Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 57



🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini seluruhnya telah bersama duduk dengan tenang di ruang tamu Mansion itu, namun pandangan Stella dan Arvan tak sedikitpun lepas dari sosok Morgan.


Sedangkan Aiden dan Arnon juga memandang benci ke arah Morgan yang saat ini sedang duduk di sebelah Briell.


"Sebelumnya kami meminta maaf yang sebesar-besarnya Kak Arvan dan Kak Arnon, saya sebagai Mommy Briell mengakui kesalahan kami yang tidak bisa menepati janji perjodohan antara Aiden dan juga Briell, kami tidak bisa memaksakan karna Briell saat ini telah memilih hidup dan bersama dengan suaminya, yaitu Morgan Emilio," seru Eden yang akhirnya memecah suasana panas di antara dua pihak keluarga.


Arnon yang tidak terima dengan permainan keluarga ini, "dari kecil kesepakatan ini adalah perjodohan dan penyatuan antara Briell dan kuga Aiden, kalian jangan main-main! Ini sudah perjanjian sedari awal, kenapa kalian malah sperti mempermainkan kami," Ketus Arnon yang tidak terima jika anaknya di permalukan seperti ini.


Stella yang mendengar suara kesal dari suaminya, kini menggegam erat jemari Arnon, untuk memberikan sebuah kode jika jangan bertindak yang akan melewati batas.


Mario yang melihat raut wajah amarah dari temannya itu kini tersenyum sinis menatapnya, " dari awal mereka sudah menjalin sebuah hubungan, namun Aiden selalu mengingkari janjinya pada Briell, siapa yang tahan jika mempunyai seoarang suami yang merupakan seoarang pembunuh," Sindir Mario yang juga tidak terima jika keluarganya di salahkan oleh pihak Aiden.


Arnon benar-benar murka mendengar pernyataan dari Mario itu, dia sontak langsung berdiri dan menampilkan wajah penuh amarah, "Cikh, kamu memang tidak pernah bercermin pada dirimu sendiri, siapa kamu dulu! Jangan pernah lupakan ratusan ribu nyawa yang kamu hilangkan tanpa belas kasihan, kamu dan Aiden putra ku itu sama, jadi jangan pernah berbicara mana yang baik dan buruk di sini, jika kamu dulunya juga adalah seorang binatang yang menjijikan." bentaknya penuh emosi.


Sedangkan Morgan langsung menelan salivanya kasar ketika mendengar "ratusan ribu nyawa,"


"Kamu lihat menantu mu sekarang ini," tunjuk Arnon pada Morgan yang hanya diam tanpa berani menaikan kepalanya.


Sontak seluruhnya langsung menatap ke arah Morgan mengikuti arahan dari Arnon, "siapa dia?siapa keluarganya? Apakah dia mampu untuk melindungi istrinya? Ingat Mario kita adalah satu server yang sama. Aku, kamu dan putraku itu sama karna mencintai wanita dengan seluruh hatinya. Sedangkan pria ini, siapa yang bisa menjaminya jika dia akan mencintai Briell selamanya," ucap Arnon lagi benar-benar memancing keributan.


Sontak Morgan yang di katai seperti itu, kini mulai menunjukan taringnya kembali, "cukup ya Tuan Arnon yang terhormat, saya tidak tau anda itu siapa, tapi Anda dengan beraninya menghina saya dan juga meragukan cinta saya pada istri saya." Bentaknya yang benar-benar emosi ketika dirinya di permalukan seperti itu.


"Morgan tenang," lirih Briell yang kini menggengam tangan Morgan dengan penuh rasa khawatir.


Sedangkan Mario dan Eden kini hanya melihat saja, dia ingin tau sampai di mana menantunya ini akan membela cintanya di depan dunia.


Aiden yang melihat Morgan dengan berani membentak Papahnya, kini mulai berdiri, namun langkahnya di halangi oleh Stella yang saat ini menahannya untuk tetap duduk.


"Anda lihat ini," tunjuknya pada genggaman tanganya dan Briell.


"Saya mencintainya Tuan, saya mencintainya walaupun dia tidak mencintai saya, apa anda tau Tuan sakitnya mencintai seseorang yang di hatinya masih ada orang lain yang sudah meninggal," tantangnya pada Arnon yang saat ini terdiam dengan semua kalimat yang keluar dari mulut Morgan.


Deeeggg jantung Arvan terasa seperti di tusuk seribu jarum saat ini. Dia mengingat masa lalu di mana dia membuang istrinya demi mantan yang telah meninggalkan dunia ini.


"Anda tau Tuan, di hati Briell bukan saya ataupun anak anda di dalamnya melainkan pria yang telah anak anda bunuh, dan anda tau Tuan, bahkan sangking mencintainya saya rela melepaskan dirinya saat ini jika dia mengatakan kepada saya jika di akan bahagia hidup bersama orang lain termasuk putra anda."


"Saya mencintainya Tuan, bukan hanyalah sebuah obsesi, jika anda juga mengatakan putra anda mencintainya, itu salah! Karna yang ada di mata Aiden saat ini hanyalah sebuah obsesi untuk memilikinya."


"Saya akui, saya tidak mempunyai apa-apa Tuan, saya bukalah seorang keluarga kaya, bahkan saya tidak mempunyai keluarga di dunia ini, saya tidak tau siapa ayah saya, tapi saya tidak malu, saya tidak malu untuk mengakui cinta saya kepada istri saya. Bertemu denganya adalah sebuah takdir bukalah sebuah rekayasa." Ucapnya dengan lantang yang langsung mendapatkan sebuah pelukan hangat dari Briell.


Arvan yang sudah tidak kuat dalam situasi ini memilih melangkahkan kakinya keluar tanpa berpamitan.


Stella yang mengerti apa yang sedang terjadi, kini menarik tangan Aiden untuk pulang, "Aiden, Arnon, kita bicarakan ini di rumah sekarang!" Perintah Stella yang selalu mutlak di dengarkan oleh semua keluarga.


Arnon dan Aiden memandang penuh amarah kepada keluarga ini terutama pada Morgan. Dan segera mengikuti langkah kaki Arvan yang sudah lebih dahulu keluar Mansion.


Setelah ke tiga pria pengacau itu keluar, kali ini Stella melangkah mendekat ke arah Morgan, "siapa nama kamu Nak?" Tanyanya pada Morgan yang sedari tadi sudah membuat hatinya bergejolak. Dia harus tau siapa sebenarnya Morgan ini. Mengapa wajahnya sangat mirip dengan wanita di masa lalu.


"Mogan Emilio Nyonya," jawabnya singkat dengan wajah datar.


"Morgan Emilio? Lalu Orang tua kamu?" Tanyanya lagi masih belum mendapatkan jawaban dari apa yang dia cari.


Morgan memandang ke arah Briell meminta jawaban atas apa yang ada di pikiranya saat ini, dia bingung mengapa Stella begitu penasaraan dengan nama orang tuanya.


"Beri tahu lah Morgan, agar mereka mendengarnya langsung darimu, dan berikan penyesalaan yang besar pada keluarga besar itu," Seru Mario yang sepertinya juga tau apa yang sebenenarnya terjadi.


Stella yang mendengar kalimat Mario itu merasa tertampar dengan apa yang baru saja dia ucapkan. "Cukup Mario, kalopun itu semua benar adanya, kakak aku tidak bersalah sepenuhnya dalam hal ini. Kamu mengerti!" Bentaknya yang tidak terima jika Mario dan yang lainya masih saja terus menerus menyalahkam Arvan dalam hal ini.


"Cikh memang seperti itu kenyataanya, apa yang di lakukan Arvan dulu, meskipun dia berlutut memohon ampun, itu tidak akan pernah merubah apa pun, tidak percaya silahkan kamu coba mengungkapkanya. Dan biar aku yang menjawab pertanyaanmu itu," ucapnya langsung berdiri mendekat ke arah Stella dan Morgan.


"Dia adalah Morgan Emilio, saudara kembar dari Alson Emilio, sekaligus anak dari Jennifer Emilio,"


Deegggggg jantung Stella tiba-tiba saya berdegup dengan kencang, mendengar nama ibu dari Morgan.


Ya benar saja, karna sedari awal dia memang mengenali wajah dari wanita yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.


"Saya permisi," pamitnya dengan wajah yang sudah berubah pucat.


Sedangkan seluruh keluarga Jonathan hanya memandang kepergianya dengan bingung, kecuali Mario yang sudah mengenali dan mengetahui siapa sebenarnya Morgan, dari awal bertemu di rumah sakit.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra