Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
[Season 2] Chapter 1: Awal yang Baru



Desember 2090.


Langit malam dengan salju-salju putih menghiasi bangunan dan jalanan, membuat Tokyo menjadi semakin indah. Pohon-pohon natal, lampu-lampu jalanan, dan lampu-lampu rumah menerangi jalan-jalan, mengusir kegelapan. Suasana khas natal terasa sangat jelas. Orang-orang dan kendaraan berlalu-lalang di jalanan hanya untuk sekedar hangout atau menikmati suasana natal. Yah ..., wajar, sih .... Suasana yang seperti ini, 'kan, cuma ada setahun sekali. Ini kesempatan langka bagi mereka.


Namun, berbeda dengan orang-orang itu, keluarga Yuzumoto memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka dan menghias pohon natal.


"Yang itu, kurasa sebaiknya ditaruh di sebelah kiri!!" ucap Ryugai memberi instruksi. "Yang itu, di kanan!! Ya, ya. Benar!! Dahan yang itu!!"


"Bagus!!" Ryugai tersenyum sambil mengusap kepala kedua putranya. "Kalian anak-anak pintar!!"


"Pastinya, dong." Yuukaru menimpali sambil membawa sepiring kue yang baru saja matang dan meletakkannya di atas meja, membuat anak-anak bernama Yamamura dan Aojin itu bersorak gembira dan langsung berlari ke arah meja.


"Yeay!!! Kue!!!"


Seperti anak-anak pada umumnya, mereka sangat menyukai kue-kue natal. Dalam waktu singkat, sebagian kue sudah mereka makan. Itu membuat Ryugai terkejut.


"He-Hei, tunggu dulu!!! Ayahmu ini belum kebagian!! Heyy!! Heiii!!!"


"Tenang saja, sayang. Aku bisa buatkan lagi," ucap Yuukaru sembari melangkah mendekat ke arah Ryugai dan memegang pipinya, membuat wajah Ryugai memerah seperti lobster. Mendadak, Yuukaru tertawa terbahak-bahak.


"GHAHAHAHAHAHAHAHA!!! GHAHAHAHAHAHA!!! Kau lucu sekali saat sedang salah tingkah begitu, sayang!!!"


"Apanya ... yang lucu?" tanya Ryugai dengan bulir keringat mengalir di kening.


"Tentu saja kau!!" Saking hebatnya tawa Yuukaru, ia sampai mengeluarkan air mata karena kelenjar air matanya tertekan. "Lucu sekali!!! Kau tidak pernah berubah meskipun sudah 12 tahun berlalu!!!"


"Hentikan!!" seru Ryugai dengan telinga yang mengepulkan asap. "Itu tidak lucu sama sekali, tahu!!"


Namun, Yuukaru malah tertawa semakin hebat, bahkan sampai memukul-mukul dinding dan lantai.


"Kubilang jangan tertawa, bodoh!!"


Yamamura dan Aojin yang melihat itu pun tersenyum, lalu ikut tertawa bersama ibu mereka, membuat Ryugai menjadi semakin jengkel.


""Hahahahaha!!! Hahahaha!!!""


"Hei. Kalian jangan ikut-ikutan, anak-anak pengkhianat!!"


——————————————————————————————


"Ugh ...!! U-Ugh!!" Aojin terlihat kesulitan menaruh hiasan di dahan bagian atas dari pohon natal. Dia berusaha berjinjit, tapi dahan tersebut sama sekali tak bisa ia raih. Akhirnya dia mengerucutkan bibirnya, cemberut. "Ah!! Susah sekali, sih!!"


"Payah sekali." Yamamura terkekeh. "Berikan padaku. Biar kakak yang melakukannya."


"Sial. Susah sekali, sih!!" Akhirnya dia juga menyerah, sama seperti adiknya.


"Dasar kalian ini ...," ucap Ryugai sambil tertawa kecil dan mengambil hiasan yang dipegang oleh Yamamura. "Kalau memang tidak bisa, tidak usah dipaksakan," lanjutnya sembari menggantungkan hiasan tersebut di dahan pohon natal.


"Ayah hebat!!" puji Aojin.


"Makanya kalian banyak-banyak minum susu dan makan makanan yang bergizi, supaya cepat tumbuh tinggi seperti ayah kalian ini." Ryugai mengangkat kepalanya dengan bangga.


Tiba-tiba, suara bel terdengar. Yuukaru bergegas menuju pintu depan untuk menyambut sang tamu. Perlahan, dibukanya pintu depan rumah. Ternyata yang berada di depannya adalah sosok yang sudah tidak asing lagi baginya. Sosok yang sudah dia kenal baik.


"Selamat malam. Maaf jika aku mengganggu." Sosok itu tersenyum memamerkan gigi-giginya.


"Ah, Kak Otomura!!" Yuukaru tersenyum ramah dan langsung menyingkir dari depan pintu. "Tumben sekali kau datang!! Silakan masuk."


Otomura segera melepas sweeter, syal, dan sepatunya, lalu melangkah menuju ruang tamu yang terhubung langsung dengan pintu depan, di mana keluarga Yuzumoto tengah menghias pohon natal. Ryugai yang melihat kedatangan sahabatnya langsung menyambutnya dan melakukan salam kepalan tangan.


"Hei, kawan!!" sambut Ryugai. "Apa kabar? Novelmu bagaimana?"


"Tentu saja baik." Otomura tersenyum sambil melambaikan tangannya. "Karierku masih lancar-lancar saja, bahkan hasil penjualan novelku mengalami kenaikan pesat!!"


"Wah. Selamat, ya!!"


Ya. Mereka sudah bertemu lagi sejak musim semi setahun yang lalu, di acara pembagian tanda tangan novel karya Otomura. Waktu itu anak-anak Ryugai tidak ikut, jadi wajar kalau mereka tidak mengenalnya dan terlihat kebingungan sekarang.


"Mereka anak-anakmu?" tanya Otomura sambil menatap Yamamura dan Aojin.


"Tentu saja. Memangnya anak siapa lagi?" Ryugai terkekeh. "Yang berambut keemasan bernama Yamamura, sedangkan yang berambut biru bernama Aojin."


"Oh, ya. Kalian belum pernah bertemu dengan paman ini, ya?" Ryugai menoleh ke arah kedua anaknya. "Perkenalkan, ini paman Otomura, teman ayah."


Otomura berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan anak-anak itu. "Salam kenal," ucapnya dengan ramah.


To be continued


Yap, seperti yang sudah kalian ketahui, novel ini gajadi tamat XD awokwokwokwok. Habis udah rame dan banyak chapternya, jadi sayang aja kalo langsung tamat gitu. Dan kebetulan teman-teman author juga menyarankan untuk membuat season 2-nya, dan kebetulan juga ada ide yang mengalir di kepala author. Jadi daripada buat novel baru lagi tapi semangat di awal doang dan akhirnya gak keurus, mending tuh ide author jadiin season 2 dari novel ini :v


Kenapa author upnya sekarang? Katanya mau nunggu 30K views dulu? Karena sudah hampir 30 hari sejak novel ini update, dan author bahkan sudah dapat notifikasi dari MT. Jadi ya daripada kesempatan rekomendasi dan kontrak hilang, mending author up sekarang aja. Lagian idenya juga udah ada di kepala author.


Sekian untuk chapter pertama dari season 2 di novel ini. Terima kasih sudah membaca, dan jangan lupa berikan krisar (kritik dan saran). Sampai jumpa!!


-Author