Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 60: Perang?! (Part 3)



"Sial!!!"


"Wah, strategi yang hebat!!! Rupanya Genbu Mikazaki tidak hanya kuat di otot, tapi juga otaknya cukup cerdas!!! Bahkan dia berhasil mengelabui Sang Pahlawan!!!" Suara komentator menggema ke segala arah.


"Kalau begini, tak ada pilihan lain selain menggunakan itu."


Sebuah segel hitam bermotif daun muncul di telapak tangan Ryugai. Seekor capung raksasa berwarna hitam kelam muncul di samping Genbu dan langsung menangkapnya, kemudian membawanya ke ketinggian beberapa meter di udara. Ya, dia adalah Inukai.


"Sial! Dragon Minions!!"


Dua puluh naga seukuran manusia dewasa langsung muncul dan menyerang Inukai, tapi serangan-serangan tersebut bisa dihindari dengan mudah. Capung raksasa itu kemudian membunuh mereka semua menggunakan bola energi kegelapan. Genbu bergegas menebas salah satu dari keenam kaki Inukai, kemudian menciptakan sebuah bantalan dari energi kegelapan. Ia berhasil mendarat dengan aman di atas bantalan itu.


"Kalau begini, aku harus pakai sihir yang sama dengan yang Ryugai gunakan," batin Genbu sambil membentuk segel di telapak tangannya. "Keluarlah!! Ryukuro!!!"


Seekor naga raksasa yang seukuran dengan Inukai segera muncul di belakang Genbu, kemudian menyerang Inukai. Inukai bergegas menangkis serangan itu dengan menggunakan perisai energi hitam.


"Wah, benar-benar pertarungan kelas atas!!! Setelah adu pedang dan adu jurus yang sengit dan menakjubkan, sekarang pertarungan antar Summon Animal disajikan tepat di hadapan mata kepala kita sendiri!! Ini akan sangat seru!!!"


(TN: Ada yang tau berapa kali komentatornya ngomong 'wah' sejak Turnamen Maximus Potentia dimulai? :v Yang lagi gabut bolehlah ngitungin. Wkwkwkwk. Ga seribet ngitung kata 'darling' yang diucapkan Zero Two di Darling In The Franxx, kok. 'Kan, arc turnamen ini episodenya ga sebanyak itu :v wkwkwkwk *digeplak readers*)


"Wah, wah. Benar-benar pertandingan yang menegangkan, ya, tapi sayangnya kalian harus berhenti main-main seperti ini karena waktunya sudah tiba untuk pertempuran sungguhan.”


Suara yang menggema ke segala arah itu membuat semua orang menoleh ke arah datangnya suara, termasuk Ryugai, Genbu, Kakek Yurato, Otomura, Yuukaru, Sang Komentator, dan Kepala Sekolah Nakagami. Semuanya langsung terkejut begitu melihat sosok yang sudah tak asing lagi bagi mereka itu, kecuali Genbu, Yuukaru, dan Ryugai.


Di bagian tengah tangga tribun, sebuah cahaya hitam muncul dan berputar, perlahan menjelma menjadi seorang pria muda berambut biru bercampur hitam kelam. Gaya rambutnya acak-acakan, sama seperti Ryugai. Umurnya kira-kira sekitar 20-30 tahun. Mata kirinya berwarna hitam legam. Ya, seluruh mata kirinya. Pupil dan putih matanya berwarna hitam.


"Ka-Kau bukannya ...." Kepala Sekolah Nakagami menatap tak percaya.


Seringai bengis terukir di wajah pria tersebut. "Ya, aku adalah Yuta Yuzumaru, tapi mulai sekarang tolong panggil aku Greed."


"Keamanan!! Tangkap dia!!" perintah kepala sekolah.


"Baik!!"


"Sial!!!" umpat salah seorang petugas keamanan.


"Inukai!! Serang dia!!" Menyadari bahwa Greed bukanlah orang baik-baik, Ryugai langsung memerintahkan Inukai untuk menyerang Greed.


"Ryukuro, kau juga!!" Genbu juga memberi perintah kepada Summon Animal miliknya.


"Hentikan, bocah-bocah. Itu sia-sia saja," ucap Greed. "Ukuran senjata mereka terlalu besar, apa kalian mau para penonton jadi korban dan termutilasi? Kalau kalian menggunakan bola energi kegelapan, tribun ini akan luluh lantak. Apa lagi? Napas api? Kalian mau arena dan tribun terbakar?"


"Kalau begitu, kugunakan ini!!" seru Genbu sambil melontarkan tinju naga kegelapan ke arah Greed.


Greed berubah ke wujud slime, kemudian memakan bola energi kegelapan itu. Setelahnya, ia kembali ke wujud manusia.


"Dia memakannya?!" Keterkejutan menghampiri Genbu dan Ryugai.


"Jurusmu itu ternyata lumayan enak, bocah." Greed berujar sembari menjilati bibirnya.


"Apa maumu?!" bentak Sang Kepala Sekolah.


"Santai saja. Aku tidak datang untuk membunuh karena ... perangnya belum dimulai," ujar Greed.


"Perang?! Apa maksudmu?!"


"Dalam tiga hari, pasukan 99 ras monster akan menyerang desa ini. Pemimpin dari mereka semua adalah aku sendiri, Greed. Aku sudah mendapatkan kekuatan yang luar biasa besar sekarang. Aku bukan lagi anak aneh berkekuatan monster yang sering kalian kucilkan dulu. Tunggu dan lihatlah. Akan kubuat kalian merasakan pembalasanku. Bersiaplah untuk perang dan persiapkan diri kalian untuk merasakan penderitaan yang sesungguhnya. Hahahahaha!!!"


Tawa lepas yang terdengar jahat itu mengiringi pudarnya struktur tubuh Greed. Pria muda berambut hitam-biru tersebut lenyap tanpa bekas, hanya menyisakan keterkejutan yang telah merasuki jiwa semua orang di arena.


"Pe ..., perang?"


To be continued