
"Eliminate!!! Eliminate!! Eliminate!!! Eliminate!!! Eliminate!! Eliminate!!"
Simbol galaksi di mata malaikat-malaikat itu mulai menyala dan menembakkan sinar putih yang langsung mengarah ke tubuh Yamamura. Menyadari bahwa kakaknya sedang dalam bahaya, Aojin pun bertindak cepat dengan cara mendorong tubuh kakaknya.
"Awas, kakak!!!"
"Yuukaru, tiaraaapp!!!"
Suara ledakan yang nyaring terdengar. Sinar-sinar itu meleset dan menghantam dinding yang terletak tepat di samping pintu masuk hingga menimbulkan lubang yang cukup besar.
"Heeii!! Kalian berdua tidak apa-apa?" Ryugai menghampiri kedua putranya.
"Kami baik-baik saja, ayah. Tapi ..., itu!!" Yamamura menunjuk para malaikat yang tengah bersiap untuk menembakkan sinar kedua.
"Percobaan eliminasi pertama, gagal. Bersiap untuk percobaan kedua .... Persiapan selesai."
"Awaaass!!!" Ryugai mendekap kedua anaknya secepat kilat dan menghindari serangan sinar itu.
"Waaaa!!!"
"Kyaaaa!!!"
*duaaarr!!!*
"Yuukaru, berlindunglah!! Cari benda yang bisa dijadikan penghalang!!" perintah Ryugai.
"Baik!!" sahut Yuukaru sembari mengangguk.
"Untung saja bakat pembunuhku masih ada di dalam diriku ..., jadi aku masih bisa bergerak dengan tangkas."
"Tapi ..., sampai kapan kami akan bisa selamat jika hanya terus menghindar seperti ini?"
Sinar ketiga ditembakkan. Ryugai segera berguling bersama Aojin dan Yamamura. Belum sempat dia bernapas lega, sinar keempat sudah ditembakkan.
"Awaaasss!!!"
*blaaaarrr!!!*
Ledakan terjadi sekali lagi. Ryugai nyaris tidak sempat menghindar. Dia terpental dan menabrak dinding, sementara Aojin mendarat di salju dan Yamamura membentur tembok hingga tak sadarkan diri.
"Agh .... Sakit sekali ...." Ryugai memegangi punggungnya yang dipenuhi memar. "Ternyata ketangkasanku tidak sebesar dulu ketika aku masih muda."
"Kak Yamamura!!! Apa yang terjadi?!"
Ryugai terkejut begitu dia melihat putra sulungnya terbaring tak berdaya di tengah salju. Begitupun Yuukaru. Mereka berdua segera menghampirinya, sedangkan Aojin berlutut di sampingnya.
"Kak Yamamura!! Apa yang terjadi? Buka matamu!!!"
Simbol galaksi di mata para malaikat menyala sekali lagi. Sinar kelima sudah siap untuk ditembakkan. Ryugai menatap malaikat-malaikat itu dengan tatapan yang nyaris putus asa.
"Kau bercanda, 'kan?!"
"Aku ... susah-payah berjuang selama ini ... hanya untuk mati seperti ini?"
"Jadi, APA ARTI DARI HIDUPKU YANG SEBENARNYA?!"
"APA GUNANYA PERJUANGAN HIDUPKU SELAMA INI?!"
"Apa aku hanya sedang dipermainkan oleh dewa?!"
"Yamamura!! Ada apa?!" Yuukaru menggoyang-goyangkan tubuh putranya itu, tapi tak ada hasilnya. Anak berambut emas itu tak kunjung membuka matanya.
"Hei ...." Sebuah suara terdengar di alam bawah sadar Yamamura. "Jangan hanya tidur saja .... Ingat, kau punya tugas yang harus dilaksanakan."
"Jangan biarkan mereka menghalangimu. Bangunlah ...."
"Bangkitlah!!!"
(Supaya feelsnya nambah, bacanya bisa sambil dengerin soundtrack ini. https://youtu.be/\-\_kW1V1ya6w)
Simbol matahari berwarna oranye perlahan timbul di dada Yamamura. Anak itu membuka matanya dan bangkit berdiri. Kedua pupil matanya telah berganti warna menjadi oranye.
Sinar kelima sudah ditembakkan. Yamamura mengangkat tangan kanannya, lalu menangkis sinar-sinar tersebut menggunakan lingkaran sihir berwarna jingga seukuran tubuh manusia dewasa.
"Akhirnya datang juga ...," ucap para malaikat secara bersamaan dengan suara yang menggema ke segala arah. "Kau sudah bangkit kembali ...."
"Tidak akan kami biarkan kau bangkit sepenuhnya ...."
Simbol galaksi di mata mereka menyala sekali lagi. Panah terpasang di busur-busur cahaya, siap ditembakkan. Para malaikat bertangan meriam juga tengah mengumpulkan energi untuk ditembakkan. Malaikat-malaikat bersenjatakan pedang cahaya juga tak mau kalah. Mereka memanjangkan pedang mereka hingga mirip dengan lightsaber.
"Eliminate!!! Eliminate!!! Eliminate!! Eliminate!! Eliminate!! Eliminate!!!"
Sinar keenam ditembakkan, bersamaan dengan ditembakkannya meriam, panah cahaya, dan saber beam. Semua serangan itu melaju dengan kecepatan yang menyamai cahaya ke arah Yamamura. Namun, bocah itu bisa menangkisnya hanya dengan memperbesar lingkaran sihirnya menjadi sebesar rumah saja.
Menyadari bahwa serangan jarak jauh tak mempan sama sekali, para malaikat pun menghampiri Yamamura dengan pedang terhunus. Sambil menyipitkan kedua matanya untuk meningkatkan fokus, Yamamura menunjuk ke depan, lalu mengeluarkan beam berwarna oranye yang langsung membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya sampai jumlahnya pas dengan jumlah para malaikat dan mampu menghabisi mereka.
Malaikat-malaikat tersebut menggunakan perisai untuk melindungi diri, tapi sia-sia saja karena sinar milik Yamamura dapat dengan mudah menembus perisai mereka. Beberapa malaikat yang selamat karena berhasil menghindar langsung membuka lubang dimensi kembali dan kabur. Yamamura menembakkan beam sekali lagi, tapi pancaran cahaya jingga itu hanya mengenai bagian luar lubang dimensi saja.
"Terkutuklah kau, Elterior!! Kau adalah 'threat' bagi alam semesta ini!! Kami tidak akan pernah membiarkanmu lolos dan membahayakan semesta, tidak akan!! Terkutuklah kau!!!" seru salah seorang malaikat sebelum akhirnya lubang dimensi menutup sepenuhnya.
To be continued
Yap, sekarang semuanya sudah terungkap!! Kalian yang baca SpiRaTenGaMi pasti sudah tahu, 'kan, siapa itu Elterior? Yaps benar sekali. Musuh bebuyutannya si MC alias Hiiro Matsumura Verenian Divinecross. Sekarang kalian ngerti, 'kan, kenapa season 2 ini judulnya tertera di deskripsi: 'Neironius Online - The Tale That Connects All'?
Sekian untuk chapter kali ini dan sampai jumpa di chapter selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan comment.
-Author