
"Hahahahahahahahaha!!! Semuanya lari kocar-kacir seperti tikus!!!" Sembari tertawa terbahak-bahak, Sang Kapten Tengkorak menaikkan kaki kanannya ke pagar pembatas. Tampaknya, ia sudah benar-benar kehilangan akal.
"Para slime!!! Serbu mereka!!! Serbu!!! Jangan biarkan mereka lolos!!!"
Para prajurit Angkatan Udara berbalik arah, melesat menuju pantai BluGlass dengan kecepatan tinggi. Di belakang mereka, kapal-kapal perang beserta pasukan monster udara berusaha menyusul. Adegan ini tampak bagaikan lomba balap mobil F1, bagai mobil-mobil balap yang saling kejar-mengejar, berlomba-lomba menjadi yang pertama menggapai garis finish.
"Sedikit lagi!!! Sedikit lagi kita bisa mencapai pantai!!!" seru Kepala Divisi. "Berjuanglah, semuanya!!! Jangan sampai kita terkejar!!!"
"Baik!!!"
Seluruh prajurit yang merupakan anggota Divisi Patroli Angkatan Udara berseru serempak. Semangat membakar hati mereka. Hewan tunggangan para prajurit melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan saking tingginya sampai-sampai angin kencang bertiup ke arah yang berlawanan dengan laju mereka.
"Walaupun kalian mencoba kabur ke pantai, itu adalah hal yang sia-sia." Sang Wakil Kapten Tengkorak menyeringai bengis.
"Memangnya ada apa di pantai? Kalian pikir tembok batu rapuh yang kalian bangun itu bisa menjadi pelindung?"
"Walaupun kalian berhasil sampai ke pantai ... maut tetap akan menghampiri!!! Kalian tak akan bisa lolos dari kami!!! Nakhoda, tambah kecepatan kapal sampai maksimal!!! Kita susul pasukan monster udara yang membawa slime itu!!"
"Baik!!" sahut nakhoda sebelum menggerakkan tuas pengatur kecepatan hingga mengarah ke angka maksimal.
Kapal melaju dengan amat pesat, mulai menyusul pasukan monster udara. Beberapa detik kemudian, mereka mencapai pantai. Kapal-kapal perang menambatkan diri, memuntahkan ratusan pasukan monster dari tiap kapal.
Tiba-tiba, sebuah lubang dimensi sihir inventory muncul tepat di hadapan pasukan monster udara dan menyemprotkan suatu cairan. Cairan tersebut langsung membunuh dan melelehkan tubuh para slime beserta pasukan monster bersayap. Lubang-lubang dimensi lain mulai bermunculan dan menyemprotkan cairan yang sama. Sebagian dari pasukan monster udara tewas terbunuh oleh cairan itu.
"Apakah Alchemist?! Mustahil!! Harusnya mereka tak punya sihir portal."
"Itu bukan sihir portal, melainkan sihir inventory, bodoh!!!"
Dengan diiringi suara benturan yang cukup keras, gerbang dari tembok batu besar yang berada di pantai BluGlass terbuka, menampakkan ribuan prajurit yang dipimpin oleh seorang pemuda berambut biru dengan gaya rambut acak-acakan. Ya, dia adalah tokoh utama kita, Ryugai Yuzumoto.
"Ka-Kau ...." Kapten dari kapal utama tersebut mengenali Ryugai sebagai petualang yang telah membunuh Minotaur.
"Kau pemuda berambut biru yang telah membunuh Minotaur itu!!" serunya sambil menunjuk Ryugai.
Menyadari bahwa pasukan tersebut adalah musuh, ratusan prajurit monster dari berbagai ras, baik kelas menengah maupun bawah, langsung berlari ke arah pasukan Ryugai. Naas, mereka berakhir sama seperti pasukan monster udara dan slime, yakni mati tersiram asam sulfur.
"Mu-Mustahil!!" Mata seluruh prajurit dari pihak 99 ras monster membelalak lebar.
Ryugai tersenyum penuh kemenangan. "Slime memang bisa memakan segalanya, tapi melawan asam sulfur, mereka tak bisa apa-apa. Bagaimanapun, mereka tetaplah makhluk hidup. Tidak ada makhluk hidup yang bisa bertahan di melawan belerang yang panas dan mematikan, kecuali elemen api. Untuk ras-ras monster berelemen api, nanti akan kugunakan air."
"Alchemist sebagai otak, para prajurit sebagai pelindung, dan lubang dimensi inventory sebagai perantara. Strategi ini kunamakan ... Plan B, Strategi Perfect Combo!!"
To be continued