Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 63: Perpisahan (Part 23) (END)



Bulan sudah nyaris mencapai puncak dari langit biru tua, yang menandakan bahwa sebentar lagi hari ke-63 akan berakhir. Ryugai, Otomura, Kakek Yurato, beserta warga-warga desa berkumpul di luar desa Arafubi, dekat dengan gerbang desa. Dipimpin oleh Kakek Yurato selaku kepala desa, mereka semua mengucapkan salam perpisahan kepada Ryugai dan Otomura yang akan segera meninggalkan dunia ini dan kembali ke dunia nyata. Ya, persis seperti waktu itu. Ketika Yuukaru dan Otomura hendak kembali ke dunia nyata karena masa eksperimen mereka sudah berakhir, tapi batal karena mereka berdua memilih untuk melarikan diri dari takdir.


"Baiklah, semuanya ...." Ryugai membalikkan badannya, menghadap ke arah warga-warga desa yang berkumpul. "Jaga kesehatan kalian."


"Terima kasih atas semua bantuan kalian." Otomura menimpali.


"Sama-sama. Jangan lupa untuk mampir lagi kemari kapan-kapan ...," ujar Kakek Yurato.


"Yah ..., kalau bisa ...." Otomura menggaruk pelan bagian belakang kepalanya yang tidak gatal sembari tertawa kecil.


Kedua pemuda tersebut kembali membalikkan badan mereka. Otomura telah memunculkan jendela sistem miliknya, sementara Ryugai masih menunggu pengumuman dari sistem. Tak lama kemudian, suara khas robot pun menggema di dalam benaknya, bersamaan dengan munculnya sebuah jendela sistem bertuliskan 'LOG OUT' di hadapannya.


"Selamat!! Anda sudah menyelesaikan eksperimen Purity Online. Sistem sudah memantau perkembangan mental anda dan hasilnya sangat positif, menandakan bahwa rehabilitasi berakhir. Anda bisa menekan tombol log out untuk kembali ke dunia nyata sekarang."


"Akhirnya. Lama sekali," ucap Ryugai sambil menempatkan jari telunjuknya di dekat tulisan 'LOG OUT,' bersiap untuk menekan tombol itu. Pemuda berambut biru itu menoleh ke arah Otomura yang berada di sebelahnya. "Jadi, siapa yang mau pergi duluan?"


"Hmm ..., bagaimana kalau kita melakukannya bersama-sama saja?" usul Otomura.


"Boleh juga," sahut Ryugai.


Ryugai menggerakkan jari telunjuknya mendekati tombol 'LOG OUT.' Namun, ketika jarak yang tersisa hanya sekitar beberapa milimeter lagi, gerakannya terhenti. Dia menunduk. Wajahnya tersembunyi oleh bayangan. Tampak air mata mulai mengaliri wajahnya. Tangannya terlihat gemetaran.


Otomura tersenyum. Dia meraba bahu Ryugai. "Ada apa? Jangan bilang kau belum siap untuk berpisah dengan kami. Bukannya kau yang mendorongku untuk kembali ke dunia nyata?”


"Bodoh!! Mana mungkin." Ryugai berusaha untuk menyembunyikan air matanya, tapi sia-sia. Air mata itu menetes dan membasahi rerumputan di bawah.


"Tenang saja," sahut Otomura. "Meski eksperimen ini sudah berakhir, kita tetap akan selalu menjadi teman. Aku takkan melupakanmu. Bukankah kau yang bilang, selama kita percaya dan yakin, keajaiban pasti akan terjadi?"


"Ya ...," ujar Ryugai.


"Kau sudah siap?"


"Kapanpun aku siap."


"Baiklah, kalau begitu, mari kita berangkat."


Jari telunjuk milik Ryugai dan Otomura menekan tombol 'LOG OUT' bersamaan. Jendela sistem itu pun lenyap dari depan tubuh mereka berdua. Struktur tubuh mereka mulai memudar. Senyum terukir di wajah Ryugai yang bermandikan air mata.


"Hei, Otomura ...."


"Ya?"


Otomura tersenyum sekali lagi. Dipandanginya langit malam di dunia Purity Online yang indah dan dipenuhi oleh bintang yang berwarna-warni untuk terakhir kalinya. Tanpa dia sadari, air mata mulai mengaliri pipinya.


"Terima kasih kembali ...."


——————————————————————————


“Masa eksperimen Purity Online telah berakhir ....”


“Secara fisik, kami memang sudah tak bisa bertemu lagi.”


“Tapi, apakah itu berarti kami akan terpisahkan selamanya?”


“Tidak.”


“Kami memang terpisah jauh satu sama lain, tapi ....”


“Ikatan yang menghubungkan hati kami semua ... tidak akan pernah pudar ... meski waktu terus berlalu.”



Yap, akhirnya ini novel tamat juga :v Storylinenya cukup panjang, tapi berkat writing spirit dan libur Corona, author bisa menamatkannya hanya dalam waktu dua bulan. Selain itu, dukungan, krisar, dan komentar dari kalian para readers juga menyemangati saya untuk terus melanjutkan novel ini sampai tamat. Terima kasih banyak, ya!! Tanpa kalian, mungkin novel ini gak akan tamat-tamat dan viewsnya gak akan bisa menyentuh ribuan seperti sekarang, bahkan ini udah mau menyentuh sepuluh ribu nih viewsnya :3


Meskipun ada sebagian dari kalian yang siders, tapi gapapa lah. Setidaknya kalian sudah meluangkan waktu kalian yang berharga untuk membaca novel ini meski hanya jadi siders. Arigatou gozaimasu!!!


Eh, btw sebenarnya novel ini masih belum tamat :v *digeplak readers*


Readers: GIMANA SIH LU, THOR?! KALO NGOMONG JANGAN PLIN-PLAN!!!


Santuy, dong. Marah-marah mulu :”v


Ryugai: karma tuh thor karena kau sering otoriter pas syuting 😏


Diam, kau!! >:v


Jadi maksudnya belum tamat adalah nanti masih akan ada sekitar 2-3 chapter yang berisi After Story, menceritakan bagaimana kehidupan Ryugai dkk. setelah beta test Purity Online berakhir. Supaya endingnya ga gantung begini :v


Sekali lagi, saya selaku author mengucapkan terima kasih banyak. Sampai jumpa di After Story!! Bye!! ^^


-Author