Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
After Story 2: Berhenti Berpaling



Matahari sudah mendekati cakrawala. Cahaya oranye dan kemerahan mulai mewarnai langit di kota Tokyo, menandakan bahwa senja telah tiba. Sesekali gagak-gagak beterbangan melintasi langit jingga dan berkaok. Orang-orang di kota terlihat sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Kendaraan-kendaraan modern berlalu-lalang di jalan raya yang ramai.


*nguuuuunnngg*


Deru mesin kereta yang berisik memenuhi suasana. Stasiun berikutnya telah berada di depan mata. Sang masinis bergegas mengerem kereta. Butuh waktu beberapa detik agar kereta maglev (magnetic levitation) berkecepatan tinggi yang memanfaatkan prinsip magnet itu bisa berhenti.


Setelah kereta berhenti, para penumpang pun membuka jalan bagi para wanita hamil dan orang-orang lanjut usia untuk turun duluan, kemudian disusul oleh beberapa penumpang. Salah satunya adalah tokoh utama dari kisah ini, Ryugai Yuzumoto. Sebuah tas kulit sintetis besar tergantung di bahunya. Ya, di tahun 2078 ini, orang-orang sudah menggunakan kulit sintetis untuk mencegah kepunahan hewan-hewan yang diambil kulitnya sebagai bahan pembuatan tas, sepatu, ikat pinggang, dan sebagainya.


"Mengurusi anak-anak itu lumayan melelahkan juga," ucapnya sembari menghela napas panjang. "Tapi, menyenangkan, sih." Senyum riang mulai terukir di wajahnya.


"Sebaiknya aku segera kembali sebelum gelap," lanjut Ryugai sambil memandangi Sang Surya yang sudah hampir tenggelam di cakrawala.


Pemuda itu pun melangkah pulang menuju apartemen tempat tinggalnya yang kebetulan terletak tidak jauh dari kantor polisi tempat dia ditahan dulu. Namun, biasanya dia mengambil rute lain sehingga tidak melewati kantor polisi tersebut. Sialnya, rute yang biasa dia lewati ternyata ditutup karena jalannya berlubang cukup besar dan sedang diperbaiki, jadi ia harus mengambil rute yang melewati kantor polisi.


Begitu Ryugai melewati kantor polisi, dia menghentikan langkahnya sejenak dan menatap gedung tersebut. Sudah tujuh tahun semenjak terakhir kali pria muda itu kemari. Bangunan kantor polisi yang berada di hadapannya saat ini sudah banyak berubah, termasuk pohon-pohon di sekitar halamannya yang tadinya masih kecil dan pendek sekarang sudah meninggi dan memekarkan bunga-bunga yang indah.


"Sudah tujuh tahun sejak aku datang ke sini, ya?" Ryugai tersenyum. "Pohon-pohon itu sudah tumbuh besar ...."


"Begitupun diriku ...."


"Jadi, aku harus terus maju ke depan. Tapi, bukan berarti melupakan masa lalu. Aku akan selalu mengingat masa laluku, tapi aku tidak akan terus terpaku menatap masa lalu karena itu sia-sia. Takkan ada yang berubah dengan melakukan itu. Semuanya sudah berubah sekarang dan tidak bisa kembali seperti dulu lagi."


"Jadi ..., aku akan berhenti berpaling ... dan fokus membangun masa depanku ...."


"Aku akan mewujudkan impianku ..., mewujudkan dunia tanpa penderitaan ...."


Ryugai pun meneruskan perjalanan pulangnya. Akan tetapi, belum jauh dari kantor polisi tadi, dia sudah mendengar suara sirine mobil patroli polisi. Pemuda itu pun menoleh dan melihat mobil patroli yang agak kemerahan karena tertimpa cahaya senja tersebut berhenti tepat di sampingnya.


Kaca mobil perlahan terbuka. Kedua mata Ryugai membelalak lebar. Yang berada di balik kaca jendela itu adalah seorang wanita yang dipikirnya tak akan pernah bisa dia lihat lagi. Seorang wanita muda berambut keemasan. Itu jelas Yuukaru. Hanya saja rambut emasnya terlihat lebih panjang daripada tujuh tahun lalu dan dikuncir dengan gaya ekor kuda ke belakang. Dia mengenakan seragam khas petugas kepolisian.


"Yu-Yuukaru?!" ucap Ryugai dengan terbata-bata karena masih terkejut.


"Ternyata memang kau, Ryugai!!" Senyum manis tergambar di wajah Yuukaru, kemudian gadis itu melakukan sikap hormat. "Sersan Polisi Yuukaru dari divisi lalu lintas, siap menegakkan keadilan!!"


To be continued


Wah :v Siapa sangka Yuukaru yang dulu selalu menganggap keadilan itu sampah sekarang malah menjadi penegak keadilan.


Gimana? Sejauh ini After Storynya bagus gak? Apakah sudah bisa menyentuh hati kalian? Semoga saja bisa, ya. Karena impian author adalah membuat kisah yang bisa menyentuh hati orang lain :3


Terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca novel ini dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan comment. Sampai jumpa di chapter selanjutnya!! Bye!! ^^


Next Chapter:


After Story 3: Reunion


(Fun Fact: Adegan nostalgia di mana Ryugai memandangi pohon-pohon tadi terinspirasi dari adegan yang benar-benar terjadi di dunia nyata dan benar-benar author alami.)