Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
[Season 2] Chapter 57: Malam Terburuk



"Akulah ... yang sudah menunjukkan gerbang kegelapan kepadanya."


Perlahan, pintu kamar milik orangtua Senshi dan Yamarashi terbuka, menampakkan kamar tidur yang cukup sederhana dengan satu buah tempat tidur besar yang muat untuk dua orang, lemari pakaian, meja, dan furnitur-furnitur lainnya. Kamar tersebut tampak remang-remang karena hanya diterangi oleh cahaya rembulan.


"Jadi ini kamar orangtua kalian?" ucap Yamamura sembari mengedarkan pandangannya ke dalam kamar.


"Tapi, Yamarashi. Aku masih belum mengerti maksud dari perkataanmu dan Senshi. Sebenarnya, apa yang sudah terjadi kepada keluarga kalian?"


"Semuanya bermula dari 7 tahun yang lalu," sahut Yamarashi.


...Flashback...


Saat usiaku masih tujuh tahun dan usia Senshi masih lima tahun, kami datang ke hutan ini dan mendirikan rumah. Mungkin bagi orang lain, tinggal di tengah hutan dan terisolasi dari keramaian itu rasanya sangat buruk, tapi bagi kami tidak. Justru menyenangkan karena kami bisa menikmati keindahan hutan dan berinteraksi dengan alam setiap harinya. Kedua orangtua kami adalah pasangan yang sangat ramah, pengertian, dan pekerja keras. Itu adalah hidup yang sangat damai. Setiap hari aku bisa berburu kumbang, berteduh hingga tertidur di bawah pohon, memandangi langit biru yang cerah, dan melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya.


Namun, kebahagiaan dan kedamaian kami dirusak oleh sekawanan Dire Wolf. Untuk memenuhi kebutuhan kami akan daging, ayah kami sering pergi berburu dan hasil buruannya disimpan di ruang penyimpanan yang terletak di belakang rumah ini. Bagi kawanan serigala tersebut, daging yang kami kumpulkan adalah tumpukan harta karun. Mereka akan melakukan segala cara untuk merampoknya. Hasil ladang kami sering tidak menentu karena hama dan cuaca buruk, jadi daging hasil buruan adalah harapan utama kami. Karena itulah, kami bertekad untuk melindunginya mati-matian. Bahkan aku dan Senshi yang saat itu masih kecil bersikeras ingin membantu ayah dan ibu kami melindungi ruang penyimpanan tersebut meskipun dilarang, sehingga akhirnya mereka berdua terpaksa mengizinkan kami membantu.


Tapi, usaha kami selalu berakhir dengan kegagalan. Walaupun tidak ada satupun dari kami yang meregang nyawa, kami selalu gagal melindungi daging hasil buruan yang kami miliki. Serigala-serigala itu terlalu banyak dan terlalu kuat. Meskipun kami sudah menggunakan senjata, tapi kami bukan tandingan mereka.


Cadangan makanan kami perlahan menipis. Kami terus mengeluarkan energi untuk berburu dan berladang, tapi hasil buruan kami selalu dicuri dan hasil ladang kami tak menentu. Alhasil, kami sering terpaksa menahan lapar dalam jangka waktu yang cukup lama dan hanya mengandalkan tanaman-tanaman di ladang yang jarang sekali selamat sampai waktu panen tiba.


Pada suatu hari, aku sudah tidak tahan dengan kehidupan seperti itu. Aku memutuskan untuk berhenti melawan hewan-hewan buas tersebut dan memilih menahan lapar, sementara Senshi dan kedua orangtua kami terus bertarung meski mereka selalu gagal melindungi daging di ruang penyimpanan.


Suatu malam, ketika aku sedang duduk di ruang tengah sambil berusaha tidur untuk menahan lapar, entah kenapa timbul niat di dalam diriku untuk melindungi ruang penyimpanan itu sekali lagi. Aku bergabung dengan Senshi dan kedua orangtuaku, berharap setidaknya kali ini kami berhasil melindungi daging hasil buruan.


Melihat situasi yang gawat itu, ayah dan ibu memerintahkan kami untuk pergi sementara mereka menahan para serigala tersebut. Dengan segera, aku menarik lengan Senshi yang masih panik dan shock, kemudian pergi menjauh. Senshi yang tengah mengalirkan air mata berusaha memberontak dan melepaskan pegangan tanganku secara paksa sehingga aku membentaknya dan mengucapkan sekumpulan kalimat yang seharusnya tidak kuucapkan. Kalimat-kalimat yang telah menarik adikku itu masuk ke dalam gerbang kegelapan.


"Kau jangan nekat!! Kita tak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan Dire Wolf sebanyak itu!! Buka matamu, Senshi!!! Kita ini lemah!!! Tak peduli apapun yang kita lakukan, kita takkan berhasil!! Kenekatan dan perjuanganmu yang sia-sia itu hanya akan menambah jumlah korban!!!"


Ucapanku jelas bukan penenang yang baik bagi Senshi. Tangisannya semakin kencang. Dia menangis tersedu-sedu. Aku agak kasihan melihatnya, tapi itu satu-satunya cara untuk mencegahnya kembali ke tempat orangtua kami berada.


Kami berlari sekuat tenaga dan bersembunyi di atas pohon di dekat rumah karena kami tahu Dire Wolf tak bisa memanjat pohon. Kami bisa mendengar jeritan kesakitan kedua orangtua kami dan lolongan para serigala, tapi kami tak berani menghampiri atau turun dari pohon. Kami juga tak bisa melihat apapun karena pohon itu berada di dekat sisi rumah yang letaknya berlawanan dengan ruang penyimpanan. Malam itu kami lalui dengan penuh ketakutan di atas cabang pohon, dengan diselimuti udara yang dingin menusuk dan ditemani suara binatang malam yang seolah mengejek ketidakberdayaan kami berdua. Itu adalah malam terburuk di hidup kami.


Pagi pun tiba. Lolongan para serigala tak lagi terdengar. Dengan perasaan takut serta khawatir, kami menuruni pohon dan menjejakkan kaki di rerumputan hijau sambil menelan air liur kami yang seolah telah berubah menjadi lem. Kami bergegas menghampiri ruang penyimpanan sambil terus berharap akan keselamatan ayah dan ibu kami, hanya untuk melihat pemandangan yang membuat harapan kami lenyap tak berbekas.


Kedua orangtua kami terbujur kaku dengan tubuh yang telah dingin. Sekujur tubuh mereka dipenuhi luka dan ada luka robek yang fatal di bagian vital dari tubuh mereka. Pintu ruang penyimpanan telah dipenuhi cakaran yang parah dan didobrak. Daging hasil buruan di dalamnya sudah raib. Aku dan Senshi langsung terduduk lesu begitu mengetahui bahwa ayah dan ibu kami telah tiada dan gagal melindungi ruang penyimpanan.


Kami gagal lagi, dan ini adalah kegagalan terburuk. Kegagalan yang merenggut nyawa dua anggota utama di keluarga kami.


To be continued


Author: Mweheheheh, penyiksaan chara di bagian backstory sudah dimulai!! Akhirnya saya bisa menyiksa chara lagi setelah 6 bulan XD Wahahahahahahahah!!!


*ditampol oleh seluruh chara*


Ryugai: Udah hampir satu setengah tahun nih novel ongoing, tapi authornya masih aja suka nyiksain chara. Ntah kapan dia tobatnya _-"