Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 50: Akhir dari Kasus Teror



Matahari bersinar cerah. Langit biru luas yang tampak di jendela serta kicauan burung-burung amat memanjakan hati. Seorang pemuda berambut kemerahan tersenyum penuh kedamaian sembari berbaring di ranjang klinik. Perban yang tadinya membalut sebagian besar tubuhnya kebanyakan sudah dilepas, menyisakan hanya beberapa balutan perban saja.


Derit pintu terdengar. Pintu kayu yang menjadi pintu masuk sekaligus pintu keluar dari klinik tersebut terbuka perlahan, menampilkan sosok seorang siswa berambut biru acak-acakan dan seorang siswa berambut hitam kelam. Keduanya mengenakan seragam yang sama persis.


"Yo!! Bagaimana keadaanmu, Arai?" sapa sang siswa berambut biru sembari melambaikan tangannya. "Sudah baikan?"


"Kabarku baik, Ryugai. Dokter bilang keadaanku terus membaik dari hari ke hari, dan katanya hari ini aku sudah boleh pulang," sahut pria berambut merah itu yang ternyata bernama Arai.


"Wah, kalau begitu kau masih punya waktu untuk latih tanding, dong?" Ryugai tersenyum senang. "Semangat juangmu masih belum pudar, 'kan? Jangan bilang kau sudah kehilangan semangat itu. Kau bilang mau mengalahkanku."


"Kau bodoh atau apa? Tentu saja belum," ucap Arai sambil terkekeh geli. "Aku masih belum menyerah. Aku tetap akan ikut turnamen. Akan kupastikan posisi teratas berada di tanganku."


Ryugai tersenyum. "Semangat yang bagus. Oh, ya. Genbu bilang dia ingin bicara sesuatu denganmu."


"Ah, halo, bung!!" sapa Arai. "Kenapa mukamu muram begitu? Jangan tundukkan kepalamu. Kau ini seperti bukan dirimu saja. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?"


"Sebenarnya .... Pelaku dari kasus teror bom yang mengakibatkan kau terluka parah ... adalah aku .... Maafkan aku ...."


Arai mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan. "Oh, begitu .... Tidak apa-apa."


"Eh?" Keterkejutan menghampiri anak bernama Genbu tersebut. "Kau tidak marah? Aku membuatmu terluka parah, lho!!"


"Ayolah, untuk apa marah? Setidaknya kau punya keberanian untuk meminta maaf." Arai tersenyum ramah. "Itu saja sudah cukup bagiku. Masa lalu biarlah masa lalu. Seorang Genbu tidak pernah meminta maaf, jadi pasti kau sudah berubah sekarang, 'kan?"


"Ya, berkat Ryugai," sahut Genbu sambil tersenyum dan memandangi Ryugai. "Bahkan teman-teman di kelas sampai terperanjat dan heran melihat keakraban kami dan perubahan sikapku."


"Itu bagus. Pertahankan perubahanmu. Aku tahu, pasti motifmu adalah karena kau tak mau kalah di turnamen. Untuk seterusnya, mari kita bersaing dan bertanding dengan sportif, ya?"


"Masalah ini sudah selesai. Lupakanlah saja hal ini. Kau tidak perlu terbebani oleh rasa bersalah. Lupakan saja semuanya. Sekarang, kita adalah teman."


Genbu tersenyum. "Terima kasih ...."


"Teman-teman ...."


"Tampaknya, kasus kali ini berakhir dengan bahagia," batin Ryugai sambil tersenyum riang. Ia menatap ke hamparan langit biru luas yang terbentang di luar jendela, tampak bagaikan sebuah tirai raksasa.


"Ayah, ibu, kakak. Tampaknya, aku mulai bisa memahami orang lain sekarang. Aku yang dulu sudah mati. Ini ... adalah diriku yang baru ...."


"Mulai sekarang, aku takkan terkenal sebagai Ryugai si pembunuh berantai keji lagi ...."


"Melainkan ... Ryugai si pemuda berhati mulia."


To be continued


Yoo!! Halo semuanya!! Bertemu lagi dengan author!! Kalian nyadar ga sih kalau ini sudah memasuki Day 50? Yang artinya tinggal dua minggu lagi waktu yang tersisa bagi Ryugai untuk berada di game Purity Online! (Masa percobaanya adalah 9 minggu alias 9 x 7 \= 63 hari) Dengan kata lain, turnamen ini akan menjadi event terakhir yang diikuti oleh Ryugai sebelum akhirnya dia meninggalkan dunia Purity Online. Hmm ..., bau bau sad scene :v awokwokwok *ditampol*. Siapin tisu ya :v


Terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca novel karya saya ini. Terus baca novel ini sampai tamat, yaaaa .... Semoga saja karya ini bisa menjadi masterpiece yang menandingi Angel Beats, Violet Evergarden, Re:Life, dan Clannad. Karena sudah menjadi impian author untuk membuat novel yang bisa menyentuh dan menggerakkan hati orang lain. Semoga terwujud ^^


Sampai jumpa di chapter selanjutnya!!


-Author