Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 42. Pertemuan Jason dengan Nia



Hari ini adalah hari yang cukup penting bagi Jason. Hari ini dia akan bertemu dengan Rendra.


Ada yang salah? Kenapa Jason justru bertemu dengan Rendra? Tentu saja ini adalah bagian dari rencana Jason.


Jason berencana menawarkan kerja sama dengan Hartawan Group. Rendra yang belum mencurigai apapun, pun akhirnya menyetujui pertemuan dengan Jason.


Jason menatap bayangannya pada cermin. Wajahnya yang begitu mirip dengan mendiang ayahnya selalu membuat Ia teringat saat - saat terakhir ayahnya. Membuat hasratnya untuk balas dendam semakin menggebu - gebu.


" Selamat pagi Tuan. " sapa Tommy.


" Apakah semuanya sudah siap? " tanya Jason.


" Sudah Tuan. " jawab Tommy.


" Bagus. Ayo kita berangkat. " ucap Jason.


Mereka pun akhirnya berangkat ke tempat di mana pertemuan dengan Rendra akan dilaksanakan, yaitu kantor utama Hartawan Group.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah perjalanan hampir satu jam, akhirnya Jason dan Tommy tiba di gedung kantor utama Hartawan Group. Mereka pun disambut dengan baik oleh staff yang bertugas di sana.


Jam sudah menunjukkan jam 11.30 siang, sebentar lagi waktu istirahat siang. Sebetulnya, janji temu Jason dan Rendra adalah pukul 13.00. Tetapi, Jason sengaja datang jauh lebih awal karena Ia berencana untuk melakukan sesuatu.


" Tuan, Bukankah ini terlalu awal untuk kita datang kemari. Janji temu masih satu jam lebih. " ucap Tommy.


" Tidak masalah. Justru datang lebih awal membuat kita lebih tenang bukan. " jawab Jason.


" Sebetulnya, apa yang anda rencanakan? " tajya Tomny.


Sepertinya Tomny sudah memiliki dugaan tersediri tentang apa rencana Jason kali ini. Namun Ia memutuskan untuk menjadi penonton saja kali ini.


" Aku mau bersenang - senang. " jawab Jason.


" Kau juga bersenang - senanglah. " lanjut Jason.


" Enjoy the moment. " ucap Jason sambil tersenyum licik.


" Ayo kita masuk. " ucap Jason.


Ia melangkah masuk ke lobby utama diikuti oleh Tommy.


Namun Ia kemudian memilih duduk di sofa yang ada di lobby utama. Bukan langsung menuju ruangan Rendra.


" Kenapa Anda kemari ? Bukankah seharusnya Anda menuju ruangan Tuan Narendra? tanya Tommy.


" Nanti kau akan tahu. " ucap Jason.


Setelah menunggu kira - kira 35 menit, Jason yang sedari tadi diam mengawasi keadaan sekitar tiba - tiba tersenyum sumringah.


Matanya menangkap seseorang yang akan melintas di depannya. Matanya mengunci ke seorang gadis yang sedang berjalan santai bersama seorang temannya sambil mengobrol.


Gadis itu adalah Nia.


Ia beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Nia dari belakang. Namun tetap menjaga jarak.


Tommy juga mengikutinya. Namun masih belum bisa menangkap apa yang akan Tuannya lakukan. Apa sebetulnya rencana Jason saat ini. Kenapa Ia justru mengikuti seorang gadis?


Nia dan Raya yang masih tetap asik berjalan sambil mengobrol bahkan tidak menyadari jika mereka sedang diikuti.


Nia dan Raya berencana makan siang di warteg yang berlokasi tidak jauh dari kantor mereka.


Sesekali, Jason mengambil foto Nia dan Raya secara diam - diam.


Apa sebetulnya rencananya? Kenapa dia mau berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh seperti ini. Kenapa dia mengambil foto dua gadis yang sedang berjalan bersama itu? Jangan - jangan? Salah satu dari mereka adalah Karunia. Kekasih Narendra Hartawan? Tommy tetap mengawasi gerak - gerik tuannya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah tiba di warteg tujuannya, Nia dan Raya segera memesan menu makan siang yang ingin mereka makan.


Nia memesan nasi, oreg tempe, tumis sayur, dan telur balado. Sedangkan Raya memesan menu makanan lainnya.


Ia juga menyempatkan mengambul foto Nia yang sedang menikmati makan siangnya bersama Raya.


Tommy menghabiskan makan siangnya dengan cepat dan tetap dalam mode waspada karena setaunya, Nia dijaga oleh bodyguard sejak kejadian perusakan kontrakannya dulu.


Ya, benar. Perusakan kamar sewa atau kontrakan Nia pun didalangi oleh Jason. Entah kenapa, rasa sakit hati dan rasa ingin balas dendam Jason justru melebar ke orang - orang di sekitar Narendra Hartawan.


Ketika Nia dan Raya telah menyelesaikan makan siangnya, dengan cepat Jason menghampiri dua gadis itu.


" Selamat siang. " sapa Jason dengan sopan.


Nia dan Raya saling pandang, seolah - olah mengisyaratkan apakah mereka mengenali orang yang baru saja menyapa mereka.


" Iya, selamat siang. " jawab Raya.


" Kalian terlihat seperti gadis baik - baik. Apakah kalian sedang istirahat dari jam kerja? " tanya Jason.


Raya dan Nia dengan ragu menganggukkan kepalanya bersamaan.


Jason mengulurkan tangannya. " Kenalkan, saya Alex. " ucapnya.


Raya enggan membalas uluran tangan Jason yang mengaku sebagai Alex. Sedangkan Nia yang memang selalu berpikir positif justru membalas uluran tangan Jason dan berjabat tangannya.


" Karunia. " ucap Nia.


Setelah berjabat tangan dengan Nia, Jason mengulurkan tangannya ke Raya. Akhirnya Raya pun membalas uluran tangan Jason dan menjabat tangannya.


" Ah ya, ini adalah temanku. James. " ucap Jason mengenalkan Tommy yang berdiri di belakangnya.


" Maaf, dia pemalu. " ucap Jason.


Nia dan Raya menganggukkan kepalanya.


" Maaf, sebetulnya ada apa Tuan mengajak kami bicara? " tanya Nia.


" Maafkan aku, jika aku membuat kalian tidak nyaman. " ucap Jason.


" Oh, tidak sama sekali. " jawab Nia.


Raya masih tetap berdiri mengawasi Jason dan Tommy bergantian.


" Melihat kalian, aku teringat dua adik perempuanku. " ucap Jason.


Ia memasang wajah sedih seolah sedang mengingat sesuatu yang sangat menyedihkan.


Tommy berusaha tenang melihat gerak - gerik tuannya.


" Kalian terlihat seperti kedua mendiang adik perempuanku. " lanjut Jason dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat sedih.


Mendengar kata 'mendiang', Raya dan Nia sontak menjadi iba. Bahkan Raya sudah tidak bersikap waspada seperti sebelumnya.


" Bagaimana kalau kita duduk lagi? Anda bisa bercerita tentang hal itu. " ucap Nia.


Akhirnya mereka berempat duduk dan mendengarkan perkataan Jason yang membuat cerita bohong tentang dua mendiang adik perempuannya. Mengingat, Jason adalah anak tunggal dari keluarga Alexander.


Setelah mengobrol panjang lebar, Nia dan Raya pun pamit karena waktu istirahat akan segera habis. Bahkan Jason menberikan kartu namanya pada mereka. Menjanjikan jika kedua gadis tu memerlukan bantuan, Ia akan sangat dengan senang hati membantu mereka.


Jason pun memaksa untuk membayar tahihan makan diang Nia dan Raya dengan dalih Ia melakukannya karena teringat dua mendiang adik perempuannya lagi.


Setelah kepergian dua gadis itu, Tommy baru berani membuka suara.


" Apa rencana Anda? " tanya Tommy.


" Sesuatu yang akan jadi sangat menyenangkan. " jawab Jason.


Tommy hanya menatap tuannya dengan wajah kebingungan. Jangan sampai dia berpikiran untuk melukai perempuan, batinnya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍