Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Perang Dimulai!! Perwujudan Strategi Kraken (Part 2)



Di atas kapal yang paling besar, seorang kapten bertubuh tengkorak menyeringai bengis. Dihentakkannya tangan kanan khas bajak lautnya ke susuran pagar pembatas. Tawanya mulai terlontar. Semakin lama semakin keras, dan akhirnya menjadi tawa terbahak-bahak.


"Khu ... khu ... khu ...."


"Fu ... fu ... fu ... fu ...."


"HA HA HA HA HA!!!"


"Jumlah prajurit kita jelas melebihi mereka!!! Summon Animals mereka tak sampai tiga ribu!! Armada kita punya sepuluh ribu prajurit dan 100 buah kapal perang!!! Tentu kita yang akan menang!!! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Kapten tengkorak tersebut tertawa semakin hebat. Kini, dia tampak layaknya orang tak waras.


"Tapi, kapten, apa anda tidak merasa aneh?" tanya Sang Wakil Kapten. "Masa' mereka cuma kirim 2500 orang dari angkatan udara untuk lawan armada beranggotakan 10 ribu monster? Seingatku jumlah prajurit angkatan udara mereka lebih banyak dari ini. Dan lagi, kenapa mereka tidak mengirim prajurit angkatan laut? Mereka pasti merencanakan sesuatu, Kapten."


"Hahahaha. Siapa yang peduli?! Tembak!!! Terus tembak!!! Serbu!!! Serang!!! Habisi mereka semua!!! Habisiiii!!!"


"Siap, kapten!!!"


"Divisi hewan air, kalian juga bantu serang!!!"


"Baik, kapten!!!"


Sementara itu, nasib Divisi Patroli Angkatan Udara tengah berada di ujung tanduk. Separuh dari anggota mereka telah tiada. 1500 prajurit datang sebagai bala bantuan, menggantikan 500 anggota yang gugur tadi. Namun, itu semua tak ada pengaruhnya. Bala bantuan juga datang bagi pasukan 99 ras monster. Jumlah mereka yang tadinya lima ribu kini jadi sepuluh ribu. Jelas para prajurit angkatan udara kalah jumlah.


"Kepala Divisi, kenapa bala bantuan yang dikerahkan jumlahnya sedikit?" Salah seorang prajurit angkatan udara mendekatkan hewan tunggangannya ke hewan tunggangan Kepala Divisi Patroli.


Kepala Divisi tersenyum penuh arti. "Mungkin mereka ingin memberi kejutan?"


"Kejutan apanya? Ini bukan pesta ulang tahun, Pak Kepala!!"


"Bantuan pasti akan datang." Sang Kepala Divisi memandang lurus ke arah pertempuran hebat yang sedang berlangsung di garis depan. "Pasti!!!"


"Tapi, kapan datangnya, Pak-" Ucapan prajurit itu terputus karena gelembung-gelembung udara berukuran besar muncul dan memenuhi permukaan air, membuat pasukan 99 ras monster terombang-ambing, bahkan sampai menenggelamkan beberapa kapal perang musuh. "I-Itu ...."


"Ya," sahut Kepala Divisi. Senyum penuh kemenangan terukir di wajahnya. "Itu adalah bala bantuan kita. Hasil dari perembukan para petinggi militer."


"A-Apa yang terjadi?!" Kesombongan Sang Kapten Tengkorak kini digantikan oleh ekspresi wajah panik karena kapal perangnya terombang-ambing.


“Uwaaarrrggghh!!!”


Kapal perang yang mereka naiki terombang-ambing semakin hebat. Sesuatu yang amat besar tampaknya tengah berusaha naik ke permukaan air hingga air laut terciprat ke segala arah dengan amat dahsyat.


“Apa?! Apa itu?!” Seluruh prajurit monster langsung berjejal-jejal mendatangi dek untuk melihat apa yang terjadi.


Beberapa saat kemudian, akhirnya sosok raksasa itu menampakkan diri, timbul dari dalam permukaan laut. Seekor paus biru raksasa dengan tubuh yang dilindungi oleh zirah tulang. Panjangnya setara dengan sepuluh kapal perang. Dengan tubuh raksasanya yang perkasa, ia mengacau, membunuh para monster bertipe hewan air yang tampak bagaikan tikus baginya dan menenggelamkan kapal-kapal musuh di sekitar.


“Angkatan laut kurang ajar!!!” geram Kapten Tengkorak sambil menggebrak susuran pagar. “TEMBAK!!! TEMBAK!!! SEMUANYA TEMBAK DIA!!!”


Kepanikan menghampiri seluruh prajurit monster. Dengan formasi serangan yang berantakan, mereka mencoba menghabisi si paus raksasa. Namun, jangankan menghabisinya, melukainya saja mereka tidak sanggup. Jumlah kapal perang mereka berkurang drastis. Saat ini, hanya dua puluh kapal yang tersisa.


“Lihat, ‘kan? Itu adalah Summon Animal milik Kepala Angkatan Laut Zasamura.” Sembari tersenyum, Kepala Divisi menunjuk paus raksasa yang sedang mengamuk itu.


“Tapi, Pak Kepala, ada yang aneh.” Wakil Kepala Divisi Patroli Angkatan Udara menghampiri hewan tunggangan Sang Kepala Divisi.


“Hm? Apanya?”


“Seluruh penumpang kapal keluar menuju dek untuk bertempur, jadi seharusnya semua ras monster kelas bawah ada di sana. Yang kelas atas, sih, mungkin sengaja mereka simpan untuk saat darurat. Tapi yang aneh adalah ..., ada satu ras monster kelas rendah yang kurang.”


“Iya, kah? Ras apa itu?”


“Slime, Pak Kepala.”


To be continued


Nah, kira-kira strategi apa yang direncanakan oleh Greed? Kenapa ras slime tidak langsung dikirimkan dan disuruh bertarung dari awal, melainkan dijadikan kartu ace? Padahal slime, ‘kan, ras monster kelas rendahan. Harusnya disuruh bertempur sebagai penghambat bagi musuh lalu mati seperti pion catur. Penasaran? Saksikan di chapter berikutnya :v Pantengin terus novel ini yaa. Btw sekedar info, sebentar lagi novel ini akan tamat XD


Next Chapter:


Day 62: Terdesak!! Strategi Kraken Balasan?! (Part 3)