
Selamat Membaca ~
Jason mengusap kedua sisi pipi Kevin dengan lembut sebelum menamparnya bergantian.
" Bodoh! " bentak Jason dengan mata mendelik.
" Aku perintahkan kau untuk membawa Tsurayya! Bukan Sarah Valencya Hanggono! " teriak Jason tepat di depan wajah Kevin.
Kevin memejamkan matanya kuat - kuat. Ia benar - benar takut dengan amarah Jason. Salah berkata sedikit, bisa - bisa Ia sudah berpindah alam.
" Tapi, Tuan. Dia menyebutkan bahwa namanya adalah Tsurayya saat aku mendekatinya di toko buku. " Kevin berusaha membela diri.
" Dalam hal ini, saya juga berada di pihak yang dirugikan. Saya ditipu. " lanjut Kevin.
" Apa?! Dirugikan?! Seharusnya yang mengatakan itu adalah aku! Bukan Kau! " bentak Jason.
Kevin terdiam. Kepalanya menunduk, kemudian Ia memungut foto - foto yang berserakan di lantai.
Ia melihat foto dengan wajah Sarah. Terdapat tulisan ' Sarah Valencya Hanggono' pada bagian belakang foto. Memang benar, dia salah membawa target.
" Maafan saya, Tuan. Maafkan saya. " ucap Kevin mengiba.
" Kau sudah membuat semua rencanaku kadi kacau! " amuk Jason.
" Sudah cukup kita berurusan dengan Hartawan Grup. Sekarang Kau buat aku harus berurusan dengan Hanggono Properties! " Jason masih terus berucap dengan nada tinggi.
Kevin hanya bisa diam. Ia tahu betul bagaiman berpengaruhnya Rudi Hanggono dalam dunia bisnis, terutama bisnis properti. Walau Ia hanya bersaing dalam dunia bisnis properti, bukan berarti Rudi Hanggono tidak bisa mengendalikan hal lainnya. Ia sadar bahwa Ia telah membuat kesalahan yang amat besar.
" Mm... Mm.. Mmaafkan saya, Tuan. Saya hanya mempercayainya saat dia mengatakan bahwa dia bernama Tsurayya. " ucap Kevin dengan ekspresi meminta ampun.
" Lain kali, hati - hati kau! Perhatikan perintah yang diberikan untukmu! " seru Tommy kemudian memberi bogeman mentah di wakah Kevin.
Kevin jatuh tersungkur. Pukulan Tommy tadi membuatnya jatuh dan tidak dapat melawan.
Rasakan! Ini balasanmu karena berani bersikap kasar di depanku. Batin Tommy.
Ya, Tommy yang sedari tadi menahan agar tidak memukul Kevin akhirnya dapat menyalurkan keinginannya.
" Maaf, Tuan. Maafkan saya. " Kevin mengiba Ia bersimpuh di kaki Jason.
Jason mendorong tubuh Kevin hingga Ia tersungkur lagi. Jason berjongkok di hadapan Kevin yang sedang berusaha duduk.
" Sekarang kau cari wanita - wanita itu! Kau cari sampai dapat! Jika kau tidak mendapatkan mereka sebelum malam ini, jangan harap kau bisa melihat matahari terbit esok hari! " ancam Jason.
" Bb... Baik, Tuan. " sahut Kevin ketakutan.
" Cepat cari! Bawa orang - orang kita sebanyak yang kau mau! " perintah Jason.
Kevin segera bangkit dan berlari keluar ruangan Jason. Ia harus bisa menemukan Nia dan Sarah, atau nyawanya akan melayang malam ini.
" Hei kau! Gadis bisu! " hardik Jason.
Rania mengangkat kepalanya, menatap Jason. Kedua matanya masih basah sebab menangis, Ia masih sedikit sesenggukan.
" Aku tau kau pasti ada hubungannya dengan semua ini. " ucap Jason dengan suara pelan namun dengan tatapan tajam.
" Aku tau, kau pasti membantu mereka untuk melarikan diri. " lanjutnya.
Rania bergetar mendengar ucapan Jason. Pelan, dengan lembut, namun sangat kentara ada kemarahan di situ.
" Kau masih ingat kakekmu di desa? Aku akan segera mengirim orang ke sana untuk menghabisinya. " ucap Jason lagi dengan suara berat.
Tommy bersiaga. Di sisi lain, Ia harus mematuhi Jason. Tapi di sisi lain, Ia sangat tahu bahwa Rania masih sangat muda. Usianya masih belia, 18 tahun. Ia hanya terjebak di sini akibat ulah ayah tirinya. Ia juga berjanji akan membawa pulang Rania ke desa dengan selamat.
Tommy menggeser tubuhnya, Ia berjaga - jaga jika Jason melakukan hal yang tidak baik pada Rania.
Rania diam, air matanya terus mengalir. Membayangkan keadaan kakeknya di desa. Kakeknya adalah satu - satunya keluarga yang Ia miliki. Hanya kakeknyalah yang menjadi alasan Ia mau ikut bekerja di dalam kapal ini.
" Kau bisa menebusnya dengan tubuhmu. " bisik Jason di telinga Rania.
Berbisik, namun terdengar sangat jelas.
Seketika bulu kuduk Rania berdiri. Membayangkannya saja membuatnya merasa jijik. Tapi Ia juga takut Ia dan kakeknya akan menghadapi masalah besar setelah ini.
Hanya Tommy yang bisa Ia harapkan saat ini. Ia melirik, memohon pertolongan pada Tommt yang entah sedang memikirkan apa. Ekspresi pada wajah Tommy tidak dapat diartikan.
Jason sudah mulai mendekatkan wajahnya kepada wajah Rania. Ia mencium pipi Rania.
Rania spontan menjauhkan wajahnya. Ia mundur beberapa sentimeter dari tempatnya tadi duduk. Ia sangat ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi padanya.
Jason mendekat lagi ke arah Rania. Semakin terdengar suara tangisan Rania.
" Tidak usah malu - malu, kemarilah. Aku akan membawamu ke surga dunia. " ucap Jason.
Saat Jason semakin mengikis jaraknya pada Rania, Tommy dengan sigap maju dan menahan tubuh Jason.
" Tuan, saya akan mencarikan wanita lain untuk Anda. Seberapapun anda meminta. " ucap Tommy seraya tangannya menahan pundak Jason.
" Kenapa? Apa kau mau menikmati gadis bisu ini? " tanya Jason.
Tommy terdiam, sedangkan Rania masih menangis.
" Ya, saya ingin menikmati gadis ini. " jawab Tommy di luar perkiraan.
Jason dan Rania sama - sama terkejut mendengar jawaban Tommy.
" Wah, akhirnya kau mau melepaskan keperjakaanmu? " goda Jason.
Tommy diam, tidak menjawab.
" Baiklah, karena kau mau melepaskan keperjakaanmu, kau harus melakukannya dengan seorang gadis yang masih perawan. " ucap Jason kemudian berdiri dan berjalan menuju kursinya.
" Gadis itu untukmu. " imbuhnya.
Tommy mengangguk, " Terima kasih, Tuan. "
" Bawa dia pergi sekarang. Bermainlah sesukamu. Anggap itu hadiah dariku. " ucap Jason.
" Baik, Tuan. " sahut Tommy.
Ia kemudian menggandeng tangan Rania yang menegang. Seperti hendak menolak, namun cengkeraman tangan Tommy jauh lebih kuat. Tommy pun menari Rania keluar dari ruangan Jason. Ia membawa Rania kembali ke kamar Rania.
Setelah sampai di kamar Rania, Tommy melempar tubuh Rania di atas tempat tidur dan mengunci pintunya dari dalam.
Rania segera menutup tubuhnya dengan bantal dan selimut. Perlindungan yang Ia miliki saat ini.
" Tenang, aku tidak akan berbuat apapun terhadapmu. Aku hanya harus menyelematkanmu dari Tuan Jason. " bisik Tommy.
Rania tertegun mendengar ucapan Tommy. Ternyata Tommy memang orang yang sangat baik.
" Sekarang katakan padaku, ke mana kau membawa Karunia dan temannya? " tanya Tommy dengan wajah serius.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍