Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Kekuatan Asli Wakil Kepala Dai (Part 9)



"Kenapa kalian datang ke medan perang? Kalian, 'kan, bukan prajurit," tanya Ryugai.


Genbu tersenyum. "Tak boleh, ya?" ujarnya.


"Ya, kami juga mau jadi pahlawan. Enak saja kau jadi penyelamat sendirian. Kami juga mau," sahut Arai. "Lagipula, kami tak bisa diam saja di kamp pengungsian."


"Ditambah lagi, aku punya firasat buruk tadi," tambah Genbu.


"Aku bertemu mereka berdua di perjalanan menuju kemari, jadi kami pergi bersama. Lebih banyak lebih baik, 'kan?" jelas Wakil Kepala Dai.


"Lagipula, sepertinya mereka bukan murid akademi sihir biasa. Aku melihat potensi hebat di dalam sirkuit sihir mereka."


"Nah, sekarang kalian urus Azadrasil. Aku yang akan mengurus Greed. Pasukan Ryugai akan mengurus pasukan Greed." Wakil Kepala Dai membagi tugas kepada Arai, Genbu, dan Ryugai.


"Tapi, apa anda bisa sendirian?" Ryugai tampak ragu.


Sang Wakil Kepala menyeringai. "Oi, oi, Ryugai. Kau meragukan kemampuan Wakil Kepala Angkatan Darat? Biar di markas aku kelihatan ceroboh begitu, aku ini cukup kuat, lho."


"Kalau begitu, baiklah."


Ketiga pemuda tersebut mengangguk, kemudian bergegas bergerak menuju Azadrasil, sementara Wakil Kepala Dai mendekati Greed. Para prajurit monster yang melihat itu langsung menyiapkan kuda-kuda bertarung dan bersiap menyerang, tapi Greed merentangkan lengannya untuk mencegah serangan mereka.


"Jangan ikut campur. Ini pertarunganku dengan dia." Pria dengan mata kiri berwarna hitam pekat itu memandang dengan serius ke arah Wakil Kepala Dai.


Senyum terukir di wajah wakil kepala tersebut. "Rupanya kau sudah mendapat kekuatan yang besar, ya, Yuta."


"Kau juga tampaknya tidak menjadi lemah walaupun usiamu semakin bertambah, guru," sahut Greed. "Dan tolong mulai sekarang panggil aku Greed. Aku bukan lagi murid cengengmu dulu."


"Gu-Guru?!" Seluruh prajurit monster terperanjat. "Dia gurunya tuan Greed?!"


(Author: jorok ih -_-)


"Siapapun yang menghalangiku akan kubunuh," ujar Greed dengan nada dingin. Mata kirinya kembali memancarkan cahaya hitam yang amat pekat. "Termasuk kau, guru."


"Kalau begitu, apa boleh buat." Wakil Kepala Dai langsung menghentikan aktivitas mengupilnya, kemudian memijit-mijit kepalan tangannya. "Aku akan melawanmu, Yuta."


"Sudah kubilang, panggil aku Greed. Satu hal lagi, jangan salahkan aku kalau kau mati, guru." Greed berucap sambil mengubah wujudnya menjadi ular naga raksasa berwarna kehijauan, kemudian melesat secepat kilat ke arah gurunya itu.


"Kau mau membunuhku? Mimpi kau." Sang Guru terkekeh pelan, kemudian melontarkan tendangan kilat. Wujud naga dari Greed langsung terpental sejauh beberapa meter, kemudian tercebur ke laut.


"Mustahil!!! Dia masih sekuat ini walaupun dua puluh tahun sudah berlalu?!" Greed terperanjat.


(Author: one kick man njirrr :v)


Greed bergegas mengganti wujudnya menjadi slime dan melesat secepat kilat sekali lagi, mencoba memakan Dai. Sayangnya, rencana itu tidak berhasil karena gurunya tersebut membuka lubang dimensi inventory yang berisi cairan sulfur sehingga Greed pun tersiram dan mulai meleleh.


"Luar biasa, guru!!" seru Greed sambil mengaktifkan sihir regenerasi milik monster tipe penyembuh Floranius sehingga tubuhnya kembali padat. Ia lalu mengubah wujudnya kembali menjadi manusia.


"Kau juga hebat," ucap Wakil Kepala Dai.


"Tapi, kenapa ...." Raut wajah Greed mulai berganti menjadi kesal. "KENAPA CUMA KAU YANG DIANGGAP SEBAGAI PAHLAWAN?!"


To be continued


Next Chapter:


Day 62: Mengapa?! (Part 10)