Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 60: Turnamen Maximus Potentia Bagian Tujuh (Part 1)



"Hari ini adalah hari keenam puluh sejak pertama kalinya aku dikirim ke dunia Purity Online. Yah, awalnya aku membenci beta test yang menurutku tak berguna ini ..., tapi ternyata itu membawa banyak dampak positif kepada diriku. Aku tak lagi berhati dingin dan keji. Bahkan aku akhirnya bisa meluapkan emosiku dan tak lagi berbuat kejahatan demi pelampiasan akan kekesalanku terhadap ketidakadilan takdir."


"Hari ini adalah hari terakhir turnamen Maximus Potentia, dan sebentar lagi pertandingan terakhir akan dimulai. Pertandingan finalnya adalah pertandingan antara diriku melawan Genbu. Ya, kami berdua berhasil lolos sampai final. Tampaknya, kamilah yang terkuat di akademi ini, ya? Tapi, sebaiknya aku tidak sombong. Turnamen ini belum selesai. Meski aku sudah mempelajari banyak sihir, aku tak tahu senjata rahasia apa yang dimiliki oleh Genbu. Aku harus bertarung dengan otak dan otot, serta berpikir dengan jernih supaya bisa menyusun strategi. Shiro berhasil menjadi seorang pemenang, dan dia telah pergi terlebih dulu meninggalkan dunia Purity Online ini. Karena itu, aku juga harus berjuang sekuat tenaga supaya bisa memenangkan turnamen ini."


Ryugai sekarang sudah menginjakkan kakinya di lantai arena, dikelilingi oleh penonton yang berjumlah cukup banyak. Mereka bersorak penuh semangat, meneriakkan nama Ryugai dan Genbu. Genbu berada sekitar belasan meter di seberang Ryugai, berdiri dengan gagah dan penuh percaya diri. Pedang kesayangannya tergenggam erat di tangan kanannya. Ryugai melangkah maju, mendekati Genbu. Pemuda berambut hitam legam itu juga berjalan mendekat. Mereka berdua bertemu di titik tengah lapangan.


"Yo!!" sapa Genbu dengan ramah sambil mengacungkan kepalan tangannya. "Mari kita tunjukkan kekuatan dan potensi kita yang sebenarnya!!"


Ryugai menyambutnya dengan menepukkan kepalan tangannya ke kepalan tangan Genbu. Senyum terukir di bibirnya. "Ya. Kau juga jangan main-main, ya?"


Genbu terkekeh geli. "Mana mungkin aku main-main di pertandingan final."


Ryugai mengeluarkan pedang yang tersarung di pinggangnya. Disiapkannya kuda-kuda bertarungnya. Tampak Genbu juga melakukan hal yang sama.


"Sekarang adalah waktunya untuk pertandingan final!!" seru Sang Komentator dengan lantang dan bersemangat. "Ini adalah final untuk angkatan tahun kedua jurusan Teknik Sihir Perburuan dan Pertarungan!!! Si penantang, pahlawan jenius Ryugai Yuzumoto yang berhasil menumbangkan Minotaur perkasa dan masuk ke akademi ini untuk mempelajari sihir, akan berhadapan dengan siswa terkuat di angkatannya sekaligus pemenang dari Turnamen Maximus Potentia tahun lalu!!! Julukannya adalah ... si putera kegelapan, Genbu Mikazaki!!!"


"Oooooooooooooooo!!!" Sorakan para penonton terdengar semakin keras. Bahkan ada beberapa gadis yang berteriak.


"Kyaaaa!!! Genbu!! Genbu!!"


"Ryugaii!! Semangat!!!"


"Ryugai sayang, pacaran yuk!!!"


"Cintaku kepada abang Ryugai ... seluas angkasa ...."


"Kau bersinar di tengah kegelapan bagai bulan di langit malam ...."


Oke, cukup. Nanti adegannya jadi kacau. Mari kita skip saja reaksi para penonton dan alihkan kameranya dari tribun penonton. Hiraukan saja cewek yang berpuisi tadi dan yang genit tadi itu.


Ryugai tersenyum. "Rupanya aku memiliki penggemar, ya? Baiklah. Kalau begitu, aku tak boleh mengecewakan mereka."


Kedua pemuda itu saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang tajam. Tampaknya mereka benar-benar serius.


"Ini adalah pertarungan antara kecerdasan melawan kekuatan!!! Siapa yang akan menang? Tanpa basa-basi lagi, mari kita saksikan saja. Pertandingan final ... dimulai!!!"


Alis Ryugai dan Genbu tertekuk ke arah tengah, menandakan bahwa tingkat keseriusan mereka sudah cukup tinggi. Aura berwarna hitam kelam bergegas menyelimuti sekujur tubuh kedua pemuda tersebut. Mereka langsung melaju ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Pedang yang mereka genggam teracung. Suara logam beradu pun terdengar setelahnya.


*trangg!!!*


To be continued