
~Lanjut dari part sebelumnya ~
Setelah berhasil meloloskan diri dari preman - preman pasar itu, Andra dan Jessie berhasil menyusul Nia yang sedang dibonceng oleh pengemudi ojek online. Akhirnya mereka pun bisa bernapas lega.
Mereka sudah menyusun siasat dalam proses penjagaan Nia. Andra akan stand by di luar gedung, yaitu di kantoe security. Ia berfokus apabila Nia sedang keluar makan siang atau jika tiba - tiba Jason muncul lagi seperti kemarin. Sedangkan Jessie akan berpura - pura menjadi cleaning service di kantor Rendra.
Sementara di saat yang bersamaan, Rendra sedang tidak fokus karena Anton baru saja mengirim pesan bahwa Ia hendak menyampaikan hasil penyelidikannya dalam kurun waktu 3 hari terakhir.
" Anna, bisa ke ruanganku? " ucap Rendra kepada Anna melalui panggila telepon.
Tidak lama, Anna masuk ke dalam ruangan Rendra.
" Anda memanggil saya, Tuan? " tanya Anna.
" Hari ini jadwalku kosong kan? " tanya Rendra.
Anna membuka tab yang berisi jadwal kegiatan Rendra. Setelah meneliti jadwal kegiatan, Anna menganggukkan kepalanya.
" Iya betul Tuan, hari ini Anda sedang tidak ada jadwal. " jawab Anna.
" Bagus. Aku ada urusan. Aku akan keluar. " ucap Rendra.
" Baik Tuan, apakah Anda akan pergi bersama Tuan Andreas? " tanya Anna.
" Tentu saja. Ada masalah? " tanya Rendra.
" Oh, tidak ada Tuan. Hanya saja saya kira Tuan Andreas akan stand by di sini menggantikan Anda. " jawab Anna.
" Dia harus selalu ikut ke manapun aku pergi. " ucap Rendra.
" Baiklah kalau begitu Tuan. " sahut Anna.
" Kau bisa hubungi Andreas jika ada urusan mendesak di kantor. " ucap Rendra.
" Baik Tuan. " sahut Anna.
Kemudian Rendra beranjak dari kursinya. Nampaknya Andreas sudah stand by di depan ruangannya. Kemudian mereka berdua pun meninggalkan bangunan utama Hartawan Group.
Di dalam mobil ~
" Andreas, pastikan kondisi Nia selalu aman. " ucap Rendra.
" Baik, saya akan memantau melalui penjaga. " ucap Andreas.
" Anak laki - laki itu. Siapa dia? " tanya Rendra.
Anak laki - laki? Siapa yang dia maksud? Gumam Andreas.
" Maaf Tuan, anak laki - laki yang mana? " tanya balik Andreas. "
" Itu, laki - laki yang kemarin bicara dengan Nia di daerah O. " jawab Rendra.
" Oh, laki - laki itu? Jangan tertipu dengan tampilannya Tuan. Dia seusia dengan Anda, 27 tahun. Dia adalah Andra, penjaga pribadi Nona Karunia. " jawab Andreas.
" Kau yakin? Dia terlihat seperti anak sekolah. " ucap Rendra.
" Justru karena tampilannya yang seperti itu, Ia tidak akan dicurigai jika sedang dalam tugasnya mengawasi Nona Karunia. " jawab Andreas.
" Tidak bisakah diganti dengan yang lain? Penjaga wanita misalnya? " tanya Rendra dengan nada sedikit ketus.
" Maaf Tuan. Penjaga Nona Karunia memang terdiri dari satu orang laki - laki dan satu orang perempuan. Mereka berdua adalah pilihan langsung dari Anton. Kemampuan bela diri dan senjata mereka tidak perlu diragukan lagi. " jawab Andreas.
Rendra merasa kesal dengan jawaban Andreas. Ia sungguh ingin Nia tidak dijaga oleh Andra. Ia takut Andra akan jatuh hati pada Nia. Tapi setelah menimbang bahwa Andra adalah pilihan Anton, Rendra juga bisa bernapas lega. Nia dalam kondisi aman.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
60 menit kemudian, mobil Lexus GS 200T Luxury berwarna hitam iu tiba di sebuah kantor. Kantor itu sebetulnya adalah markas Anton dan anak buahnya.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anton juga memiliki anak buah dari kalangan preman - preman. Namun bukan preman sembarangan, mereka berkedok bodyguard bayaran terlatih. Sehingga berbeda dengan preman - preman pasar yang mengganggu Andra dan Jessie sebelumnya.
" Mari silakan Tuan, Tuan Anton sudah menunggu di dalam. " sambut seorang wanita yang nampaknya adalah seorang resepsionis di kantor itu.
Rendra dan Andreas pun masuk ke dalam ruangan yanh ditunjuk oleh resepsionis itu.
Anton sudah menunggu mereka di dalam. Ia terlihat sedang memainkan ponselnya.
" Bagaimana? " tanya Rendra to the point kepada Anton.
Sontak anton meletakkan ponsel yang sedari tadi asik dia mainkan. Ia segera menyalakan proyektor dan menjelaskan hasil penyelidikannya.
" Anda ingin saya membahas tentang daerah O atau Tuan Jason Alexander terlebih dahulu? " tanya Anton.
" Terserah kau saja. " ucap Rendra.
" Ah, jelaskan daerah O terlebih dahulu! " perintah Rendra.
" Baik Tuan. " sahut Anton.
" Jelaskan saja. " ucap Rendra.
Anton menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Jadi Tuan, ada sedikit kerumitan tentang daerah O. " ucap Anton.
" Ah, saya akan menjelaskan tentang keruskaan yang ada di wilayah Anda terlebih dahulu. " ucap Anton.
" Saya telah memasang anak buah di setiap shift yang berjaga di wilayah Anda. Anak buah saya mendapati bahwa ada satu orang di setiap shift yang selalu bersikap aneh. Mereka selalu membawa bungkusan khusus dan di jam - jam tertentu seperti jam istirahat, mereka akan keluar sambil membawa bungkusan khusus itu. " ucap Anton.
" Awalnya anak buah saya mengira bahwa itu sekedar kotak bekal makan saja. Ternyata bukan. Bungkusan khusus itu berisi seperti sebotol cairan khusus. Cairan itu mereka campurkan dengan tandon air yang digunakan untuk menyiram tanaman dan menjaga agar tanah tetap dalam keadaan basah. Mereka selalu melakukan di jam - jam yang sama. " lanjutnya.
" Siapa pelakunya? Dampaknya apa? " tanya Andreas.
" Ada dua orang yang sudah kami kantongi namanya. Sedangkan dampaknya, tanaman Anda menjadi rusak dan ternyata kerusakan bukan hanya pada tanaman. Tapi juga pada struktur tanah. " jawab Anton.
Ia kemudian membuka sebuah gambar yang terproyeksi sehingga Rendra dan Andreas pun bisa ikut melihat gambar itu secara langsung.
" Kandungan bahan kimia yang ada pada cairan khusus itu menyebabkan struktur tanah menjadi rusak. Singkat kata, tanah akan kehilangan kesuburannya dan menjadi rapuh, tidak dapat dijadikan lahan untuk dibangun. " lanjut Anton.
" Jika ini dibiarkan, maka sudah bisa dipastika lahan anda tidak akan berfungsi total. " lanjutnya.
" Telusur lagi. Cari tau siapa yang memerintahkan dua orang itu. " perintah Rendra geram.
" Baik Tuan. " sahut Anton.
" Ada lagi? " tanya Rendra.
" Untuk lahan daerah O, sementara itu dulu Tuan. " jawab Anton.
" Lalu Jason Alexander? " tanya Rendra.
" Nah, ini yang sangat spektakuler. " ucap Anton bersemangat.
" Katakan. " ucap Rendra.
" Mata - mata kita menyebutkan, Jason dan asistennya sering mengunjungi sebuah club malam. " ucap Anton.
" Sepertinya dia memang maniak. " ucap Anton sambil menyeringai.
" Anton. Fokus. " Andreas mengingatkan sebelum Rendra semakin meledak.
"Baik, maafkan saya. " ucap Anton, tersipu.
" Yang menariknya dari kegiatan kunjung - berkunjung itu, ada tiga orang lain yang selalu ikut dengan mereka. " ucap Anton lagi sambil terkekeh.
Rendra dan Andreas bersamaan menoleh ke arah Anton. Anton yang masih senyum - senyum tidak jelas langsung salah tingkah.
" Maafkan saya Tuan. " ucap Anton lagi.
" Baiklah saya ulangi lagi. Ada tiga orang lain yang selalu bertemu dengan Jason Alexander di club malam itu. " Anton mengulangi ucapannya tadi.
" Orang - orang itu telah kami identifikasi. Dugaan kuat kami, mereka adalah Derry Armando, Thomas Alfredo, dan Lionell Adam. " lanjutnya.
" Terkadang Simon Fabian. " lanjutnya lagi.
Lionell Adam, Simon Fabian... Seperti familier.
" Siapa itu? " tanya Rendra.
" Derry Armando, adalah teman karib Jason. Dicurigai, beberapa aset tersembunyi Jason dikelola oleh Derry. Sedang dalam penyelidikan kami. " jawab Anton.
" Thomas Alfredo, seperti yang kita ketahui. Pembunuh bayaran dan mafia *#**. Setelah kami selidiki, ternyata masih ada ikatan saudara dengan Jason Alexander. " lanjutnya.
" Simon Fabian. Kepala kepolisian Kota A. Telah menjadi kepala kepolisian selama 12 tahun. Masih dalam proses penyelidikan. " lanjutnya lagi.
Anton terdiam, nampak berpikir. Siapa lagi yang terlewat olehku... Gumamnya.
" Lionell Adam. " ucap Andreas singkat.
" Ah ya, Lionell Adam. " sahut Anton.
" Lionell Adam, walikota Kota A. Putra dari Felix Adam. Walikota periode sebelumnya. " lanjut Anton.
Andreas dan Rendra terkejut. Lionell Adam? Putra Felix Adam?
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Haii, penulis ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk dukungannya.
Ke depannya, penulis mohon dukungannya terus yaaa dengan memberi rate, vote, like, dan komentar pada karya penulis.
Terima kasih banyak 馃