
POV Hera, Januari 2021
Aku adalah seorang wanita berusia cukup matang, usiaku 29 tahun saat menerima surat tugas sebagai salah satu abdi negara sipil di bidang kesehatan.
Ya, aku adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai salah satu tenaga kesehatan dan mendapat surat tugas di salah satu pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang terdapat di daerah yang bisa dibilang, cukup terpencil. Walau tidak seterpencil daerah - daerah pedalaman yang harus menempuh jarak berjam - jam dari peradaban.
Di sini, aku merasa seperti mendapat kesialan karena aku harus ditempatkan di tempat terpencil. Padahal awalnya, aku bekerja di sebuah kota besar dan sangat maju.
Walau dulunya aku bekerja sebagai tenaga tidak tetap, aku cukup dihargai karena ketegasan dan kepiawaianku dalam bekerja. Karema pengalaman kerjaku itulah yang membuatku selalu yakin bahwa aku bisa beradaptasi denhan cepat di sini.
Meski begitu, selalu ada rasa denial dalam benakku. Aku tidak ingin ada di sini, aku benar - benar tidak sanggup berada di sini. Tapi, sisi petualang dan penyuka tantangan lain yang ada pada diriku justru bersorak dan siap menghadapi berbagai macam tantangan yang akan kuhadapi ke depannya.
Perbedaan kultur dan budaya memberiku shock yang cukup mendalam. Hingga aku mendapat banyak tekanan batin dan pikiran.
Jika ditanya, apakah aku sudah memiliki pasangan? Jawabannya belum. Aku memiliki trauma yang sangat mendalam akan hubungan dengan lawan jenis beberapa tahun lalu. Walau setelahnya, aku pernah berhubungan lagi dengan laki - laki lain tapi rasanya berbeda. Aku menjalin hubungan hanya untuk mengisi waktu luangku saja. Tidak lebih.
Di tempat ini, di desa yang cukup terpencil ini, kehidupan pekerjaan dan sosial yang sebenarnya benar - benar aku rasakan.
Dan di tempat inilah, aku kembali merasakan jatuh cinta. Sebuah cinta yang sangat mendalam hingga aku rela memberikan segalanya. Termasuk hartaku yang paling berharga.
...****************...
Oh, aku lupa.
Perkenalkan, namaku adalah Queen Maheera. Aku terbiasa dipanggil dengan sebutan Queen oleh keluargaku. Tapi karena saat ini aku berada di desa yang cukup terpencil, orang - orang kesulitan menyebutkan namaku. Mereka lebih suka memanggilku dengan nama Hera.
" Hera, pimpinan memanggilmu. " ucap Mbak Ratna dari pintu ruang kerjaku.
" Iya Mbak, terima kasih. " sahutku.
Mbak Ratna adalah pendahuluku di sini, Ia adalah seorang asisten bagi profesi kesehatanku. Tapi, beberapa hal membuaynya harus melepas pekerjaan sebagai asisten profesiku. Ia harus bekerja di balik layar dan berfokus terhadal kegiatan surat menyurat.
Beruntung ada Santi, Ia hanyalah tenaga suka relawan di sini. Ia bertugas untuk membantuku dalam memberikan pelayanan bagi pasien - pasien yang ada di sini.
Mungkin kalian penasaran, apa itu tenaga suka relawan? Tenaga suka relawan itu adalah tenaga yang diperbantukan dalam suatu unit kerja. Mereka tidak memiliki status tetap dalam bekerja di sini. Tapi, tidak sedikit dari mereka yang bekerja benar - benar totalitas dalam bidangnya masing - masing.
" Mbak, tinggal aja nggak masalah. Pasiennya cuma sedikit kok. " ucap Santi seraya menyiapkan beberapa obat.
" Bener nih? Yaudah, aku tinggal dulu yah. " tanyaku.
Walau memang pasien terlihay sedikit, tetap saja aku segan meninggalkan Santi sendirian memberikan pelayanan di sini. Berulang kali aku memastikan Ia tidak keberatan jika aku tinggal ke ruangan pimpinan. Namun Ia tetap menunduk, asik dengan pekerjaannya sendiri.
Tidak ada jawaban dari Santi, sepertinya Ia terlalu terlarut dalam pekerjaannya.
Akhirnya aku memutuskan akan pergi ke ruangan pimpinan saja. Kebetulan memang ini hari pertamaku masuk kerja, aku belum sempat melapor kepada pimpinan. Jadi, memang seharusnya aku melapor kepada pimpinan dulu.
...****************...
Halo readers Me and My cold Hearted Boss - ku tersayang, aku mau kaish bocoran nih.
Rencananya, setelah novel pertamaku selesai, aku akan segera menulis novel baru dengan judul yang masih aku rahasiakan.
Mengusung topik keseharian yang normal - normal saja. Dengan harapan, lebih mudah bagi teman - teman untuk menyelami setiap jalan cerita.
Oh iya, bocoran lagi nih. Novel keduaku ini, bersumber dari kisah nyata loh! Jadi bener - bener akan lebih sesuai dengan kehidupan kita sehari - hari.
Mohon dukungannya selalu yah ❤