
Selamat Membaca ~
Sarah terkejut lagi, Tommy? Apakah ini Tommy yang sama dengan Tommy asisten Jason Alexander? Apakah ini berarti semua ini ada kaitannya dengan dia juga? Benar - benar manusia tidak ada kapoknya!
Rania : Kenapa kau terkejut? Apa kau kenal dengan Tuan Tommy?
Rania : Tuan Tommy adalah orang yang sangat baik.
Sarah terdiam sejenak.
Sarah : Bukannya kenal, tapi kami memiliki kaitan kejadian di masa lampau. Sebuah kejadian yang sangat membekas dalam hidup kami.
Rania : Tuan Tommy selalu memintaku untuk mengawasi makanan dan keadaan kalian. Seperti saat ini, Ia membiarkanku berlama - lama di sini untuk menemani kalian.
Sarah : Jika memang dia adalah orang baik, seharusnya Ia tidak mengunciku dan temanku di sini.
Rania merasa trenyuh sekali lagi. Apakah kali ini aku harus berhasil menyelamatkan dua orang gadis ini?
Rania : aku akan mencoba membantu kalian untuk bisa lari dari sini.
Seketika mata Sarah berbinar.
" Apa yang dia katakan? " tanya Nia.
" Dia bilang akan mencoba membantu kita untuk melarikan diri. " jawab Sarah senang.
" Benarkah? Syukurlah. " timpal Nia, ikut senang.
Sarah : Terima kasih. Terima kasih sudah mau membantu kami.
Rania menjawab dengan anggukan.
Kemudian mereka menyusun siasat bersama agar bisa berhasil melarikan diri saat kapal berlabuh besok.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Sementara itu, di ruangan khusus Jason ~
" Apa kau biarkan anak bisu itu bertemu dengan wanita - wanita itu? " tanya Jason sembari memotong ujung cerutu.
" Saya hanya memintanya untum mengantarkan makanan saja, Tuan. " jawab Tommy.
" Apakah memang waktunya selama itu? " kemudian Jason menyalakan api dan membakar ujung cerutu, menghisapnya dalam - dalam.
Jason terdiam. Dari mana dia tau kalau aku suka mengirim Rania ke sana dan membiarkannya berlama - lama di sana? Pasti ada yang mengawasi aku lagi dengan diam - diam. Aku harus lebih waspada. Batin Tommy.
" Kenapa kau tidak menjawab? " tanya Jason dengan nada meninggi.
" Maaf Tuan, saya meminta gadis kecil itu untuk membersihkan ruang kita menawan Karunia dan temannya. " jawab Tommy seadanya.
" Baiklah kalau memang itu alasanmu, jangan sampai aku menangkap hal lainnya lagi. Kau jelas tau, keselamatan kakek gadis itu pun ada padaku. " ancam Jason.
" Baik, Tuan. Mana saya berani berkhianat pada Anda. " sahut Tommy.
Jason tidak menyahut. Ia lebih memilih untuk memunggungi Tommy dan tetap asik dengan cerutunya.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Di bangunan utama kantor tempat Ayah Sarah bekerja ~
" Selamat siang, Tuan. " ucap seorang wanita setelah sebelumnya mengetuk pintu dengan pelan.
" Ya, ada apa? " sahut ayah Sarah yang sedang fokus dengan ponselnya.
" Anda kedatangan tamu, Tuan King Narendra Hartawan dan asisten pribadinya ingin menemui Anda. " jawab wanita itu, nampaknya wanita itu adalah sekretaris dari ayah Sarah.
Ayah Sarah terkejut mendengar sang penguasa bisnis itu datang beserta dengan asisten pribadinya. Dua lelaki yang terkenal dingin dan kejam di dunia bisnis itu hendak menemuinya? Ada apa sebenarnya?
" Persilakan mereka masuk. " perintah ayah Sarah.
Tidak lama, dua orang laki - laki tampan dengan postur tubuh tinggi, tegap, dan gagah masuk ke dalam ruanga ayah Sarah.
" Selamat siang, Tuan Rudi Hanggono. " sapa Rendra dari pintu.
" Selamat siang, mari - mari silakan masuk. " Rudi mempersilakan dua tamunya itu untuk masuk dan memberi kode mempersilakan mereka duduk di sofa yang ada di dalam ruangan.
" Maaf karena mengganggu waktu Anda. " ucap Rendra.
" Ah, tidak masalah. Saya sedang tidak melakukan apapun. " ucap Rudi.
" Ada apa gerangan Tuan Narendra dan sang asisten hendak menemui saya? " tanya Rudi to the point.
" Baiklah, kalau begitu kita langsung ke intinya saja. " ucap Rendra.
Ia menganggukkan kepala ke arah Andreas kemudian Andreas membuka tas berwarna hitam yang Ia bawa dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Ia kemudian menyerahkan lembaran itu kepada Rudi yang terlihat kebingungan.
" Ada apa ini? " tanya Rudi setelah menerima beberapa lembar foto dari Andreas.
" Yang sedang Anda pegang adalah beberapa foto yang menjadi bukti bahwa putri Anda telah diculik. " jawab Andreas.
" Apa?! Diculik?! " tanya Rudi tidak percaya.
Ia kemudian mengambil kacamata yang ada di mejanya dan kembali memperhatikan foto itu. Nampak mobil Sarah yang sedang dikemudikan orang lain. Seorang laki - lami yang seperti seorang blesteran.
Ia melihat keterangan tanggal dan waktu yang tertera pada foto. Tubuhnya mendadak lemas, beruntung Andreas sigap dan membantu Rudi untum duduk kembali di sofa.
" Ini adalah hari terakhir aku bisa menghubungi anakku. Sejak itu Ia tidak pernah mengabariku dan tidak bisa aku hubungi. " ucap Rudi dengan tatapan nanar.
" Aku kira dia marah kepadaku karena aku kurang setuju tentang hubungannya dengan seorang pria. Ternyata dia sedang diculik. " lanjutnya, matanya masih berkaca - kaca.
Rendra melirik ke arah Andreas. Tatapan Andreas begitu dalam dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diartikan.
" Mengenai itu.... " ucap Rendra.
" Saya adalah kekasih Sarah, putri Anda. " ucap Andreas memotong ucapan Rendra.
Belum selesai terkejut mendapati bahwa putrinya sedang diculik, Ia dibuat terkejut lagi bahwa kekasih putrinya sedang ada di hadapannya langsung.
" Kau? Kau adalah kekasih anakku? " tanya Rudi.
Andreas menatap lurus ke arah Rudi dan menjawab dengan mantap, " Betul, Tuan. Saya Andreas Hakim, kekasih dari sarah Valencya. "
" Bagaimana bisa kau datang kemari? Beraninya kau bertemu denganku? " ucap Rudi seperti emosi.
" Maaf Tuan, menurut saya saat ini kita harus berfokus pada keselamatan putri Anda. Masalah lain, bisa kita urus belakangan. " ucap Rendra.
" Benar juga. " sahut Rudi.
" Saya menawarkan kepada Anda bantuan untuk menyelamatkan putri Anda. " ucap Rendra.
" Kenapa Anda sangat baik ingin menyelamatkan putri saya? Apa karena dia berteman baik dengan istri Anda? " tanya Rudi menelisik.
" Ya, benar. Ada alasan lainnya juga. Istri saya juga diculik bersama dengan putri Anda. " jawab Rendra.
Rudi dibuat terkejut lagi.
" Istri Anda juga diculik? " tsnya Rudi tidak percaya.
" Ya, benar. Sepertinya istri saya terkena umpan penculikan. Penculik itu menggunakan putri Anda sebagai umpan. " jawab Rendra.
" Baiklah kalau begitu, saya terima tawaran Anda. " sahut Rudi.
" Tapu saya punya syarat khusus untuk Anda. " ucap Rendra dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi dingin secara tiba - tiba.
" Hah? Syarat? Syarat apa? " tanya Rudi.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍