
Di sebuah dimensi yang serba putih ....
"Hei, apakah kita benar-benar tidak punya cara lain untuk mencegahnya?" tanya seorang pemuda berambut keemasan.
"Tidak bisa. Ini satu-satunya cara. Kita tidak punya pilihan lain,” jawab rekannya, pemuda berambut hitam legam dan berlengan satu. “Jadi bagaimana, kakak? Kau setuju atau tidak? Cepat putuskan. Kalau lamban, nanti semuanya keburu terlambat."
Si pemuda berambut emas berdecak kesal. Dia tak punya pilihan lain. "Apa boleh buat. Aktifkan Universe Protector System!!!"
"Nah, begitu, dong. Yang tegas jadi dewa." Sang adik berujar sembari menekan tombol pemicu pengaktifan sistem pelindung semesta.
Sebuah lubang cacing muncul di dekat bumi. Sepasang mata dengan simbol perisai dan galaksi mengintip dari balik celah yang diciptakan oleh lubang cacing tersebut.
"Sistem pelindung semesta telah aktif. Mendeteksi bahaya yang mengancam semesta .... Pendeteksian bahaya selesai. Bersiap untuk mengeliminasi target. Eliminate!! Eliminate!! Eliminate!! Eliminate!! Eliminate!!"
Sambil mengucapkan kata 'eliminate' berkali-kali, sistem tak berwujud itu memuntahkan ratusan malaikat dengan berbagai jenis dan senjata. Simbol galaksi tertera jelas di mata mereka. Malaikat-malaikat tersebut bergegas melesat menuju bumi.
————————————————————————————
"Wah!!!" Yamamura berseru riang saat dia menggeser gorden jendela dan melihat halaman, rumah-rumah, serta jalanan yang diselimuti oleh salju berwarna putih bersih. "Indah sekali!!"
"Aojin!! Ayo kita keluar!!" Anak berambut emas itu menoleh ke arah saudaranya. Aojin, sang adik, mengangguk dengan cepat. Mereka berdua bergegas mengenakan sepatu dan mantel, lalu berlari keluar menuju halaman rumah.
"Hei, hati-hati," tegur Ryugai. "Awas jatuh."
"Iya, kami tahu!!"
"Rupanya ini hasil dari badai salju kemarin malam, ya." Yuukaru menimpali sambil melangkah mendekati Ryugai dan berdiri di sampingnya.
"Ya ...," sahut Ryugai. "Seperti kata pepatah, habis hujan terbit pelangi. Hmph .... Mirip seperti kisah hidup kita, ya?"
"Ya, kau benar."
"Yeaaayyy!!!" Aojin dan Yamamura berlari-lari dengan riang di salju.
Aojin mulai menggulung salju dan membentuk bola salju berukuran besar. Kelihatannya dia hendak membuat boneka salju. Struktur utama dari boneka salju tersebut sudah hampir selesai, tapi dikacaukan oleh sebuah bola salju. Aojin menoleh dengan cemberut ke arah datangnya bola salju itu. Kakaknya, Yamamura, terlihat sedang tertawa jahil.
"Hehe," sahut Yamamura. "Cuma bercanda. Jangan baper-"
Ucapan Yamamura terhenti begitu sebuah bola salju mendarat tepat di wajahnya.
"Headshot." Kali ini, giliran Aojin yang tersenyum jahil. "Ingat, kakak. Kau yang mulai."
"Baiklah .... Kalau begitu, kita berperang!!"
"Oke!!"
Kedua bocah itu beradu tatapan dengan sangat dahsyat hingga timbul energi listrik yang beradu, kemudian mereka saling melempari bola salju satu sama lain dengan kecepatan cahaya hingga akhirnya tubuh mereka berdua diselimuti salju sepenuhnya.
“Ahahahahahahahaha!!!” Melihat itu, Ryugai dan Yuukaru tertawa terbahak-bahak, diikuti oleh Aojin dan Yamamura.
“Ahahahahahahaha!!! Hahahahahahahahahaha!!!”
Tiba-tiba, tawa Aojin terhenti. Wajahnya berubah menjadi pucat. Dia tampak panik dan ketakutan. Begitupun Yuukaru dan Ryugai. Yamamura yang merasa penasaran menoleh ke arah yang sama dengan pandangan Aojin. Beberapa detik kemudian, ketakutan juga muncul di wajahnya. Tampak lubang-lubang dimensi muncul di langit biru, memuntahkan ratusan malaikat yang memenuhi langit.
“Bahaya yang mengancam semesta telah ditemukan. Eliminate!!! Eliminate!!! Eliminate!!! Eliminate!! Eliminate!!!”
“I-Ini betulan?!” Yuukaru menatap tak percaya. “Ini bukan halusinasi, ‘kan?”
“Tidak,” ujar Ryugai sambil memasang raut wajah serius. “Ini nyata.”
To be continued
Yap, konflik sudah dimulai walaupun samar-samar!! Kalau kalian sudah membaca kisahnya Gen dan Yuto, kalian pasti sudah bisa menebak siapa dua orang pemuda itu, ‘kan? Kira-kira kenapa mereka mencoba membunuh Yamamura? Nantikan jawabannya di chapter selanjutnya :v
Sekian untuk chapter kali ini. Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa comment dan vote. Sampai jumpa!!
-Author