Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 88



🌹 Happy Reading 🌹


Alson melangkahkan kakinya mendekat ke arah sumber suara itu. Dia ingin tau siapa yang memainkan piano sebagus ini.


Dan di saat di saat dia sudah mendekat, dia melihat sosok Airein yang sedang menainkan piano dengan indahnya.


Alson berdiri mendengarkan sampai sepupunya itu selesai memainkanya.


Setelah beberapa saat, Airein mulai menyadari jika ada sosok yang sedang memperhatikanya saat ini.


Dia langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang ada di belakanganya. "Alson, kamu sejak kapan ada di situ?" tanya Airein yang terkejut melihat Alson yang entah sejak kapan dia sama sekali tidak menyadarinya.


Alson tersenyum singkat menanggapi pertanyaan sepupunya itu. Lalu melangkah mendekat ke arah Airein yang terlihat sedang memperhatikanya saat ini.


"Permainan mu bagus, apakah kamu memang ahli dalam memainkan piano?" tanya Alson dengan ramah, mencoba mendekatkan diri dengan keluarga barunya ini.


Ini bukanlah hal yang mudah, menerima orang lain yang baru saja datang di kehidupanya menjadi sebuah keluarga barunya.


Terutama dengan keluarga Lesham, mungkin saja dia masih bisa menerima jika Aiden ternyata adalah sepupunya.


Namun bagaimana dengan Aiden, apakah dia mau menerima jika dia dan Albert adalah anak dari pamanya.


"Tidak juga, Mamah yang lebih hebat memainkan piano ini, aku hanya memainkanya di saat aku sedang merasa khawatir seperti ini saja, agar bisa sedikit lebih tenang," Jawab Airein juga dalam mode canggung.


Dia tidak tau bagaimana cara menempatkan dirinya kali ini, karna selain bersama dengan suaminya dan teman dekatnya, dia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan orang luar.


"Apakah Aiden akan kemari juga ?" tanya Alson tiba-tiba membuat Airein terdiam tidak tau harus berkata apa.


Alson melihat Airein yang diam seperti itu mengerti, jika sepupunya itu tidak nyaman dengan kehadiranya.


"Tidak perlu cangung seperti itu, aku tidak seperti Albert kok yang gampang marah," timpalnya lagi yang berusaha sebisa mungkin mencairkan suasana.


Airein tersenyum dengan ucapan Alson yang satu ini. " tidak kok, aku tidak berfikir kalian sama meskipun kalian kembar, kamu tau kan jika aku juga kembar dengan Aiden," balasnya dengan lembut.


"Oh ya, aku bahkan tidak tau itu Rein, apakah kita ini keluarga kembar heheheh," Imbuhnya sambil terkekeh mengetahui jika Airein dan Aiden ternyata juga adalah sepasang anak kembar seperti dirinya.


Airein menganggukan kepalanya singkat, "iya kami memang kembar, tapi sifat kami juga berbeda."


"Aiden dengan sikapnya yang dingin tak tersentuh, sedangkan aku lebih ke type akrab dengan siapa pun, meskipun agak jutek dan galak heheh," dia terkekeh mengingat betapa galaknya dia dulu ketika saat masih berpacaran dengan Roger suaminya.


Alson berpikir sejenak, namun dari wajahnya menampilkan sebuah senyum yang merekah. "Sepertinya kita memang lebih bagus dan nyaman jika berhubungan dengan wanita galak dari pada lembut, menurut aku sih seperti itu, karna dalam hubungan itu jadi lebih berwarna, soalnya jika mendapatkan cewek yang lembut terasa boring sih," ungkapnya dengan santai.


Dia mengingat betapa indahnya hubunganya dulu bersama dengan Briell yang lebih mendominasinya.


Airein paham, jika saat ini Alson tengah meingat masa lalunya bersama dengan Briell dulu.


"Apakah kamu tidak berniat mencari wanita lain Alson?" tanya Airen dengan ragu.


Dia takut jika sepupunya ini akan tersingung dengan pertanyaanya yang mengarah ke urusan privasi.


Alson tersenyum kecil mendengar itu. "Di luar sana, aku yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh yang terbaik dari masa lalu ku."


"Tuhan menciptkannya untuk adik ku, mungkin dulu aku hanya di tugaskan untuk menjaganya selama tiga tahun ini, dan tiba saatnya aku harus menyerahkanya pada Albert adik ku. Dan sekarang mungkin sudah tiba saatnya aku mencari Takdir ku itu sendiri," ucapnya menatap kosong kedepan, lalu tersenyum tipis namun tetap saja manis di pandang.


"Takdir ku yang memang di ciptakan untuk ku, bukan hanya sekedar menjaga dan memberikanya pada yang lain." Timpalnya lagi yang membuat Airein merasa terharu dengan keikhlasan dan pemikiran Alson yang begitu dewasa.


Dia pribadi jika ada yang mengambil atau menikahi calon suaminya seperti itu, mungkin saja dia akan menggila dan mengamuk seperti Aiden.


Namun tidak dengan Alson yang lebih memilih diam dan mengikhlaskan semuanya.


"Jodoh adalah cerminan diri kita Alson, jika kamu baik maka kamu akan mendapatkan jodoh yang terbaik pula, namun sebaliknya jika kamu jahat atau buruk, maka jodoh yang kamu dapatkan tidak kurang lebih akan seperti itu juga." Ucap Airein memberikan nasihat apa yang di ketahuinya.


Alson lagi-lagi menganggukan kepalanya paham dengan apa yang di sampaikan oleh Sepupunya itu, lalu dia melirik sekilas ke arah jam di tanganya yang menunjukan waktu yang mulai menuju petang.


"Ehm Airein aku pamit dulu ya, sepertinya aku ingin berburu terlebih dahulu," Pamitnya dengan sopan pada Airein.


"Berburu?" Tanya Airen ingin memastikan pendengaranya.


"Iya berburu hewan," jawabnya lagi, dengan lembut.


Airein mengaggukan kepalanya, mengiyakan perkataan Alson. "Baiklah nanti akan ku sampaikan kepada Uncle jika dia bertanya." balasnya tak kalah ramah.


"Baiklah terima kasih ya Airen." Jawabnya dengan sopan.


Tak lama kemudian Alson melangkahkan kakinya keluar menuju kamarnya untuk bersiap-siap pergi memburu.


Dan pastinya dia tidak akan sendiri, akan ada beberapa pengawal yang akan menemani dirinya seperti biasanya.


Gengs segitu dulu ya, mimin telat bangun soalnya, nanti malam kita ketemu lagi ok🙏🏻😉😉


To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra