Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
[Season 2] Chapter 43: Dengan Tangannya Sendiri



"Apa kau punya bukti?"


"Aku tidak akan berkata begitu kalau aku tidak punya bukti, bodoh." Otomura terkekeh.


"Tentu saja ... aku ... punya buktinya ...."


"Kalau begitu, jelaskan kepadaku mengapa aku salah," ucap Ryugai. Tatapan matanya mulai terlihat serius.


Otomura menarik napas, bersiap untuk berbicara dalam jangka waktu yang cukup lama. Tatapan matanya tampak sama seriusnya dengan tatapan mata rekannya.


"Kau bilang hidup di dalam gelapnya kebenaran lebih baik daripada hidup dengan diselimuti oleh cahaya kebohongan. Tapi ..., nyatanya realita tidak selalu diselimuti oleh kegelapan. Ingatlah, selalu ada dua sisi di dalam kehidupan. Gelap dan terang. Hitam dan putih. Begitupun kebohongan. Tidak semuanya melenakan, ada juga yang diselimuti oleh kegelapan. Kau tidak bisa menyingkirkan cahaya atau kegelapan. Kau harus menerima keduanya sebagai bagian dari realita dan juga kebohongan."


"Lalu kenapa realita yang kualami selalu diselimuti oleh kegelapan?" tanya Ryugai. "Jika ucapanmu itu benar, maka seharusnya benang takdirku tidak akan berwarna hitam legam seperti ini. Tapi kenyataannya, yang kutemui di dalam hidupku hanyalah kegelapan. Tidak ada cahaya sama sekali."


"Bodoh. Apa matamu sudah dibutakan oleh kegelapan hingga kau tidak bisa melihat cahaya?!" seru Otomura. "Jika hidupmu memang seratus persen dipenuhi oleh kegelapan, seharusnya kita tidak akan bisa bertemu kembali!! Kau juga tidak akan mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam beta test Purity Online. Kau tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Kau juga tidak akan bisa bertemu kembali dengan Yuukaru serta menikahinya. Sekecil dan seremang apapun sebuah cahaya, itu tetaplah sebuah cahaya. Cahaya tersebut tidak akan berubah menjadi kegelapan."


"Ryugai, jangan biarkan kegelapan menelanmu!! Jangan lupa bahwa kau adalah Ryugai yang menapaki jalan cahaya. Ryugai yang mengubah kegelapan menjadi cahaya!! Sebuah pohon bertugas mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Jika dia sudah diselimuti sepenuhnya oleh karbondioksida, maka tamatlah kisah hidupnya!! Tidak semua yang kelam adalah realita dan tidak semua yang terang adalah kebohongan!! Seperti yang kukatakan tadi, harapan bukanlah sebuah kebohongan. Sikap pasrah terhadap takdir dan ketidakmauan untuk mengubah keadaan juga bukanlah kebenaran!!"


"Jadi, menurutmu, berjuang untuk sesuatu yang tidak pasti itu bukanlah tindakan yang sia-sia?" tanya Ryugai. "Apa kau punya bukti kalau harapan bukanlah kebohongan?"


"Kau pikir siapa yang sudah membantumu sehingga kau bisa sampai di titik ini?!" Otomura berseru sekali lagi. "Bukankah harapanlah yang membawa kita kepada Happy Ending, walaupun itu hanyalah ending yang sementara?! Harapan terhadap keajaiban takdirlah ... yang membuat kau, aku, dan Yuukaru bisa bertemu kembali!!"


"Harapan terhadap keajaiban, ya?" ucap Ryugai. "Memang, dulu harapan itu bisa bekerja dengan baik. Tapi, itu cerita lama. Apakah kau punya jaminan bahwa keajaiban akan membantu kita lagi?"


"Tidak. Aku tidak punya jaminan," sahut Yamamura sembari menengadahkan kepalanya ke langit biru yang cerah. "Tapi ..., jika harapan terhadap keajaiban tidak bekerja, maka kita masih punya harapan yang lain."


"Apa maksudmu?"


"Harapan terhadap Yamamura. Kau harus percaya bahwa dia akan bisa kembali ke dunia nyata dengan selamat. Dia putramu, lho. Aku yakin dia akan bisa melewati semua rintangan takdirnya dengan baik, sama seperti kau dulu. Aku juga yakin dia mewarisi semangat api serta kejeniusanmu. Dia akan keluar dari dunia virtual itu tanpa bantuan siapapun, bahkan tanpa bantuan keajaiban."


"Aku yakin ... dia bisa melakukannya ... dengan tangannya sendiri ...."


"Kau juga harus percaya padanya. Kembalilah kepada harapan, dan kembalilah menjadi Ryugai yang dulu. Ini bukanlah dirimu. Karena Ryugai yang sebenarnya ... adalah Ryugai yang terus berjuang meski berada di dalam kegelapan."


Mendadak, kilasan dari masa lalu terlintas di benak Ryugai. Sebuah adegan yang terjadi saat dia masih menjalani beta test Purity Online, tepatnya pada peristiwa kepergian Shiro. Kata-kata dari teman lamanya, Genbu Mikazaki, terngiang di kepalanya.


"Bukankah kau yang berkata kepadaku ... 'jangan membohongi dirimu sendiri dan jangan kenakan topeng untuk menutupi jati dirimu?'"


"Disadarkan oleh kumpulan data ... dua kali? Benar-benar memalukan, Ryugai." Pria berambut biru acak-acakan itu membatin. Dia meraba dahinya. Bibirnya menyunggingkan senyum kecut.


"Kau benar ...." Mulut Ryugai yang tadi sempat terkatup selama beberapa saat akhirnya mulai melontarkan kata-kata. "Ini bukanlah aku yang sebenarnya."


"Aku terus-menerus berbicara tentang realita, tapi kenyataannya aku sendiri yang melarikan diri dari realita dengan cara mengenakan topeng untuk menutupi jati diriku, agar aku tidak perlu lagi berjuang. Aku meragukan takdir, aku meragukan Dewa, aku bahkan meragukan kemampuan putraku sendiri."


"Tapi, sekarang tidak lagi. Aku akan melepas topeng itu dan berenang keluar dari dalam lautan kegelapan ini."


"Itu bagus, Ryugai." Otomura tersenyum senang. "Teruslah hidup dengan baik sebagai dirimu yang sebenarnya. Sudah beberapa hari ini kau tidak masuk kerja, bukan? Kembalilah bekerja. Jangan tanggungkan semua beban pekerjaan kepada asistenmu."


"Ya ...." Ryugai bangkit berdiri. Senyum terukir di wajahnya untuk pertama kalinya sejak Yamamura terperangkap di dalam dunia Neironius Online. Ia bangkit berdiri, lalu meregangkan badannya sembari menatap langit.


"Aku akan kembali menjadi diriku yang sebenarnya."


"Menjadi Yuzumoto Ryugai ..., sang pejuang yang mengubah kegelapan menjadi cahaya."


To be continued


Yap, sudah diputuskan. Pemenang 'Talk no Jutsu Battle' kali ini adalah Otomura Yamato!! Akhirnya siksaan mental terhadap Ryugai berakhir juga.


Ryugai: Akhirnya, saya bisa menghela napas sejenak _-" Nih author demen amat nyiksa chara, sih.


Iya, iya. Ini kan udah selesai penyiksaan charanya.


Ryugai: Yess!!


Eits, tapi cuma untuk sementara XD Nanti akan ada lagi siksaan yang baru.


Ryugai: Sudah kuduga author psycho ini ga akan pernah puas _-"


Tenang. Nanti di chapter berikutnya saya akan kasih filler buat kamu refreshing, kok.


Ryugai: Akhirnyaaaa ....


Otomura: Tumben kau baik, thor.


Mweheheheh. Sesekali saya berbaik hati kepada chara, lah. Udah terlalu sering nyiksa chara. Takut kena karma saya :"


Yuukaru: Masih ingat hukum karma dia ternyata.


Oke. Sekian untuk chapter kali ini. Terima kasih atas waktu yang sudah kalian luangkan untuk membaca novel karya author psycho kang nyiksa chara satu ini XD Sampai jumpa di chapter berikutnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote, like, dan comment. Bye!!


-Author