Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Final Fight Bagian 2 (Part 12)



"Aku akan menggunakan Forbidden Magic!!"


"EEHH?!!" Seketika ketiga pemuda yang berada di hadapannya terperanjat.


"Ka-Kau serius?!" seru Arai. "Apa kau serius, Wakil Kepala?!"


"Ya," sahut Dai. "Tidak ada pilihan lain."


"Tapi, itu berarti kau akan kehilangan lengan kananmu juga!!" timpal Ryugai.


"Tak masalah," ujar Dai. "Asalkan itu demi desa kita."


Melihat Dai yang amat teguh pada pendiriannya, ketiga pemuda tersebut pun menyerah, kemudian melangkah mundur ke belakang, sementara Dai meluruskan lengannya yang tersisa ke depan. Dibukanya telapak tangan kanannya lebar-lebar.


"Unactivate Ultimate Regeneration Magic!! Sacrifice Right Hand!!!"


Dalam sekejap, lengan kanan Dai hancur menjadi kepingan-kepingan berwarna hitam pekat dan darah mengalir deras dari lengan bajunya. Dai mengeluarkan erangan nyaring yang terkesan agak ditahan, kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya. Darah mengalir deras dari lengan bajunya.


"Wakil Kepala Dai!!"


"Aku baik-baik saja," ucap Dai sambil kembali ke posisi berdiri tegak. "Ini bukan apa-apa. Sekarang, Ryugai, tolong serang dia lagi."


"Baik," ucap Ryugai sambil melesat dengan menunggangi Inukai ke arah Azadrasil, kemudian menggoresnya berkali-kali dengan kecepatan yang menyamai kilat menggunakan pisau raksasa kembar yang terpasang di badan capung raksasa miliknya itu.


Satu detik berlalu. Bekas-bekas cakaran di batang pohon raksasa itu lenyap tanpa bekas. Ryugai, Arai, Genbu, Dai, dan pasukan ras manusia pun terperanjat.


"Ti-Tidak bekerja?!"


"Sialan!!" Dengan kesal, Ryugai memasang anak panah berisikan mesiu di busur miliknya, kemudian memanah Azadrasil berkali-kali. Namun, Sang Pohon tetap bergeming. tak bergeser dari posisinya sedikitpun.


Menyadari kelengahan Ryugai yang sedang dibakar emosi, Azadrasil segera memanjangkan rantingnya secepat kilat dan menikam salah satu sayap Inukai. Capung raksasa tersebut menjerit kesakitan, kemudian oleng. Ryugai pun jatuh bebas di udara. Busurnya terlepas dari tangannya. Azadrasil kemudian memanjangkan lengannya sekali lagi dan berusaha menikam dada Ryugai.


"Waaaaa!!!"


"Ryugai!!!"


"Strategy Commander!!!"


“Sial, sekarang tak ada yang bisa menyelamatkanku!!!” Ryugai mengumpat di dalam batinnya.


Ranting raksasa itu semakin dekat dengan Ryugai. Tampak pasukan monster tersenyum penuh kemenangan dan Kapten Tengkorak beserta wakilnya tengah menyeringai bengis. Ryugai menutup kedua matanya pasrah.


“Kalau aku mati di sini, apa aku akan mati di dunia nyata, ya?”


Mendadak, terdengar suara dua benda keras yang beradu. Ryugai bergegas membuka kedua matanya. Tepat di hadapannya, sesosok pria botak tanpa lengan tengah melayang dengan tubuh tegak sambil menahan perisai energi hitam di hadapannya agar tidak hancur. Seringai penuh semangat terukir di wajah pria itu.


“Wa-Wakil Kepala Dai?”


“Hei,” ucapnya sambil menoleh ke belakang. “Kau lengah, bodoh. Bagaimana kita bisa menang kalau Strategy Commander-nya seperti ini?”


Meski sudah berusaha menahan agar perisainya tidak hancur, rupanya perisai energi berwarna hitam itu tak kuat menahan tajamnya ranting milik Azadrasil. Tameng energi tersebut pun pecah. Suara daging terkoyak terdengar setelahnya. Darah mengalir deras, membasahi punggung Wakil Kepala Dai yang terkoyak. Ryugai pun terperanjat.


“Wakil Kepala Dai!!!”


To be continued


Wah, akhirnya setelah sekian lama saya bisa membunuh chara lagi XD awokwokwokwok *ditampol oleh seluruh readers*


Readers: DASAR AUTHOR PSIKOPAT!!!


Author: lah kok marah? :v kan kalo perang minimal harus ada 1 yang mati. Kalo ga ada yang mati nanti ga se- *mendadak ditarik ke belakang dan diiket di tembok*


Readers: *gebugin author pakai kayu*


Author: kenapa aku selalu jadi korban penggebukan readers T^T


Readers: SALAH LU SENDIRI SUKA BUNUHIN CHARA!!! *lanjut gebugin*


Author: MAAAAAAKKK TOLOOONGGIIIINN T^T


Ryugai: *ngebalik layar* Oke, lupakan adegan tadi :v Sekian untuk chapter kali ini dan terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca novel karya author kami yang lacknad ini. Sampai jumpa!! Dadah!! :v