Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 63: Virtual Dive (Part 3)



"Project ... Purity Online?"


"Ya," sahut sang petugas kepolisian. "Para alpha tester yang terpilih akan melakukan virtual dive ke dalam dunia virtual Purity Online."


"Dunia virtual?" Yuukaru terlihat semakin kebingungan. "Maaf sebelumnya, tapi boleh saya tahu ... apa tujuan dari project ini?"


"Itu adalah rahasia negara," ujar petugas tersebut. "Kami dilarang untuk memberitahukan semua penjelasan yang berkaitan dengan project ini kepada para alpha tester."


"Anu ..., apakah test ini wajib dilakukan? Apakah narapidana yang terpilih bisa menolak?"


"Tidak bisa," sahut si polisi. "Jika kau menolak, maka hukuman mati menantimu."


"Begitu, ya," ucap Yuukaru. "Kalau begitu, apa boleh buat. Aku akan menjalani test itu."


Sang petugas polisi mulai mengeluarkan kunci dan memasukkannya ke dalam lubang gembok, kemudian memutarnya. Sementara petugas itu mengutak-atik gembok, dua orang polisi pria yang lain muncul dan berdiri di belakang polisi tadi. Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam sel setelah pintu terbuka.


"Kami akan membawamu ke ruangan tesnya sekarang." Petugas itu berucap sambil memasangkan borgol di kedua tangan Yuukaru. Gadis berambut emas itu melangkah keluar, meninggalkan sel tahanan. Dua polisi lain berjaga di kedua sisi tubuh Yuukaru, sementara petugas polisi yang tadi membuka gembok sel memimpin di depan.


"Jangan coba-coba untuk kabur. Kami punya senjata, dan kami tak akan ragu-ragu untuk bertindak tegas jika tindakan itu memang diperlukan," peringat petugas itu.


————————————————————————————————


Yuukaru beserta ketiga petugas polisi yang mengawalnya kini telah tiba di sebuah ruangan yang memiliki kapsul besar seukuran manusia tepat di bagian tengah. Kabel-kabel yang berwarna-warni tampak menghubungkan kapsul itu dengan puluhan stop kontak. Di sisi atas kapsul terdapat lubang berbentuk persegi panjang seukuran manusia dewasa. Mereka berempat mendekati kapsul tersebut. Salah seorang petugas melepas borgol di tangan Yuukaru.


"Masuklah ke dalam kapsul itu," perintah petugas tersebut.


"Baik." Yuukaru mengangguk, meski sebenarnya dia memiliki perasaan yang tidak enak tentang ini. Dia cemas. Siapa yang tahu apa yang akan menunggunya di dalam kapsul? Penyiksaan? Simulasi kematian virtual yang dilakukan secara berulang-ulang? Gelombang listrik berbahaya yang mampu membunuh tubuhnya di dunia nyata?


Beberapa detik kemudian, suara khas robot terdengar. Sensasi-sensasi aneh yang merambati tubuh Yuukaru semakin terasa.


"Login Complete. Game Start. Welcome to Purity Online, fallen one. Let's begin."


"Eh? Fallen One? Maksudnya-"


Ucapan Yuukaru terputus karena cahaya putih yang menyilaukan menerpa tubuhnya. Dia mulai menggerakkan lengan kanannya untuk menutupi kedua matanya."Apa ini? Bukannya tadi gelap gulita, ya? Apa ini?"


Yuukaru membuka kedua matanya. Suasana hutan yang masih sangat alami bergegas menyambutnya. Sinar matahari menembus di sela-sela dedaunan pohon yang rimbun. Angin sepoi-sepoi menerpa deretan pepohonan di kiri dan kanan, membuat dedaunan bergoyang-goyang. Merasakan sensasi di punggungnya, Yuukaru pun menyadari bahwa saat ini tubuhnya sedang terbaring di rerumputan. Ia bergegas bangkit menuju posisi duduk.


"Pemberitahuan: Anda sedang berada di dunia Purity Online. Waktu maksimal anda di dunia ini adalah 9 minggu di dunia Purity Online, yaitu 9 jam di dunia nyata." Suara khas robot tersebut kembali terdengar di telinga Yuukaru.


"Heh? Purity Online? Maksudnya apa?" Yuukaru memiringkan kepalanya kebingungan.


"Maksudnya apa, sih?"


To be continued


Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca novel ini dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan comment supaya author bisa terus berkarya ^^ Sampai jumpa di chapter selanjutnya!! Bye bye!!


Next Chapter:


Day 63: Otomura Yamato (Part 4)