahaya. Bisa saja Jason membunuhnya saat ini juga karena menangkap basah Ia sedang berusaha menghubungi Rendra.