Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
[Season 2] Chapter 12: Gedung Guild



"I-Inikah virtual-reality world?!"


"Hebat ...."


Yamamura terpana kagum. Selama ini dia tidak pernah memainkan game MMORPG yang serealistis ini. Dia bahkan tidak bisa membedakan antara dunia ini dengan dunia nyata.


"Dunia ini ... benar-benar dunia virtual, 'kan?" Dia memandang matahari yang berada di bentangan langit biru tepat di atas kepalanya, ditemani oleh awan-awan putih. Cahaya yang menyilaukan langsung menyerang kedua matanya.


"Silau!!" Secara refleks, anak muda itu menutupi matanya menggunakan lengan, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke jalanan.


"Ini ... benar-benar persis dengan dunia nyata!! Siapa sangka teknologi di anime klasik itu akan menjadi kenyataan. Walau agak sedikit terlambat, sih."


"Permisi ...," ucap salah seorang player di belakangnya. Tampaknya dia berasal dari ras demon, dengan class Dual Swordsman. "Maaf, tolong minggir."


"Ah, ya. Maaf, maaf. Ahahaha," ucap Yamamura sembari tertawa masam dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Dia bergegas minggir, tapi naas kaki kanannya terbentur kaki meja dagang dari salah seorang pedagang di pinggir jalan. Ia pun terjatuh.


"Adududuh!!"


"Kau tidak apa-apa?" tanya player tadi.


"Ya. Tidak apa, tidak apa." Yamamura kembali tertawa masam, lalu segera berlari pergi dari sana.


"Siaall!! Kenapa kesialanku terbawa sampai ke dunia virtual ini, sih?!" gerutunya dalam hati sambil menahan malu. "Walaupun berada di dunia virtual yang teknologinya sama, kepribadianku kelihatannya berbanding terbalik dengan tokoh utama dari Sword Art Online. Siaaall!!!"


"Selanjutnya aku harus ke mana, nih?" Pandangan anak itu beralih ke tampilan map yang berada di pojok kiri atas penglihatannya, tepat di bawah Name Bar, HP Bar, dan MP Bar. Tampak titik emas besar pertanda quest tertera tak terlalu jauh dari titik biru muda yang menandakan posisinya sekarang. Dia menyentuh titik berwarna keemasan itu menggunakan jari telunjuk tangan kanannya. Dengan segera, nama lokasi muncul di samping titik tersebut.


"Gedung guild?" ucapnya sambil terus berlari. Tentu saja dengan sesekali melihat ke depan. Tidak lucu kalau nanti dia menabrak orang atau tersandung lagi untuk yang kedua kalinya. Bisa habis dia ditertawakan.


"Yosh, tidak jauh dari sini." Yamamura mengikuti pattern yang ditunjukkan oleh map tersebut. Dia berlari menembus keramaian sambil sesekali menghindari tabrakan dengan player lain dengan cara menyelip di sela-sela jalan. Sesekali dia memerhatikan sekitarnya, melihat NPC-NPC yang sibuk mengobral barang dagangan mereka di sisi kanan dan kiri dari jalan yang dipenuhi oleh player ini. Mereka tampak hidup dan sangat sulit membedakan mereka dengan para player. Suara keramaian dari para player yang sedang mengobrol tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan teriakan-teriakan promosi mereka.


"Daging segar!! Daging segar!!"


"Roti panas!! Baru diangkat dari panggangan!!"


"Armor, armor. Siapa yang mau beli armor?"


"Yang lapar, yang lapar!! Silakan mampir!! Hatsune Miku pernah makan di kedai ini, lho!!"


Oke. Dua pedagang yang terakhir itu hiraukan saja. Tidak usah dipedulikan. Anggap saja mereka tidak ada.


(Author: Kenapa skrip gua dirusak mulu sama aktor, yak. Lama-lama gua kurangin beneran nih gaji kalian -_-"


Pedagang tadi: Jangan, dong, thor. Masa gaji Rp500 / chapter dikurangin lagi :"


Author: Makanya kalo kerja itu yang betul!! Jadi figuran aja belagu. Mau kupecat?!


Pedagang tadi: Najis baperan.


Author: KAMU INI, YA!!!


Pedagang tadi: Wah, author marah. Kabooorrr.


Ryugai: Kapan, sih, ada chapter di mana semua karakter dan kru waras? -_-")


"Ha ... ha ... ha .... Ternyata NPC di sini bisa bercanda juga, ya." Yamamura tertawa di dalam hatinya sambil sweatdrop.


(Note: Sweatdrop adalah ekspresi wajah yang biasanya digunakan di dalam anime / manga, di mana bulir keringat mengaliri kening sang karakter. Ekspresi ini sering dipakai dalam anime / manga (dan kadang juga novel) bergenre komedi dan digunakan untuk menunjukkan kekesalan, kejengkelan, rasa malu, dan sebagainya.)


Dari kejauhan, bangunan gedung guild sudah mulai terlihat. Tampak seperti menara yang menjulang tinggi ke langit. Yamamura pun mempercepat langkahnya, menembus kerumunan player.


"Sepertinya ini tidak jauh berbeda dari MMORPG biasa ...." Ia tersenyum sembari terus berlari.


"Aku datang, first quest!!"


To be continued


Next Chapter:


[Season 2] Chapter 13: Quest Pertama