Purity Online - The World For The Fallens

Purity Online - The World For The Fallens
Day 62: Bertarung Menggunakan Sains (Part 5)



Kapten kapal utama tersenyum bengis. "Strategi Perfect Combo, ya? Sayangnya, itu takkan bisa lagi bekerja!!!" serunya. "Pasukan elemental angin!! Kalahkan dia!!"


Ratusan Wind Fox langsung keluar dari kapal dan menyerang pasukan manusia dengan kecepatan yang menyamai putaran angin topan, membuat pasukan ras manusia sempat kewalahan.


"Jangan lihat arah geraknya!!" seru Ryugai memberi instruksi. "Dengar baik-baik suara langkahnya!! Pasti kalian bisa menemukan letak mereka!!"


Berkat instruksi dari Ryugai, para Wind Fox berhasil dikalahkan dengan cara menjebak mereka menggunakan sihir tanah, kemudian menyiramkan asam sulfur.


"Kurang ajar!!!" umpat Sang Kapten dengan penuh amarah. "Elemen air dan api, serang!!!"


Ratusan monster berelemen air dan api langsung keluar dari dalam kapal dan menyerang pasukan Ryugai dengan cara melancarkan bola-bola api serta bola-bola air raksasa.


"Semuanya mundur!!!" seru Ryugai.


Kapten kapal menyeringai bengis. "Mundur? Kalian takut, ya?"


"Bukan, bodoh." Ryugai terkekeh geli sembari melemparkan segenggam bubuk yang berada di tangannya ke arah bola-bola api yang tengah melaju dan hendak membakar tubuhnya.


"Kalau tidak begini ...."


"Aku tak bisa menggunakan ini, 'kan?!"


*blaaaamm!!!*


Ledakan dahsyat terjadi. Sebagian besar pasukan monster hancur berkeping-keping, sedangkan sebagian sisanya cukup beruntung karena tidak terkena ledakan. Namun, mereka harus terpental sejauh beberapa meter, bahkan ada yang sampai tercebur ke laut.


Melihat anak-anak buahnya terbunuh, Sang Kapten Kapal Utama yang juga merupakan pemimpin pasukan monster terbelalak.


"Ku-Kurang ajar!!!"


Gigi-giginya bergemeretak hebat. Kedua matanya memancarkan kebencian yang amat dalam. Sementara itu, si jenius Ryugai tersenyum penuh kemenangan. "Bagaimana rasanya diledakin pakai mesiu?" ejeknya.


"Untung saja di dekat tebing di timur ada gunung berapi, jadi aku bisa dapat belerang. Lalu, untuk mendapatkan batu bara aku tinggal menambang. Kalium nitrat? Kudapatkan dari kotoran kelelawar dari gua di dekat tebing di timur. Agak menjijikkan, sih, tapi bodo amat. Sungguh ajaib, aku bisa membuat semua ini dalam semalam. Untung saja aku sering nonton anime jadul berjudul Dr. Stone itu waktu umurku masih 5 tahun."


Ryugai: gapapa lah, biar aku kelihatan jenius 😎😎😎😎


Author: ehehehehehehe XD)


"Ryugai-sama, hebat!!" puji salah seorang prajurit.


"Apa itu tadi?" Prajurit lainnya memiringkan kepala kebingungan.


"Mesiu," ujar Ryugai sambil menoleh ke arah pasukannya. "Jika terkena api, maka akan meledak."


"Kurang ajar!!!" Kapten tengkorak itu menghentakkan tulang kakinya dengan kesal ke pasir berwarna krem yang melapisi pesisir pantai.


Ryugai tersenyum penuh kemenangan. "Lihat, 'kan? Meski kekuatan kalian besar, tapi itu semua tidak ada gunanya apabila hati kalian masih diliputi oleh kegelapan."


"Sebenarnya, sihir apa yang kau gunakan?!" bentak Wakil Kapten Kapal Utama dengan kasar.


"Sihir? Bukan. Ini namanya ... bertarung menggunakan sains ...."


To be continued


Yap, kok genrenya tiba-tiba jadi science fiction ya? :v Entahlah, saya selaku author juga tidak tahu. Wkwkwkwkwk. Btw terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca chapter ini ^^ Jangan lupa tinggalkan jejak berupa krisar, vote, rate, like, dan comment yaaa. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.


Next Chapter:


Day 62: Kemunculan Greed (Part 6)


Yap, Greed akan muncul di chapter berikutnya!! Kira-kira siapakah yang akan menang, ya? :v Apakah Ryugai dengan otak jeniusnya? Atau Greed dengan kemampuan 99 ras monsternya? Ingin tahu? Makanya pantengin terus novel ini :v *ditabok readers*


(Readers: PROMOSI MULU!!!)