
Langkah kaki terdengar jelas, menggema di lorong beralaskan papan kayu dan karpet merah tua. Ryugai beserta Sang Kepala Prajurit menapakkan kaki mereka melintasi lorong, melewati beberapa pintu berwarna coklat yang mengilat di kiri dan kanan. Akhirnya, kedua pria tersebut tiba di ujung lorong. Sebuah pintu kayu terpasang di sana. Kepala prajurit menggenggam kenop pintu dan memutarnya, kemudian mendorong pintu itu perlahan. Sebuah ruangan yang cukup besar terlihat dengan beberapa dekorasi di dinding yang tertata rapi. Meja berukuran besar tampak berdiri tepat di tengah-tengah ruangan, dikelilingi oleh pria-pria berseragam khas militer. Lencana-lencana dan atribut-atribut menghiasi pakaian tentara mereka. Ya, mereka adalah para petinggi.
"Ah, Kepala Prajurit Akira dan Sang Pahlawan, maksud saya Ahli Strategi Ryugai sudah datang rupanya." Salah seorang petinggi tersenyum ramah. "Perkenalkan, saya adalah Kepala Prajurit Angkatan Udara, Rai Asanobu. Ini adalah wakil saya, Katsuki Asajima."
"Salam kenal." Ryugai membalas senyuman itu sambil membungkuk penuh hormat.
"Saya adalah Kepala Prajurit Angkatan Laut, Zasamura Blue. Ini adalah wakil saya Aojin Volt." Petinggi yang mengenakan pakaian berwarna navy memperkenalkan dirinya beserta wakilnya yang tengah duduk di sebelahnya.
"Berarti, Kepala Prajurit Akira adalah ...."
"Ya," sahut Sang Kepala Angkatan Laut. "Akira adalah Kepala Prajurit Angkatan Darat."
"Kepala Prajurit Akira, di mana wakil anda? Kok tidak kelihatan?" tanya Kepala Angkatan Laut Zasamura.
"Ah, Dai, ya? Tadi ada sedikit masa-"
"Di sini!!" Suara itu terdengar dengan nada tegas diiringi oleh suara hentakan langkah kaki formal, membuat semua orang menoleh ke arah ambang pintu. Tampak Wakil Kepala Prajurit Angkatan Darat Dai tengah berdiri tegap.
"Maaf karena terlam-"
Karena berjalan tanpa lihat-lihat, Sang Wakil tersandung pintu hingga terjatuh ke lantai diiiringi dengan suara debaman keras.
"Aduh!!!"
"Wakil Kepala Dai!!" Semua petinggi yang tengah duduk mengelilingi meja langsung bangkit berdiri, bersiap menghampiri wakil kepala yang ceroboh itu.
"Apa gak malu, dia, tuh? Kenapa orang seperti dia bisa dapat pangkat tinggi di kemiliteran, sih?" batin Ryugai.
———————————————————————————————
"Untuk membuat strategi, pertama-tama kita harus tahu kondisi geografis desa ini terlebih dahulu," ucap Ryugai saat meeting pembentukan strategi akhirnya dimulai.
"Ya, anda benar." Wakil Kepala Angkatan Darat Dai berujar sambil mengeluarkan gulungan peta dari kolong meja besar tersebut dan merentangkannya di atas meja.
"Daerah ini bisa dibilang diberkahi oleh alam. Tebing-tebing tinggi melindungi di timur, tenggara, barat daya, barat laut, dan timur laut, jadi serangan darat takkan mempan. Jika kita menempatkan satu unit pasukan udara dan 1 unit pasukan darat di puncak masing-masing tebing, maka mereka akan kalah jumlah sekalipun menyerang dari udara. Di barat ada pegunungan bersalju yang badai salju mematikannya konon akan membuat pandangan menjadi serba putih dan takkan membiarkan siapapun melintasinya dengan selamat. Di utara ada gurun pasir yang bisa menyesatkan musuh. Masalahnya sekarang adalah hutan di selatan, Hutan RayCliff. Di seberangnya adalah laut BluGlass. Itu bisa jadi celah bagi pasukan monster untuk masuk ke wilayah desa ini."
"Tunggu, apa anda tadi bilang 'laut?'" Kedua mata Ryugai membelalak.
"Ya, laut," sahut Wakil Kepala Dai. "Memangnya kenapa?"
"Kepala Angkatan Laut Zasamura dan Wakil Kepala Angkatan Laut Aojin, apa kalian punya pasukan underwater?"
"Maksudmu pasukan yang bisa menyerang dari bawah laut dan Summon Animals yang habitatnya di bawah laut? Kami punya," sahut Wakil Kepala Aojin. "Apa anda berniat untuk ...."
"Ya," sahut Ryugai. Senyum penuh kemenangan terukir di wajahnya, seolah-olah pemuda itu telah menemukan kunci menuju kemenangan. "Kuberi nama strategi ini ... Strategi Kraken!!!"
To be continued