Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 0: Start



21:00, Waktu Dunia Nyata.


Tokyo, Jepang.


Bulan purnama menyinari penjara di tengah gelapnya malam, ditemani oleh bintang-bintang yang berkelap-kelip, memancarkan cahaya warna-warni. Awan-awan melintas perlahan di langit berwarna biru gelap. Angin malam berhembus pelan. Derap langkah terdengar, semakin lama semakin dekat. Terdengar suara kunci dibuka. Derit timbul saat pintu besi berbahan terbaik itu tergeser dan berdentang begitu salah satu bagian pintunya membentur jeruji besi dari sel lain.


"Yuzumoto Ryugai, kami ingin bicara dengan anda," ucap pemilik dari suara langkah kaki itu yang ternyata merupakan seorang pria berpakaian layaknya petugas kepolisian. Di sebelah kanan dan kirinya, berdiri dua pria dengan setelan serupa.


"Ada apa jam segini? Merepotkan saja. Aku baru saja hampir masuk ke alam mimpi," gerutu sang tahanan sembari bangkit berdiri. Seorang pria berambut biru terang yang terkesan acak-acakan.


"Kami ingin mengundang anda untuk menghadiri beta test dari game VRMMORPG Purity Online malam ini juga."


"Haaaahh? Beta test? Kenapa aku harus menjadi beta tester? Apa untungnya bagiku? Hanya buang-buang waktu saja," ucap tahanan bernama Ryugai itu sembari memalingkan wajahnya dan membalikkan tubuh, kemudian duduk menghadap tembok. "Lagipula kenapa seorang narapidana sepertiku yang harus melakukannya? Jika ingin mencari beta tester, buatlah iklan yang bisa menarik perhatian pemain-pemain game muda!! Dan lagi, kenapa kalian para polisi yang bertugas mengundang orang-orang ke beta test itu? Seharusnya perusahaan penciptanya yang mengundang!! Aku tidak habis pikir."


"Ini wajib, Yuzumoto Ryugai." Mendadak, tatapan mata polisi tersebut berganti menjadi tegas. "Ini perintah."


"Perintah, ya? Hahahahahaha!!!" seru Ryugai sembari tertawa terbahak-bahak seolah meremehkan. "Memangnya kalau aku menolak, apa yang akan terjadi?"


"Kau akan dihukum mati," ujar rekan dari polisi tadi dengan tatapan dingin.


Ryugai beranjak dari selnya. Borgol terpasang di pergelangan tangannya, menimbulkan sedikit suara dentingan logam. Ia kemudian melangkah bersama dengan ketiga petugas polisi yang mengawasinya dengan waspada, takut-takut kalau pemuda itu mencoba untuk kabur. Namun, ternyata itu hanya kekhawatiran semata. Ryugai tak berbuat macam-macam saat melangkah menuju ruangan beta test dengan dikawal oleh polisi. Tampaknya, pemuda itu sudah menyerah sejak percobaan melarikan dirinya yang kelima puluh gagal total.


Hanya butuh waktu beberapa menit bagi keempat pria itu untuk tiba di ruangan beta test. Sebuah ruangan kecil dengan kapsul raksasa seukuran manusia dewasa berada di tengahnya. Berbagai macam kabel menghubungkan kapsul itu dengan puluhan stop kontak di dinding seberang. Kapsul tersebut memiliki warna kelabu dengan garis biru terang melingkar. Lubang berbentuk persegi panjang tampak di sisi atas kapsul, cukup untuk dimasuki oleh orang dewasa. Ketiga polisi yang bersama dengan Ryugai melepas borgol dari tangannya. Pemuda itu agak ragu untuk memasuki kapsul. Namun, karena perintah dari sang polisi, dengan terpaksa ia masuk ke dalam kapsul. Lubang persegi empat seukuran manusia itu tertutup seusai Ryugai memasukinya. Rupanya, lubang itu adalah pintu geser.


Gelap. Setelah pintu tertutup, hanya kegelapan yang memenuhi pandangan. Sensasi-sensasi yang aneh mulai merambati tubuh Ryugai. Ia menghela napas lega, kemudian memejamkan matanya. "Kuharap ini bukan game VR untuk hukuman mati atau semacamnya ...," ucapnya.


Beberapa detik kemudian, suara khas robot terdengar. Sensasi-sensasi aneh yang merambati tubuh Ryugai semakin terasa.


"Login Complete. Game Start. Welcome to Purity Online, fallen one. Let's begin."


To be continued


Yap, kembali lagi bersama author AojinSuzaku yang gemar membunuhi chara ini :v wkwkwkwk. Pada project kali ini, author mencoba membuat sad novel tanpa kematian, dan author juga mencoba untuk membuat sad novel yang agak berbeda dari yang lainnya. Jarang-jarang kan ada sad novel atau anime yang MCnya pembunuh berantai.


Sekian untuk chapter kali ini. Terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan dan sampai jumpa di chapter selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa kritik, saran, vote, dan comment :v Bye!!!


-Author