
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah melakukan perdebatan panjang tadi, saat ini seluruhnya sudah ada di sebuah ruangan besar yang sudah di sulap menjadi ruangan pemeriksaan untuk Briell.
Semuanya menunggui Briell tidak sabar melihat perkembangan Caby yang masih sangat kecil itu.
Saat ini Briell sudah berbaring di atas tempat tidur dengan di temani oleh Albert dan Eden di sisi kanannya.
Dokter-dokter yang berada di situ semua terlihat tegang melakukan pemerikasaan cucu Penguasa ini.
Dan di saat Dokter yang paling senior mulai melakukan pemeriksaan pada Briell, wajah mereka semua berubah menjadi khawatir.
"Kita mulai pemeriksaanya ya Mommy," ucap Dokter itu dengan mulai menuangkan Gel di perut Briell.
Dokter mulai meletakan alat Usg di perut Briell, dan terlihat jelas Caby yang tumbuh dari layar monitor.
"Nah ini ya Lord, Tuan sekalian, bisa di lihat jelas di sini perkembanganya yang sudah sebesar biji kacang ini ya," ucap Dokter itu memperbesar gambar Caby.
Sontak semuanya membulatkan mata dan melihat Caby dengan jelas.
Albert menyeritkan keningnya bingung melihat gambar anaknya di monitor. "Kecilnya Dok, masa iya Caby saya seumprit gitu apa maksudnya ? Mana Caby saya dok? Yang besar Baby ?" Cercanya bingung mencari sosok Baby yang bisa dia lihat di tv.
Arvan yang juga tidak mengetahui itu langsung maju mendekat ke arah Dokter itu. "Mana cucu saya? Kamu jangan main-main ya! Kamu adalah dokter profesional tapi melakukan pemeriksaan saja tidak bisa, apa kamu pikir kita bodoh dengan memperlihatkan bagian lainya kamu bilang itu cucu saya ha?" Bentak Arvan penuh emosi, membuat Dokter itu menelan salivanya kasar.
Plaaakkkk,,plaaakkkk, dua toyoran Mario layangagkan pada dua laki-laki yang berisik ini.
"Adduhhhh,"
"Adduuhh apa sih kamu Mario," bentak Arvan yang lagi dalam mode on.
Namun Eden yang melihat itu hanya tertawa lepas melihat Arvan yang selalu bodoh dalam mengenali kehamilan.
Sedangkan Jenni hanya tersenyum sinis melihat tingkah Arvan yang seperti itu. "Harap maklum, dulu waktu saya periksa kandungan dia sibuk dengan foto mendiang kekasihnya." Sindir Jenni yang kembali mengingat masa di mana Arvan mengabaikan dirinya dan Babynya.
"Mah-," tegur Alson yang berada di belakang Jenni.
Jenni mengerti bahwa putranya itu tidak mau jika dirinya selalu membahas masa lalu, dan akhirnya Jenni memilih diam tanpa bersuara.
Sedangkan tatapan Albert kini mendapatkan jeweran dari Briell. "Aaahkkkhhh sayang sakit sayang, kamu itu kenapa ? Akukan cuman mencari Caby kita, harusnya kamu juga dong," balasnya masih tidak terima jika di salahkan.
"Albert suami ku sayang, memangnya usia kandungan ku ini berapa ha ? Semuanya butuh proses lah, uhhhkkkkk," kesalnya tidak tahan ingin menjambak rambut suaminya agar sadar dari otak bodohnya.
Namun dia merasa takut karna nanti Mommynya akan memarahinya karna sudah bersikap tidak sopan pada suaminya.
"Tau, maunya langsung gede aja, memangnya kamu juga lahir langsung gede gini, enggak kan," sahut Eden yang juga memberikan pencerahan pada menantunya.
Dokter tadi merasakan sedikit bisa bernafas, di saat masih ada yang mau membantunya untuk mejelaskan ini semua.
"Lanjut Dok," seru Mario yang meminta agar dokter itu melanjutkan pemeriksaanya.
Dokter itu menganggukan kepalanya dan mulai melakukan pemeriksaan lagi.
"Pada minggu kedua seperti ini, janin sudah berbentuk menjadi embrio yang berukuran sekitar 0,01–0,02 sentimeter, terdiri dari dua lapisan sel, yaitu ektoderm dan endoterm yang akan menjadi cikal bakal organ tubuhnya nanti: Di saat inilah kehamilan sudah bisa terdeteksi melalui hormon HCG dalam darah. Tapi janin di dalam kandungan masih belum menampakan bentuknya secara utuh," ucap dokter itu menjelaskan kondisi janin yang baru berusia 2 minggu itu.
Terlihat semuanya mendengarkan dan memperhatikanya dengan saksama bagaikan ujian semester yang jika tidak di dengarkan mereka akan terlewatkan soal-soal.
"Di minggu-minggu awal kehamilan seperti ini, Mommy dianjurkan untuk mulai mengonsumsi vitamin kehamilan dan menghentikan sejumlah kebiasaan yang bisa membahayakan kondisi janin, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi kafein dan lain sebagainya, Mommy juga sebaiknya memperbanyak makan-makanan sehat dan mencukupi kebutuhan cairan setidaknya 68 gelas air sehari." Jelas dokter itu lagi, sambil terus memperlihatkan layar monitor.
Namun tiba-tiba saja dokter itu mengeluarkan alat Usg ****** untuk mendengarkan detak jantung dari Caby.
Albert yang melihat dokter itu mulai memasuki alat ke apom istrinya ingin menegur namun di tahan oleh Eden.
"Detak jantung janin muda seperti ini, hanya dapat dideteksi dengan USG ****** pada usia 2 hingga 6 minggu setelah kehamilan. Dan disaat itulah, tanda pertama dari embrio yang sedang berkembang terkadang dapat terlihat. Dan mungkin sekitar usia kehamilan 7 minggu nanti detak jantung Baby dapat terdengar lebih baik dan Saat itu, saya atau dokter lainya dapat menjadwalkan USG perut untuk memastikan juga bahwa kehamilan dalam kondisi yang sehat dan mendengar detak jantung babby dengan lebih baik." Lanjut Dokter itu yang membuat seluruhnya tersenyum mendengarnya.
Deeggg,,ddeeggg,,ddeeggg," suara detak jantung Caby mulai terdengar walaupun masih sangat pelan.
Sontak membuat seluruhnya langsung tersenyum bahagia, dan saling berpelukan.
"Selamat ya, ish," haru Eden memeluk tubuh Albert yang terlihat meneteskan air matanya melihat Caby yang benar-benar tumbuh.
Sedangkan Briell sudah lebih dulu tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Mario dan Arvan juga saat ini terlihat tersenyum sangat lebar, tidak sabar menantikan kehadiran Cucu paling bersejarah yang akan menjadi keturunan-keturunan selanjutnya.
Jenni langsung melangkah memeluk Briell yang terlihat sudah selesai melakukan pemerikasaan.
"Selamat ya Nak, semoga kamu dan Caby sehat-sehat terus ya sampai lahiran," seru Jenni yang langsung memeluk tubuh Briell dengan penuh rasa kasih sayang.
"Makasih ya Mah, atas dukunganya," balas Briell membalas dekapan mertuanya itu.
Lalu Jenni melepaskanya, dan sangking bahagianya dia tanpa sadar dia memeluk tubuh Arvan.
"Uhhuukkk,,uhhhuukk,,"
"Cieee,,,cieeee,udah baikan nih," sindir Eden yang mulai ikut iseng seperti suaminya yang suka menggoda orang lain.
Sontak Jenni yang tersadar langsung melepaskan pelukan itu, "maaf," lirihnya pelan menundukan kepalanya.
Namun dia tau jika Arvan saat ini sedang tersenyum bahagia mendapatkan pelukan tiba-tiba itu.
"Mau peluk lagi gak papah kok, saya ikhlas," sambungnya yang langsung membuat Jenni melangkah pergi dari pada mendengarkan omong kosong dari Arvan.
Melihat Jenni yang pergi membuat Mario semakin gencar meledek temanya ini.
"Kamu sih, gak main lembut jadi begitu deh," ejeknya dengan menampilkan wajah melasnya, lalu dengan iseng Mario melangkah mendekati istrinya dan memeluk tubuh wanita yang di cintainya itu dengan tersenyum mengejek ke arah Arvan.
"Shittt! Liat aja nanti aku juga akan seperti itu, tunggu waktu aja," lirihnya pelan membuat Mario ingin tertawa tapi takut dosa.
Alson yang melihat tingkah laku dua calon Oppa ini hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing. Lalu dia melangkah mendekat ke arah Albert adiknya.
"Selamat ya dek, semoga nanti selamat sampai lahiran," doanya dengan tulus kepada adik dan mantanya.
"Makasih kak, dan semoga kakak bisa dengan cepat menyusul dengan gadis taman itu ya," sahut Albert yang juga berharap kakaknya dapat mengejar cinta dari gadis taman itu.
Alson tersenyum mendengar penuturan adiknya itu. "Semoga ya, doakan kami berdua jodoh yang di takdirkan." Ucapnya penuh harap, dan itu semua di dengar secara langsung oleh Arvan.
"Papah akan mengabulkanya untukmu Nak." Batinya yang yakin jika gadis taman itu harus berjodoh dengan putranya, dan itu mutlak dia nyatakan.
To be continue.
Visual Papah Arvan 😘😘
*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra