Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Memori Malam Berbintang (Part 19)



Di tengah kegembiraan, tiba-tiba secercah cahaya muncul dari kegelapan malam di hutan di arah belakang tebing, diikuti oleh titik-titik cahaya lainnya. Siluet-siluet manusia mulai tampak begitu titik-titik cahaya tersebut mendekat, semakin lama semakin jelas. Sosok-sosok tersebut ditemani oleh siluet-siluet hewan yang beterbangan di udara. Wujud asli dari cahaya-cahaya itu ternyata adalah obor yang tergenggam di tangan para prajurit dari pihak pasukan ras manusia.


Begitu mereka bertemu dengan cahaya tebing, warna hitam lenyap dari siluet-siluet mereka. Wujud asli mereka sekarang tampak dengan sangat jelas. Prajurit-prajurit berzirah dan berketopong yang dipimpin oleh Ryugai, Arai, dan Genbu yang memegang obor di garis depan. Senyum terukir di wajah mereka. Ada yang terluka, ada yang setengah dari zirahnya hancur, ada yang ketopongnya rusak, ada yang berpenampilan acak-acakan, tapi semuanya tersenyum dengan amat gembira. Penampilan khas sekumpulan tentara yang baru saja memenangkan sebuah perang.


"Yoo!!" Ryugai melambaikan tangannya diikuti oleh para prajurit lainnya. "Kami pulang!!!"


Para pengungsi bersorak sekali lagi. Para prajurit berpencar. Mereka yang memiliki hubungan asmara dan keluarga dengan salah satu tentara segera berlari dengan riang dan memeluk kerabat atau pasangan hidup mereka.


"Yo, Ryugai!!" Otomura melambaikan tangannya sambil melangkah mendekati Ryugai. Yuukaru dan Kakek Yurato mengekor di belakangnya. "Kau sudah pulang, huh?"


"Hebat kau, bisa mengalahkan boss pasukan musuh sendirian. Ho ho ho." Kakek Yurato menimpali sembari tertawa layaknya sinterklas.


Yuukaru mendekati Ryugai. Senyum manis tergambar di wajahnya yang cukup cantik. Angin malam menerbangkan helai-helai rambut keemasannya, membuat wajah Ryugai langsung memerah seperti gurita. Yuukaru meletakkan tangannya di bahu Ryugai, kemudian menatap pemuda itu dengan lembut.


"Yu-Yuukaru .... Kenapa kau menatapku seper-"


*duaggg!!!*


"AAAAAAWWWWWW!!!" Ryugai tersungkur di tanah, memegangi wajahnya yang baru saja ditinju, sementara Yuukaru mengelus-elus tangannya yang terkepal.


"BODOH!!! KENAPA KAU MENINJUKU?! AKU BARU PULANG BUKANNYA DISAMBUT!!!" sembur Ryugai marah, sementara Kakek Yurato beserta Otomura tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka.


"Hehehe." Yuukaru tersenyum memamerkan gigi-giginya, kemudian secepat kilat mengunci Ryugai dari belakang dan menaruh tinju di lehernya.


*grt* *grt*


"ADUUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUDUUUUUUHHHH!!! ADAAAAAAWWWW!!! WOY!!! APA-APAAN NIH?! BARU PULANG LANGSUNG DI- ADADADADADADADADAAAAAAWWWWWWWWWWWW!!! IYA, IYA!!! ADADAAAAAAWWW!!! LEPASKAN, SAKIT TAHU!!! KAU INI BENAR-BENAR CEWEK YANG- ADADADADADADADADADAAAAAWWWWWWW!!! ADUUUUUHHHH!!! WOY!!! APAAN SIH?! SALAHKU APAAN?! KAU INI- ADAAAAAAAAWWWWWW!!!"


"Kau pergi ke medan perang tanpa izin, tanpa pamit, tanpa memberitahuku. Kau membuatku khawatir setengah mati. ITU SALAHMU!!!" seru Yuukaru sambil mengukirkan senyum psikopat di wajahnya.


Aura pembunuh memenuhi udara di sekitar. Gadis itu menekankan kepalannya semakin dalam ke leher Ryugai, membuat pemuda tersebut kembali menjerit kesakitan dengan suara nyaring, bahkan sampai mengusir hewan-hewan malam. Sekawanan kelelawar beserta burung hantu langsung terbang keluar dari sarang mereka, melintasi langit biru gelap. Teriakan keras itu juga menarik perhatian para pengungsi dan prajurit. Mereka yang tadinya berpelukan dengan gembira kini memandang Ryugai dan Yuukaru sambil memiringkan kepala kebingungan.


"AAAAA!!! IYA, IYA!!! AKU MINTA MAAF!!! AAAAAAA!!! JANGAN KASAR-KASAR DONG, JADI CEWEK!!! NANTI JOMBLO ABADI L- AAAAAAGGGHHHH!!! IYA, IYA!!! AMPUUUUUNNN!!! AMPUUUUUUUNNNN!!! KUREMUKKAN TANGANMU NANTI, YA!!"


"Siapa yang akan diremukkan tangannya?" tanya Yuukaru sembari terus mempertahankan senyum bengisnya dan mempererat jepitan kepalannya di leher Ryugai.


*gggrrrrttt*


"AAAAAA!! IYA, IYA!! AMPUN!!! Hentikan!!! HENTIKAN!!! AAAAAAAA, IYA!! AKU MINTA MAAF!!!"


"Hmph." Yuukaru menghembuskan napasnya kesal, kemudian melepaskan jepitan kepalan tangannya dari leher Ryugai. Pemuda berambut biru itu kini akhirnya bisa bernapas dengan lega. Keringat benar-benar membanjiri tubuhnya.


"Kali ini kumaafkan, tapi lain kali tidak lagi. Camkan itu, bodoh." Yuukaru membalikkan badannya seperti anak kecil yang merajuk.


"Kasar sekali, sih ...." Ryugai mengelus-elus lehernya yang masih berdenyut-denyut.


"Mengalahkan monster kau bisa, tapi menahan serangan pacarmu kau tidak bisa. Kau benar-benar memalukan, Ryugai," ejek Otomura sambil terkekeh geli.


"Diam!!" seru Ryugai dengan gusar. "Lagipula, siapa yang mau pacaran dengan nenek sihir seperti dia?!"


"Apa yang kau bilang tadi ...?"


"Ukh ...."


*gulp*


Ryugai menelan ludahnya dan bergidik ngeri begitu ia merasakan aura pembunuh yang amat kelam dari arah tubuh Yuukaru. Seketika, gadis tersebut kembali mengunci tubuhnya dan menekankan tinjunya di leher Ryugai.


"ADADADADADADA!!! IYA!!! Cu- Eh?"


Ryugai terkejut. Dia membuka matanya ketika merasakan sentuhan-sentuhan lembut meraba wajahnya. Jari-jemari halus dan lentik milik Yuukaru tengah meraba wajah Ryugai, membuat mukanya memerah.


"Terima kasih sudah pulang dengan selamat, Ryugai." Yuukaru berucap dengan senyum manis tergambar di wajahnya.


Ryugai terpana karena senyuman itu. Wajahnya tak bisa bergerak sedikitpun. Dengan susah payah, digerakkannya mulutnya untuk melontarkan ujaran.


"Y-Ya ...."


Ryugai: berisik lu thor >:v


Author: 😏😏😏)


β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”


"Wah ..., perut sudah kenyang ...." Ryugai memasuki kamarnya sambil meraba perutnya. Dia baru saja selesai menyantap makan malam yang dimasak oleh Yuukaru menggunakan persediaan bahan makanan.


"Perang juga sudah berakhir. Sekarang aku bisa tidur dengan tenang. Lagipula sekarang sudah hampir tengah malam." Pemuda itu menatap jam yang tergantung di dinding kamarnya dan menunjukkan pukul 23:45.


Ryugai bergegas mematikan lampu sihir di kamarnya, kemudian bergelung di balik selimutnya yang hangat. Meski tubuhnya sudah siap untuk memasuki alam mimpi, kedua matanya tak mau terpejam dan terus menatap ke langit-langit yang remang-remang karena disinari oleh cahaya rembulan.


"Besok ..., hari terakhirku di dunia virtual ini, ya ...."


"Apa aku harus menyatakannya ... besok? Tapi, aku agak ragu. Lagipula, dia hanyalah seorang NPC. Bagaimana cintaku dengan sekumpulan data akan bisa berjalan mulus?”


Diacak-acaknya rambutnya. Rambut biru terangnya yang sudah berantakan dari awal itu kini makin acak-acakan. "Sial ... apa yang harus kulakukan ...? Aku bingung sekali."


Di tengah kebingungannya, tanpa sengaja dia melihat siluet manusia di tirai jendelanya. Pemuda tersebut bangkit dari ranjangnya dan menggeser gorden jendela kamarnya yang mengarah ke halaman belakang. Tampak seorang gadis berambut keemasan sebahu sedang duduk di kursi, menatapi langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang.


"Yuukaru?" Kedua alis Ryugai sedikit bergerak. "Apa yang dia lakukan tengah malam begini?"


Merasa penasaran, Ryugai pun beranjak keluar dari kamarnya dan menuju halaman belakang tanpa disadari oleh Kakek Yurato dan Otomura yang telah terlebih dahulu tertidur pulas.


β€œYo,” sapa Ryugai. β€œApa yang kau lakukan malam-malam begini?” tanyanya sambil duduk di samping Yuukaru.


β€œOh, Ryugai. Selamat malam.” Yuukaru tersenyum ramah. β€œAku hanya teringat kenangan ketika aku pertama bertemu dengan Kak Otomura,” sahutnya.


β€œWaktu itu juga sama seperti malam ini. Bulan separuh dengan bintang-bintang menghiasi langit. Bintangnya tak terlalu banyak, tapi cukup untuk memanjakan hatiku.”


β€œNgomong-ngomong, Ryugai, kau bukan berasal dari dunia virtual ini, β€˜kan?”


β€œTa-Tahu dari mana?!” Kedua mata Ryugai membelalak lebar. Dia terperanjat. β€œBagaimana bisa seorang NPC mengetahui hal itu?!”


β€œTidak sopan!!” Yuukaru menggembungkan pipinya. β€œAku manusia, tahu!!”


β€œAh, iyakah? Kalau begitu, apa kau juga beta tester sepertiku?” tanya Ryugai.


β€œAku adalah alpha tester, peserta dari test yang dilaksanakan sebelum beta test.”


β€œHeeeh?!” Ryugai terbelalak untuk kedua kalinya. β€œLa-Lalu kenapa kau tidak kembali ke dunia nyata? Masa beta test-mu sudah selesai, β€˜kan?”


β€œKarena ... aku menolak untuk kembali ke dunia nyata ...,” ucap Yuukaru sembari menatap bulan dan bintang-bintang yang tergantung di angkasa. Bulan sudah mencapai puncak langit dan sekarang mulai bergerak turun, menandakan bahwa tengah malam sudah tiba. Sekarang adalah pukul 00:00. Hari baru telah dimulai.


β€œAku menolak takdirku, karena itu aku memilih untuk tetap berada di dunia ini. Para peserta alpha test lainnya juga memilih untuk tinggal di dunia ini. Karena itulah, test itu gagal dan digantikan dengan beta test.”


β€œHei, Ryugai .... Apa kau tertarik untuk ... mendengarkan cerita tentang kehidupanku?”


To be continued


Yap akhirnya Ryugai tidak jomblo lagi XD awokwokwokwok *ditampol Ryugai.*


Ryugai: Woy dibilangin jangan bilang-bilang. Dasar ember bocor lu thor >:v


Wkwkwkwkwk XD Gapapa, daripada kau jadi jomblo ngenes selamany-?!


*DUAK!!!* *BUAKK!!!* *DAAAAKKK!!!*


AAAAAAAAA!!! IYA, IYA!!! BECANDA DOANG!!! SAYA BECANDA DOAAAANGGG!!! AAAAAAAAAAAAAAA!!! NAJIS BAPERAN KAU AH!!! AAAAAA IYA IYA AMPUUUUNNN!!! TOOOOOLLLOOOOOOONNNGGGGGGGGG!!!


β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”


Next Chapter:


Day 63: Ketidakadilan (Part 1)