Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Kemunculan Greed (Part 6)



"Ini namanya ... bertarung menggunakan sains!!"


"Sekarang, giliranku sudah berakhir. Aku datang cuma untuk melenyapkan slime-slime itu. Penghambat bagi kalian kini sudah hilang, teman-teman."


Ryugai melangkah mundur dari garis terdepan, kemudian menunjuk ke arah pasukan monster yang tersisa. "SEMUANYA, SERANG!!!"


Kapten Tengkorak menggertakkan giginya dengan berisik. Dikepalkannya kedua tangan tengkoraknya kuat-kuat. "ONOREEEEE!!!"


"NARUTAKI DAAAAA!!!"


(*plak!!!*


Author: WOY!!! DIBILANGIN AKTING YANG BENER!!! INI BUKAN KAMEN RIDER!!! >:v


Kapten Tengkorak: canda sih thor baperan amat :( *digeplak lagi*


Author: CEPET ULANG LAGI SCENENYA!! YANG BENER, KALO KAGA GAJI LU GUA POTONG!!! >:v


Kapten Tengkorak: hiks :"(


Author: dasar ....)


"Kurang ajaaaarrr!!!" Si kapten menyemburkan seluruh kemarahannya.


Sebagian pasukan monster telah terbantai habis oleh ledakan yang diakibatkan oleh mesiu, jadi tentu saja jika dilihat dari jumlah, pasukan manusialah yang akan menang. Hasilnya sudah kelihatan. Kapten Tengkorak hanya bisa meratapi penderitaan anak-anak buahnya yang tengah terbantai oleh sihir-sihir dari umat manusia. Ledakan terjadi berulang-ulang. Asap hitam tebal mengepul, mengotori langit biru yang membentang luas. Matahari telah berada di titik tertinggi, menunjukkan bahwa waktu sudah menunjukkan jam 12 siang. Tengah hari.


"Kalau begitu, kugunakan ini!!"


Sang Kapten memunculkan layar sihir dengan simbol tengkorak di bagian atasnya tepat di depan wajahnya, kemudian menyentuh permukaannya. Tepat setelah itu, atribut-atribut sihir milik ras manusia lenyap bagai ditelan oleh bumi.


"Heh?"


Rasa bingung mulai menghampiri semua prajurit manusia, sementara Ryugai terbelalak. Mereka mencoba memunculkan kembali atribut milik mereka, tapi hasilnya selalu saja gagal.


"Gawat!!" batin Ryugai. "Barrier anti sihir, 'kah?"


"Tanpa sihir, kalian para manusia sama lemahnya dengan semut." Kapten Tengkorak menyeringai bengis sembari mengangkat kedua tangannya membentuk huruf W.


Namun, bukannya panik, Ryugai malah tersenyum. "Kau kira kami belum menyiapkan antisipasi untuk situasi seperti ini?"


"A-Apa?"


"Bilang kepada para Alchemist untuk mundur!! Oh, ya. Jangan lepaskan penjagaan kalian terhadap mereka!! Kalian keluarkan senjata tipe beta dan bentuk formasi OO!!" perintah Ryugai sambil menoleh ke arah anak-anak buahnya.


(Note: bukan Kamen Rider OOO ya :v awokwokwokwok *ditabok*)


"Dimengerti, Ryugai-sama!!"


"Tak ada gunanya!!!" seru Wakil Kapten Tengkorak sambil memunculkan naga-naga raksasa, bintang laut raksasa, kraken, dan monster-monster berukuran besar lainnya.


"Siapkan panah kalian!!!" seru Ryugai memberi instruksi, sementara para monster itu semakin mendekat.


Sembari mengangguk tanda paham, seluruh prajurit, baik dari angkatan darat maupun udara, segera memasang panah berikatkan pita kelabu di tali busur mereka.


"Tarik ...."


"Lepaskan!!! Tembak!!!"


Bersamaan dengan usainya teriakan itu, seluruh anak panah dilepaskan dari tali busur, kemudian menancap di tubuh monster-monster raksasa tersebut dan menimbulkan ledakan beruntun yang amat dahsyat. Asap hitam yang mengotori langit kini semakin tebal dan banyak.


Kapten Tengkorak beserta anak-anak buahnya yang beruntung terlempar ke belakang sejauh beberapa meter. Ada yang mendarat di pesisir pantai, ada yang mendarat di hutan yang jauh, dan ada pula yang mendarat di kedalaman laut. Nasib Sang Wakil Kapten tak cukup baik. Ketika ledakan terjadi, ia terlempar dan menabrak bebatuan karang yang keras. Tulang-tulangnya pun hancur berkeping-keping.


"Panah itu ... isinya bubuk bernama mesiu tadi?!" Kapten Tengkorak menatapi asap tebal yang mengepul hebat, kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ia terperanjat begitu mendapati bahwa wakilnya telah gugur.


"KU-KURANG AJAR!!! RAS MANUSIA SIALAN!!!"


Amarah semakin hebat membakar hati Sang Kapten. "MANUSIA RENDAHAN!!! AKU PASTI AKAN MEMBALAS KALIAN!!!"


"Itu tak perlu lagi, kawan."


"A-Apa?"


Kapten Tengkorak lekas-lekas menoleh ke arah datangnya suara yang terdengar familiar baginya itu. Sosok seorang pria yang tampak samar karena asap.


Beberapa menit kemudian, asap tebal itu pudar dan menghilang, menyingkapkan identitas asli dari pemilik suara tersebut. Seorang pria dengan rambut hitam-biru dan mata kiri yang seluruhnya berwarna hitam legam. Kapten Tengkorak tersenyum haru begitu ia melihat wujud asli dari sosok itu.


"Sudah kuduga, kau takkan mengkhianati kami ...."


"Greed ...."


Greed melangkah maju. Cahaya hitam yang amat pekat terpancar dari bola mata kirinya. Senyum terukir di bibirnya.


"Maaf terlambat. Greed sudah datang."


"Akulah ... yang akan menghukum ras manusia!!!"


To be continued


Next Chapter:


Day 62: Sang Senjata Pembalas, Azadrasil (Part 7)