Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 125. Dibantu Orang Asing



Selamat Membaca ~


Anton memanggil kembali semua agennya. Mereka bertemu di tempat yang telah mereka tentukan sebelumnya.


Jessie dan Andra sampai paling terakhir, mereka sudah tidak mengenakan pakaian sebagai cleaning service lagi.


" Sial! Bagaimana aku harus melaporkan ke Tuan Narendra! Kita gagal menemukan dan menyelamatkan Nyonya Karunia dan Nona Sarah! " Anton menggerutu. Ia meraup wajahnya dengan kasar.


Keenam agennya hanya diam dan tertunduk. Tidak ada yang berani bersuara. Memang bukan kesalahan mereka jika Nia dan Sarah sudah tidaj ada di tempat ketika mereka akan menyelamatkannya. Tapi tetap saja, mereka merasa bersalah.


" Zyco! Kau cari di cctv yang ada di sekitar sini. Mungkin kita bisa mendapat petunjuk dari itu. " perintah Anton.


" Baik, Tuan. " sahut Zyco.


Zyco mengeluarkan seperangkat laptopnya dan mulai mengerjakan perintah Anton.


" Dan kalian, apa yang kaliaj dapatkan? " tanya Anton pada agennya yang lain.


" Maafkan kami, Tuan. Kami tidak mendapatkan apapun. " jawab empat orang agen.


" Ini, Tuan. " ucap Andra menyodorkan ponselnya.


Jessie pun ikut menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat berukuran sedang.


Anton meraih ponsel Andra, tersenyum puas ketika melihat apa yang ada di dalamnya.


" Bagus, ini bisa menjadi bukti yang cukup ke depannya nanti. " ucap Anton.


Kemudian Anton mengambil amplop berwarna coklat yang diserahkan oleh Jessie. Ia mengeluarkan beberapa lembar kertas dan sebuah bolpoin. Bolpoin hitam bergaya klasik, dengan ukiran nama Jason Alexander di bagian tutupnya.


Ia membaca tulisan yang ada pada kertas - kertas itu, seperti sebuah surat ijin jalan dan operasional kapal itu. Ia pun tersenyum.


" Ini juga bisa menjadi bukti yang kuat. Kerja bagus. " ucap Anton.


" Terima kasih, Tuan. " sahut Jessie dan Andra bersamaan.


" Tuan, Tuan! " tiba - tiba Zyco berteriak membuat yang lain terkejut.


" Tuan, coba lihat! Bukankah ini Nyonya Karunia dan Nona Sarah? " tanya Zyco.


Anton dan semua agennya sontak beranjak dari duduknya dan mengerumuni Zyco.


" Mari sini, biar aku periksa. " ucap Jessie.


Merasa paling dekat dengan Nia dibanding agen yang lainnya, Jessie dan Andra yakin merekalah yang bisa menentukan apakah itu Nia atau bukan. Walau dari video rekaman cctv dengan kualitas yang rendah sekalipun.


" Benar, ini adalah Nyonya Karunia dan Nona Sara. " ucap Jessie yang dibalas anggukan kepala mantap oleh Andra.


" Bagus. " sahut Anton.


" Sekarang kau telusuri, ke mana mereka pergi. " perintah Anton.


Zyco mengutak - atik laptopnya, sepasang matanya memicing.


" Sepertinya mereka menuju ke pintu keluar pelabuhan, Tuan. " jawab Zyco.


" Sebentar. Stop. " tiba - tiba Anton meminta Zyco menghentikan jalannya video.


" Mundurkan sedikit. Perlahan. " perintah Anton.


Zyco mengutak - atik laptopnya lagi.


" Stop! Di situ! " perintah Anton.


Kedua matanya memicing. Berusaha melihat siapa yang ada di situ.


" Siapa orang itu? " tanya Anton.


Zyco memperbesar tampilan video dan memusatkannya pada orang itu.


" Orang ini sepertinya membantu Nyonya Karunia dan Nona Sarah untuk melarikan diri. " gumam Zyco.


Memang, terlihat di video itu Rania sedang memperhatikan keadaan sekitar dan memberi kode agar Nia dan Sarah segera keluar dari kapal.


" Aku yakin, dia adalah orang yang baik karena telah membantu Nyonya Karunia dan Nona Sarah. Tidak seharusnya orang baik menjadi bagian dari Jason Alexander. Pasti ada sesuatu. " lanjutnya.


" Baik, Tuan. Segera saya kerjakan. " sahut Zyco.


" Kalian, berpencarlah. Pergi berpasangan. Cari Nyonya Karunia dan Nona Sarah. " perintah Anton pada sisa agennya.


" Aku yakin Nyonya belum jauh. " lanjutnya.


" Siap, Tuan. " sahut agennya.


" Ingat, jaga keamanan diri sendiri. Utamakan juga keselamatan Nyonya dan temannya. " ucap Anton dengan penekanan intonasi.


" Baik, Tuan. " sahut agennya lagi.


" Sekarang bergeraklah kembali! " perintah Anton.


Keenam agennya segera beranjak dan menyebar berpasangan sesuai dengan intruksi Anton. Sedangkan Anton dan Zyco masih tetap di tempat yang sama. Berjaga apabila terjadi pergerakan Jason dan juga anak buahnya di kapal.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Sementara itu, Sarah dan Nia masih terus berjalan menjauhi posisi kapal berlabuh. Keduanya bergenggam tangan sangat erat, saling menjaga.


Sesekali mereka menoleh ke belakang, memastikan tidak ada orang yang sedang mengikuti mereka.


" Sarah, " lirih Nia. Tangannya memegang perutnya yang mulai terasa sakit.


" Apakah sakit lagi? " tanya Sarah mulai khawatir karena melihat wajah Nia yang memucat.


Nia mengangguk lemah.


Memang, selama ini Nia rutin mengonsumsi obat penguat kandungan yang diresepkan oleh dokter Maria. Ia juga mengonsumsi obat anti mual karena Ia mengalami morning sickness yang cukup parah.


Tapi, semenjak Ia disekap, Ia sudah tidak pernah mengonsumsi obat - obatan itu.


" Ayo kita cari tempat beristirahat dulu. " ajak Sarah.


Ia membantu Nia yang sedang berjalan membungkuk karena menahan rasa sakit dan kram pada perutnya.


" Duduklah di sini dulu. Aku akan meminta bantuan orang. " ucap Sarah.


Nia mengangguk lemah.


" Jangan ke mana - mana. Diam di sini tungfu aku. " ucap Sarah.


Sarah kemudian berjalan meninggalkan Nia. Mencari kiranya ada orang baik yang dapat memberi bantuan untuknya dan juga Nia.


Tak lama, Ia kembali dengan sebotol air mineral. Ia membukakan tutup botol dan menyerahkan pada Nia.


" Minumlah dulu, " ucap Sarah.


Nia menerima sebotol air mineral itu dan meminumnya secukupnya.


" Dari mana kau dapat air ini? " tanya Nia.


Sarah meminum sisa air yang diminum Nia. Sepertinya Ia sedang kehausan, Ia bahkan meminumnya hampir setengah botol.


" Seorang wanita paruh baya di sana memberikannya padaku. " jawab Sarah seraya menunjuk ke sebuah arah.


" Syukurlah, ada orang baik di sini. " ucap Nia.


Sarah mengangguk.


" Ayo, Dia menawarkan bantuan pada kita. Sepertinya Ia orang Malaysia. Ia menggunakan bahasa melayu. Tidak sulit untuk berkomunikasi dengannya. " ajak Sarah.


Nia pun mengangguk. Sarah membantu Nia berdiri dan berjalan menuju wanita paruh baya yang tadi Ia maksud.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Halo readers, maaf karena kemarin penukis tidak up story. Setelah sebelumnya proses review yang lama sehingga up story terhambat, kali ini fitur baru dari NT sedikit menyulitkan penulis 馃槄


Penulis kehilangan naskah berulang kali jadi harus menulis ulang dari awal, maafin yaaaa 馃檹馃徎