Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
[Season 2] Chapter 13: Quest Pertama



Yamamura memperlambat langkahnya. Ia berjalan mendekati gedung guild yang bagaikan menara itu. Di sekelilingnya, player-player berkerumun. Ada yang sedang bertukar informasi, ada yang sedang mengajari basic kepada player lainnya, ada yang berjalan keluar meninggalkan gedung tersebut, dan ada juga yang hendak masuk ke dalam gedung untuk mengambil quest maupun menyerahkan barang yang diminta oleh quest untuk mendapatkan reward. Pokoknya bagian depan dari gedung guild itu ramai sekali.


"Ramai ... banget ...!!" gerutu Yamamura sambil berusaha menyelipkan tubuh kecilnya di antara tubuh virtual milik player-player yang lain. "Apa boleh buat. Kalau gamenya baru rilis belum lama ini ..., sudah pasti masih booming sampai sekarang!!"


Setelah berdempet-dempetan selama beberapa lama, akhirnya Yamamura berhasil keluar dari dalam kerumunan tubuh virtual itu. Dia duduk di kursi dekat pintu masuk gedung guild dengan napas terengah-engah.


"Besok-besok aku pindah ke server yang lebih sepi saja, deh," ucapnya sambil menyeka keringatnya menggunakan lengan kanannya.


"Reaksi biologis seperti ini ... bisa terjadi di dunia virtual? Dan terasa sangat nyata serta alami ...." Yamamura menatap tangannya yang licin dan dibasahi oleh keringat. "Hebat .... Apa ini benar-benar di dalam game?"


Setelah beristirahat dan mendinginkan badan sejenak, bocah berambut keemasan itu pun masuk ke dalam gedung guild. Di dalam tidak kalah ramai dengan di luar, tapi setidaknya masih ada beberapa ruang untuknya lewat sehingga dia bisa melewati lorong dan tiba di ruang resepsionis dalam waktu singkat.


(Yamamura: UDAH GUA BILANG JANGAN PANGGIL GUA BOCAAAAHHH!!! *ambil parang*


Author: xixixixi .... XD *kabur*)


Ruangan resepsionis itu sangat luas dan bergaya cukup mewah, dengan karpet-karpet bagus dibentangkan di lantai. Meja-meja resepsionis berderet rapi. Di salah satu sisi dinding, tergantung sebuah papan berukuran besar dengan puluhan kertas quest dari berbagai rank ditempelkan di sana. Player-player berkumpul. Ada yang sedang berbaris dengan rapi untuk mengajukan diri menangani quest, ada yang sedang mengamati dan memilih-milih quest di Quest Board, dan ada yang berbaris dengan rapi untuk mengumpulkan barang yang diminta oleh quest. Kelihatannya sikap disiplin dan tertib masyarakat Jepang terbawa sampai ke dunia game. Benar-benar negara dengan etika yang tinggi ....


Yamamura bergegas menghampiri papan quest, kemudian dengan sabar menunggu gilirannya untuk memilih. Setelah tiba gilirannya, ia pun melangkah maju ke depan.


"Karena ini pertama kalinya aku bermain, kurasa aku akan memilih quest dengan rank E saja," ucapnya sembari menatap salah satu di antara puluhan kertas quest yang bertuliskan:


[Quest: Membunuh Horned Deer Leader yang sering mengganggu kota.


Rank: E


Reward: 100N dan 150EXP.


Place: Midorikawa Greenfield.]


Dia menggerakkan jari telunjuknya, hendak menyentuh kertas quest itu. Namun, tidak ada opsi yang muncul, melainkan pemberitahuan yang berbunyi 'Anda hanya bisa mengambil quest saat memakai adventurer badge.'


"Apa maksudnya?" Ia menautkan alisnya keheranan.


"Kau pemain baru, ya? Apakah kau sudah membaca guide book-nya?" tegur salah seorang player sambil mengeluarkan guide book dari inventory. "Kau hanya bisa mengambil quest saat mengenakan adventurer badge. Jangan bilang kalau kau tidak mengecek inventory-mu dari tadi."


Yamamura segera menggerakkan tangannya secara horizontal membentuk garis linear pendek untuk membuka menu, kemudian memencet tombol inventory. Di dalam sana, sebuah guide book dan adventurer badge sudah menunggu.


"Ah, ya." Dia menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya sembari tertawa masam dan mengeluarkan kedua benda tersebut dari dalam inventory. "Ternyata di sini, ya."


"Memangnya kau tidak memerhatikan adventurer badge di dada player-player lainnya?" tanya player itu sweatdrop.


"Tidak. Hehehe."


*gedubrak!!!* Seisi ruang resepsionis pun terjungkal ke belakang akibat kekonyolan Yamamura.


"Ngomong-ngomong, terima kasih atas informasinya, ya!!" ucap Yamamura seusai memakai adventurer badge tersebut. "Sampai jumpa!!"


Dia segera menyentuh kertas quest tadi, memilih opsi accept, menyerahkan kertas tersebut ke salah seorang resepsionis, lalu berlari secepat Kapten Tsubasa meninggalkan tempat itu untuk menghindari malu.


"Questnya rank E, 'kan?" ucap player kecil itu sambil menapaki lantai. Suara langkahnya bergema di lorong. Sesekali dia menyelip di antara player-player lain untuk menghindari tabrakan. "Kalau begitu, ini pasti akan mudah!!"


To be continued


Next Chapter:


[Season 2] Chapter 14: Partner