Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Serangan yang Terlalu Awal (Part 1)



"Di sini Kepala Angkatan Udara Rai. Bagaimana keadaan di sana?" Sebuah notifikasi sihir komunikasi mendadak muncul di hadapan salah satu prajurit angkatan udara yang sedang berpatroli di langit Laut BluGlass dengan menunggangi phoenix hitam miliknya, Tenebris. Wajah Kepala Angkatan Udara Rai Asanobu terproyeksi di layar sihir. Tampak beberapa prajurit lain juga sedang berpatroli di sekeliling prajurit yang dihubungi itu dengan menunggangi Summon Animals bertipe hewan terbang. Jenisnya beragam. Ada phoenix, elang, falcon, capung raksasa, lebah raksasa, camar raksasa, bahkan sampai yang menunggangi kupu-kupu raksasa juga ada. Namun, ada satu jenis hewan udara yang tidak digunakan oleh para prajurit patroli, yaitu buwung puyuh :v


(*plak!!!*


Author: WOY BACAIN NARASI YANG BENER!!! >:V MAU GAJI LU GUA KURANGIN?!


Narator: Jangan dong thor, masa gaji udah Rp500 mau dikurangin lagi T^T


Author: Makanya kerja yang bener!!! >:v)


Sang Surya baru saja terbit dan menjauhi permukaan laut, memancarkan cahaya keemasannya yang menyilaukan. Hari ke-62 telah tiba, dihitung sejak Ryugai masuk ke dunia Purity Online. Langit biru turqoise berhiaskan awan-awan seputih salju berpadu dengan permukaan air laut yang jernih bagaikan kristal. Sesekali kawanan burung camar melintas di atas birunya lautan. Ya, pemandangan ini sangat cocok untuk liburan. Bahkan prajurit tadi sempat lupa bahwa tempat indah ini akan menjadi medan tempur.


"Ini prajurit angkatan udara divisi patroli Laut BluGlass nomor 17, tipe phoenix hitam. Keadaan aman terkendali," sahut prajurit itu. "Sejauh ini belum ada tanda-tanda pergerakan. Palingan hanya lumba-lumba dan paus di bawah sana."


"Terus awasi dan jangan lengah. Aku khawatir mereka akan melakukan serangan dadakan," perintah Sang Wakil Kepala Angkatan Udara, Katsuki Asajima. Ia menoleh ke seseorang di sampingnya. "Wakil Kepala Prajurit Dai, apa anda sudah membangun tembok besar seperti yang diperintahkan?"


"Ya, sudah." Itu jelas suara Wakil Kepala Dai. Hanya saja wajah dan tubuhnya tak kelihatan karena tidak masuk ke wilayah jangkauan kamera.


“Hei, Wakil Kepala Aojin.” Kepala Prajurit Rai Asanobu mencolek bahu Wakil Kepala Angkatan Laut Aojin Volt. "Anda sudah menyiapkan yang 'itu', kan?"


"Oh, yang itu," sahut Wakil Kepala Aojin. "Sudah."


"'Itu'? Apa maksud kalian?" Sang Prajurit memiringkan kepalanya bingung.


"Ah, nanti juga kau akan mengerti," ujar Wakil Kepala Aojin. "Sudah, ya. Kemungkinan di sekitarmu ada yang menyadap. Kami tak bisa berlama-lama dan mengambil risiko bocornya informasi rahasia militer. Sampai jumpa."


"Apa yang mereka rencanakan, ya? Aku jadi penas- UWAAAAAA!!!"


Belum sempat si prajurit menyelesaikan kalimatnya, sebuah bola energi cahaya telah terlebih dahulu menghantam sayap kiri dari phoenix hitam miliknya, membuat hewan itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya tercebur ke laut.


"SERANGAN!!!" seru Sang Kepala Divisi dengan suara lantang sembari menunjuk sekumpulan kapal perang besar di bawah yang dikelilingi oleh monster-monster bertipe hewan laut. "SERANGAN DADAKAN!!! BENTUK FORMASI!!! MEREKA ADA DI ARAH JAM 11!!! JANGAN BIARKAN MEREKA TIBA DI PANTAI BLUGLASS!!!"


"Baik!!!"


"Sial!!!" Kepala divisi menggerutu di dalam batinnya. "Mereka bilang akan memberi waktu tiga hari!!! Serangan ini terlalu awal!!!"


Kepanikan mulai timbul di wajah pria paruh baya bertubuh kekar tersebut. Namun, tak lama kemudian, ekspresi wajahnya berganti menjadi senang dan bersemangat. Ia baru saja teringat akan sesuatu. Senyum terukir di wajah gagahnya. Kumis tebalnya membuat ia tampak cukup menawan bagi kaum wanita.


"Tapi, tidak masalah. Semua persiapan sudah selesai. Benar, 'kan, para petinggi?"


To be continued


Yooo!! Kembali lagi bersama author :v Perang strategi akan dimulai, nih!! Adu kecerdasan antara Greed dengan Ryugai akan segera dimulai!! Setiap keputusan yang Ryugai ambil berpengaruh besar bagi kelangsungan Desa Arafubi. Apakah Ryugai akan mampu menyelamatkan Desa Arafubi dari serangan pasukan 99 ras monster? Atau malah Desa Arafubi akan hancur gara-gara dia? Saksikan di chapter berikutnya :v


Terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca chapter ini. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa krisar, vote, dan comment yaa. Sampai jumpa lagi ^^


Next Chapter:


Day 62: Perang Dimulai!! Perwujudan Strategi Kraken (Part 2)