Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
After Story 1: Tujuh Tahun Kemudian



Ryugai POV


Tujuh tahun telah berlalu. Kini usiaku sudah 24 tahun. Masyarakat di kota ini pun sudah mulai melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Mereka sudah tidak kenal lagi siapa itu Ryugai si pembunuh berantai. Ya, begitu eksperimen Purity Online usai, aku langsung dibebaskan dari rumah tahanan. Aku mencoba menjalani kehidupanku seperti biasa, tapi saat itu tingkat kesulitannya bertambah menjadi berkali-kali lipat karena sulit sekali untuk kembali ke sekolah dengan wajah yang dikenal sebagai pembunuh berantai.


Akhirnya, aku terpaksa mencari pekerjaan sambil bekerja sambilan. Setelah beberapa tahun hidup seperti gelandangan dan dibenci serta dihindari oleh banyak orang, akhirnya aku menemukan orang yang baik hati dan mengizinkanku tinggal di apartemen miliknya. Aku kemudian mendapat pekerjaan di sebuah panti asuhan yang letaknya agak jauh dari apartemen tempat tinggal sehingga aku perlu naik kereta untuk pulang-pergi ke sana, tapi tidak apa-apa. Setidaknya mereka menerimaku dengan tulus dan tidak menganggapku sebagai sesosok iblis yang harus dijauhi.


Ternyata dugaanku selama ini salah. Orang baik bukan hanya khayalan. Ada sebagian orang di dunia ini yang benar-benar baik dan mau membantuku. Saat ini pun, aku sedang bermain-main dengan anak-anak yatim piatu yang dititipkan di panti asuhan. Ya, aku tidak masalah mendapat pekerjaan ini meskipun gajinya tidak terlalu banyak. Anak-anak yang polos itu ..., aku tidak ingin mereka menjadi pribadi yang sama dengan diriku di masa lalu.


Ya, aku tahu. Kalian pasti berpikir dengan kecerdasanku itu, seharusnya aku mendapat pekerjaan yang lebih layak seperti ilmuwan, dokter, atau semacamnya, tapi aku sama sekali tidak menyesal mendapatkan pekerjaan ini. Aku juga tidak menyesal atas masa laluku dan aku juga tidak menyesal menjadi pembunuh berantai, karena dosa itulah yang mempertemukanku dengan dunia pemulih. Dunia di mana setiap jiwa yang tercemar oleh kegelapan dimurnikan. Dunia virtual penyembuh Purity Online.


Jika bukan karena uang, lalu apa tujuanku bekerja di sini?


Karena aku ingin menciptakan dunia kebahagiaan. Aku ingin menciptakan dunia di mana diriku yang dulu tidak ada lagi. Dunia di mana keadilan mutlak ditegakkan dan setiap orang mendapat hak yang pantas dia dapatkan. Dunia tanpa penderitaan. Dunia di mana semua orang bisa tersenyum tanpa beban. Dunia tanpa tangis dan tanpa ratapan. Tanpa ada satupun orang yang mengutuk takdirnya. Tanpa ada satupun orang yang menyalahkan Sang Pencipta. Dunia yang bagaikan surga. Di mana semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan yang sudah sepantasnya mereka dapatkan. Aku ingin mewujudkan dunia itu ....


Aku tersenyum sembari memandang anak-anak yang tengah tertawa dengan bahagia. Kualihkan pandanganku ke arah jendela. Di balik kaca, langit biru luas membentang dihiasi oleh awan-awan seputih kapas.


"Ayah ..., ibu ...."


"Seperti saat kalian melindungi senyumanku, aku juga akan melindungi senyuman anak-anak ini."


Aku memandangi empat cincin elemen yang terpasang di jari-jari tangan kiriku. Kenangan-kenangan dari masa-masa beta test Purity Online membanjiri benakku. Kenangan akan empat kawan lamaku kembali terproyeksi di benakku. Shiro, Arai, Genbu, dan Akiyama. Dan juga gadis yang menyebalkan satu itu, Yuukaru. Aku juga tak tahu kenapa cincin-cincin ini bisa terbawa ke dunia nyata. Yaahh ..., anggap saja kenang-kenangan dari developer. Awalnya aku membenci para developer itu, tapi sekarang aku sangat berterima kasih kepada mereka. Tanpa mereka, mungkin sampai sekarang hatiku masih membeku.



(Ilustrasi by: my friend :3 mau tag tapi orangnya gak punya akun di sini)


Tanpa kusadari, air mata mulai menggenangi sudut mataku. Aku bergegas menghapusnya. Wajah Yuukaru kembali tergambar di benakku, membuat wajahku sedikit memanas dan mungkin agak memerah.


"Ah, tidak. Kakak cuma sedang bernostalgia."


"Kok senyam-senyum?" Anak lainnya menatapku dengan tatapan jahil. "Kakak kepikiran sama pacar, ya?"


"Ah, kalian ini!! Masih kecil jangan ngomong soal pacar-pacaran!!!"


"Lari!!! Kak Ryugai ngamuk!!!"


"Hei, jangan kabur kalian, ya!! Anak-anak nakal!! Hahahaha."


——————————————————


"Selama kita percaya dan berharap ...."


"Maka kita pasti akan bertemu kembali ...."


"Meski saat ini kita terpisah jauh ...."


"Bukan begitu, Yuukaru?"


——————————————————————


To be continued


Thanks very much for 10K views ^^