
Curhat dulu ah, sebelum mulai bercerita.
Readers tersayang, maaf ya akhir - akhir ini episodenya telat release. Sebetulnya aku udah up kok, cuman terhambat di review saja.
Semoga ke depannya bisa lolos review dengan cepat yah,
padahal belum masukin yang bagian "nganu" 🙃Gimana kalau "nganu" udah dimasukin, huhuuu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat Membaca ~
Setelah menyelesaikan makan pagi, Andreas berinisiatif untuk mencucikan piring dan peralatan makan. Sarah sudah mencegah, tapi selain dingin, manusia salju ini juga keras kepala rupanya. Akhirnya Sarah mengalah dan membiarkan Andreas berbuat sesukanya.
Sedangkan Sarah membersihkan meja makan dan area dapur. Seperti sebuah kerja tim yang hebat. Ternyata dia selain workaholic, suamiable yah. Batin Sarah.
Yah, kemakan omongan sendiri. Sebelumnya Ia suka merasa kesal pada Andreas. Si manusia es itu ternyata sekarang justru yang membuat dirinya terAndreas – Andreas.
Setelah bersiap - siap, mereka pun berangkat ke supermarket yang terletak tidak jauh dari apartemen Sarah dengan menhendarai mobil milik Andreas.
Sarah mengenakan kaos polos berwarna pink dusty dengan celana longgar berwarna senada. Ia mengenakan tas selempang kecil berwarna cokelat muda dan slip on berwarna cokelat muda. Sedangkan Andreas, masih memakai pakaian yang sama.
Setelah sampai di supermarket, mereka pun segera masuk. Dengan sigap Andreas mengambil trolley dan mendorongnya, sedangkan Sarah berjalan di sampingnya. Vibes keluarga baru banget sih!
Sarah mengambil beberapa jenis sayur dan buah kemudian memasukkannya ke dalam trolley. Andreas dengan tenang mendorong trolley ke mana pun Sarah melangkah. Dengan sabar Ia mengikuti kemauan Sarah, ke sana dan kemari.
" Selamat siang, saya ingin menawarkan produk baru kami. Silakan dicoba. " sapa seorang wanita paruh baya sembari menyodorkan nampan berisi mini pastries.
Sarah dengan ramah menganggukkan kepalanya, kemudian Ia mengambil sebuah mini pastries dengan topping selai strawberry di atasnya.
" Suaminya juga boleh diambilkan, Nyonya. " ucap wanita paruh baya itu.
" Biasanya laki - laki suka dengan topping krim tiramisu ini. " lanjut si ibu.
Andreas dan sarah seketika salah tingkah. Andreas langsung melempar pandangannya berpura - pura mengamati produk lain yang sedang terpajang di rak gondola.
" Haha, Ibu. Dia bukan suamiku, kami hanya berteman. " ucap Sarah malu - malu.
" Benarkah? Tapi kalian terlihat sangat serasi. Yang laki - laki tampan dan gagah. Sedangkan Nona terlihat sangat cantik, senyumannya manis sekali. " puji si ibu.
Sarah tersipu malu, sedangkan Andreas mengambil salah satu produk dan pura - pura membaca tulisan yang tertera di kemasannya.
" Mini pastries ini ada di sebelah mana Bu? Saya mau beli. " ucap Sarah.
" Ini, ada di trolley di belakang Ibu. " ucap si iby.
Akhirnya Sarah mengambil tiga bungkusan besar mini pastries dan memasukkan ke dalam trolleynya.
Seperti kejatuhan durian runtuh, sang ibu langsung sumringah. Bagaimana tidak, ada seorang wanita yang langsung memborong dagangannya.
" Ibu doakan semoga kalian berdua selalu sehat dan bahagia ya. Dan semoga, kalian bisa segera menikah. Kalian sangat serasi. " ucap si ibu kemudian berlalu.
Mendengar yang diucapkan si ibu, Sarah hanya tertawa garing sambil melambaikan tangannya.
" Ibu itu lucu sekali. " ucap Sarah sambil terkekeh.
" Kau polos sekali. Itu adalah salah satu teknik marketing supaya kau membeli barang dagangannya. " ucap Andreas dengan suara pelan.
" Ya, tidak apalah. Aku kan berniat membantu melarisi dagangan si ibu saja. " Sarah berdalih.
Sarah melihat isi trolleynya. Sudah penuh, Ia merasa sudah cukup berbelanja hari ini.
" Sudah, ayo kita ke kasir. " ajak Sarah.
Kemudian mereka berdua berjalan ke kasir dan membayar semua barang yang dibeli Sarah. Setelah selesai membayar, mereka lanjut membeli makanan ringan seperti yang Sarah mau.
Entah kenapa hari ini Andreas sangat patuh pada orang lain, selain Rendra. Bahkan badannya yang terasa lelah Ia abaikan demi menemani Sarah berjalan ke sana dan kemari.
Mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore menjelang. Setelah merasa cukup bersenang - senang, akhirnya Andreas pun mengantarkan Sarah kembali ke apartemennya.
Andreas membantu Sarah membawa barang belanjaan Sarah. Bahkan ikut membantu Sarah menyusun barang belanjaan di rak - rak gantung yang ada di dapur Sarah.
Mungkin begini kalau aku nanti sudah menikah, suamiku akan membantuku seperti ini. Dan aku bisa menyimpan barang - barang lebih cepat dan rapi. Batin Sarah.
Setelah menyelesaikan urusannya, Andreas pun pamit. Sarah mengantarkan sampai pintu apartemennya. Sebetulnya Ia ingin mengantarkan Andreas sampai ke basement tempat di mana Andreas memarkirkan mobilnya, tapi Andreas menolaknya.
" Ini, untuk kau makan di apartemenmu. " ucap Sarah seraya menyerahkan sebuah tas plastik berisi beberapa bungkus makanan.
" Tidak perlu repot - repot. " tolak Andreas.
" Jangan ditolak, tolong bawalah. " ucap Sarah.
" Bisa menemanimu kalau sedang suntuk di rumah. Kau juga tetap butuh cemilan, bukan? " ucap Sarah sambil tetap menyodorkan bungkusan plastik pada Andreas.
Lagi - lagi, Andreas mengalah dan membawa tas plastik yang diberi oleh Sarah. Kemudian Ia pamit dari apartemen Sarah dan pulang menuju apartemennya.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Sesampainya di apartemen, Andreas meletakkan tas plastik yang diberi Sarah ke atas meja. Ia melangkah menuju kamarnya, namun kemudian urung dan kembali lagi ke arah meja di mana Ia meletakkan tas plastik itu.
Ia mengangkat tas plastik, melihat isinya. Ada mini pastries yang tadi dibeli Sarah. Ia tersenyum simpul melihat bungkusan mini pastries itu.
Well, itu semua hanya kebetulan. Dan aku hanyalah seorang laki - laki baik yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Tidak lebih. Batin Andreas.
Ia pun kemudian membuka bungkusan itu dan memakan dua buah mini pastries sebelum berjalan ke kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat lagi.
Tapi siapa sangka, justru itu awal mula kedekatan Andreas dan Sarah. Yang awalnya tidak sengaja, berubah menjadi rasa harus bertanggung jawab dan menjaga, kemudian menjadi rasa yang tumbuh begitu dalam.
Flashback off ~
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Jika ditanya, sudah berapa lama huhungan Andreas dan Sarah terjalin? Entahlah. Sebetulnya mereka tidak memiliki tanda atau acara khas untuk ikatan berkomitmen. Mereka hanya membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Mungkin, itu yang disebut dengan hubungan antar orang yang sudah dewasa. Yang jelas, perasaan mereka satu sama lain sangat kuat.
Andreas sudah berniat untuk mengajak Sarah ke hubungan yang serius. Tapi, statusnya sebagai anak yatim piatu dan berasal dari keluarga tidak berada walau masih ada ikatan leluarga dengan Hartawan membuatnya rendah diri. Ia takut mendapatkan penolakan dari keluarga Sarah, keluarga yang sangat berpengaruh dalam bisnis properti.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Halooo, readersku tersayang ❤
Semoga kali ini lulus review dengan kilat.
Jangan lupa, dukung penulis dengan cara memberi rate, vote, like, dan komentar yaah.
Kasih hadiah juga boleh banget loh, terima kasih ❤