
🌹 **Happy Reading **🌹
Di saat mereka tengah asik menangisi jasad Albert dan Briell.
Tiba-tiba saja ada dua orang penduduk yang bersama dengan seoarang pria tua yang terlihat seperti orang asia. "Maaf permisi Tuan-Tuan, saya adalah penduduk asli pulau ini, tadi saya mendengar ada suara bom yang berbunyi beberapa kali dan makanya saya segera ke sini." ucap salah satu penduduk itu.
"Benar Tuan, karna di sini jarang ada rumah penduduk, jadi kami minta maaf tidak bisa datang membantu," ucap penduduk dua yang menundukan kepalanya hormat.
Mario dan Arvan yang mendengar mereka berbicara saat ini rasanya sangat percuma, karna semua sudah selesai saat ini.
Namun berbeda dengan pria tua itu, dia berjalan mendekat ke arah Jasad Albert dan Briell, dan mencabut samurai yang menancap di tubuh mereka.
Mario dan Arvan lagi-lagi hanya diam dan memperhatikan apa yang di lakukan oleh pria tua ini.
Dan di saat pria tua itu mulai ingin menyentuh tubuh Briell, Mario dengan cepat menepisnya, "jauhkan tanganmu dari tubuh putriku!" Bentaknya yang membuat pria tua itu tersenyum.
"Maaf Tuan, dia adalah Tabib Tong Acocang dengan pengobatan traditional China, dia adalah pengembara yang menetap di sini sudah cukup lama, dan saat ini dia ingin melihat kondisi dari dua jasad ini Tuan," ucap penduduk satu itu lagi dengan memeberitahukan Mario jika mereka tidak ingin berniat jahat.
Arvan langsung memberikan kode pada Mario untuk membiarkanya sejenak. Dan Mario pun menurutinya.
Tabib itu kembali menyentuh tubuh Briell dan Albert, dia sedikit tersenyum dengan hasilnya, lalu dia mengambil sebuah tumbuhan yang sudah dia racik di dalam satu wadah, dia sengaja membuatnya terlebih dahulu sebelum berangkat tadi, karna dia tau jika ini pasti sangat di butuhkan oleh orang-orang yang terkena benda tajam.
Terlihat Tabib yang mulai menutupi luka tusukan yang ada di tubuh Albert dan Briell dengan obat racikan itu, dan memberikan kode kepada Arvan dan Mario dengan gerakan bibir.
Yang sontak membuat Arvan dan Mario seperti mendapatkan sebuah mukjizat dari Tuhan, namun detik kemudian Tabib itu mengganti raut wajah sedih. "Maaf Tuan, mereka sudah tidak bernyawa," lirihnya dengan sebuah kode untuk memperkeruh suasana.
Mario dan Arvan kembali menangis dan langsung membawa Albert dan Briell masuk ke dalam pesawat.
"Kamu ikut saya untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu!" Perintah Arvan dengan tegas membentak Tabib itu dengan kasar.
"Aammmmppuuunnn Tuaaannn, saayya bukan Tuhhhaan yang bisaa memberikaan sebuah nyawa untuk putra putri anda," tangisnya ketakutan di saat mendapatkan sorotan mata yang tajam dari Arvan.
sedangkan Mario kini beralih pada jasad Letty yang sudah sangat di pastikan jika dia tidak ada, karna luka tusukan itu benar-benar tepat berada di jantungnya.
Mario mengenduskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah dua penduduk itu, "bantu saya mengurus jasad Letty dan Roma, karna saya harus mengejar penculik cucu saya, dan Villa ini beserta dokter dan pengawal yang mati, kalian boleh membakarnya sekaligus." Perintah Mario yang sontak membuat dua penduduk itu gemetaran karna takut.
Mereka saling memandang satu sama lain, karna Mario mengucapkan semua itu tanpa terlihat ragu. "Ttuu,,an,saaaya tidak berani membakar mereka Tuan," sahut penduduk satu yang takut membakar mayat-mayat itu.
"Jika begitu berikan saya apa pun yang bisa membakar, petro atau apa saja," pintanya pada penduduk itu yang segera berlari mencarikan sebuah petro sebanyak mungkin untuk membantu Mario menghilangkan bekas perompak itu.
Dan tak lama kemudian penduduk tadi itu datang dengan membawa sejerigen Petro di tanganya, lalu membantu Mario menyiramkanya ke seluruh bangunan Villa, namun tak lupa mereka memasukan jasad-jasad pengawal yang mati di luar untuk masuk ke dalam Villa.
Dan jasad Roma langsung mereka bawa keluar untuk di makamkan dengan layak.
"Kalian semua harus mati, inilah akibat dari kalian yang berani mengkhianati keluarga kami," lirihnya pelan lalu melemparkan korek api ke dalam Villa dan segera berlari menjauh.
Boooooommmm,,bbboooommm,,boooommmm, ledakan bersaut-sautan karna Mario benar m-benar menyiram bensin tanpa celah di setiap sudut Villa itu.
"Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mau membantu saya, dan maaf sekali lagi saya harus merepotkan kalian untuk mengurus jadad Roma dan Letty, karna saya pribadi juga harus mengurus jasad putri dan menantu saya." Lirihnya pelan dengan sopan kepada penduduk itu.
"Sama-sama Tuan, ini kewajiban sesama manusia untuk saling membantu, yang tabah ya Tuan," seru mereka lagi, lalu berpamitan pada Mario dengan membawa Roma dan Letty satu persatu dengan sebuah tandu.
Dengan cepat Mario langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam pesawat yang sudah menunggunya.
Namun kali ini Arvan tidak tangung-tangung, Mario melihat 2 pilot dan beberapa pengawal di tembak mati oleh Arvan. Sehingga dirinya sendirilah yang mengemudikan pesawat ini.
"Kita harus segera sampai untuk mengejutkan jantung mereka Tuan, di sini masih ada sedikit kemungkinan jika mereka bisa kembali, karna detakan keduanya masih ada namun sudah mulai jarang," balas Tabib tadi dengan terus membubuhkan luka tusukan di tubuh keduanya.
Tabib tadi terlihat berusaha untuk menormalkan suhu tubuh Albert dan Briell agar tidak kehilangan harapan kecil itu.
Mario tidak henti-hentinya berdoa, dan berjanji jika dia pasti akan membawa pulang Griffin kembali.
Namun di saat kegelisahaan hati melihat Briell dan Albert serta cucunya yang masih tidak di ketahui keberadaanya, tiba-tiba saja dia merindukan satu sosok yang mungkin jika masih ada, semua itu tidak akan pernah terjadi.
"Aku merindukanmu," lirihnya pelan mengingat masa lalu.
Tidak lama kemudian mereka sudah mendarat di Markas besar Cyberaya, dan dengan cepat Albert dan Briell langsung di bawa ke ruang rahasia dengan di tangani dokter-dokter khusus dengan bantuan tabib tadi.
Gina terlihat sibuk dengan layar monitornya untuk mendeteksi detakan jantung yang sudah mulai menghilang itu.
Sedangkan Robert telah selesai dengan pekerjaanya, yaitu mengubah wajah dari dua mayat korban Arvan menjadi sosok Albert dan Briell.
"Gina, Robert, kalian tangani dulu semua di sini, pastikan semua sudah kembali setelah aku kembali, sekarang aku harus mencari cucuku terlebih dahulu." Lirihnya lagi menatap ke arah Mario untuk mengajaknya melanjutkan rencana lain.
"Baik Lord, saya akan mengabari anda tentang kondisi selanjutnya." balas Robert dengan hormat.
Dan kemudian terlihat beberapa pengawal mulai memasuki mayat itu di dalam pesawat Arvan, dan membawanya sebagai Albert dan Briell yang asli.
Mereka tidak perlu khawatir dengan sistem keamanan Cyberaya, karna di sini adalah pulau terpencil yang di bangun asing di tengah lautan pasifika, membuatnya tidak ada yang bisa mengetahui letak jelasnya.
Dan seluruh pengawal dan peneliti di dalamnya adalah orang-orang yang di dalam tubunya terdapat sebuah bom yang sudah di tanamkan oleh Lucas di setiap karyawanya.
Di dalam pesawat, Mario dan Arvan kini mulai menyiapkan hatinya untuk bersandiwara di hadapan Jenni dan Eden yang pasti akan sangat terpukul dengan semua ini.
"Maafkan aku sayang, tapi aku melakukan ini hanya untuk mendapatkan cucu kita kembali." Batin Mario meningat wajah sedih dari istrinya jika mengetahui anak sulungnya kini sudah tidak ada.
Begitu pula dengan Arvan yang terlihat meneteskan air matanya merasa gagal untuk menjadi pelindung keluarganya.
mimin kasih bonus 3 ektra part ya teman-teman.
Di sini mimin cuman mau bilang, kalian kalo mau Unfov gak papa, mimin gak marah dan gak maksa kalian untuk tetap menyukai karya mimin.
Mimin au kalian kecewa sama mimin, tapi jangan pernah mengeluarkan atau mengatai mimin dengan seenaknya, apakah pantas di pikir jika dulu kalian sangat menyukai cerita ini dan menunggu updatenya setiap hari seketika mengetahui ending tidak sesuai ekspetasi tiba-tiba kalian marah dan menjudge kalo Mimin bodoh.
Kalo untuk ucapan Lucas yang mau menjadikan Briell gengster mafia, itu sudah jelas di tolak mentah" oleh Mario, bukan saya janji menuliskan kisah begitu, dan lalu kalian bilang itu sebuah pancingan buat cerita selanjutnya yang terbit.
Mimin selalu tekankan kepada kalian, BUDAYAKAN MEMBACA SEBELUM BERKOMENTAR!!
Pastikan kisah endingnya sampai benar-benar berakhir baru kalian bisa menentukan pilihan, Hargailah karya orang dengan baik dan benar, jangan sampai kalian menghina yang kalian sendiri tidak tau kebenarnya.
**Maaf saya tau kalian semua kecewa, tapi kalian hanya perlu berkomentar mengungkapkan kekecewaan kalian, bukan dengan menghina saya seperti itu. **
Otak saya bukan robot yang bisa berpikir dengan sempurna, jika kalian tidak puas dengan hasilnya silahkan UNFOV tanpa harus Menghina.
Terima kasih semua yang masih menyanyangi Mimin🥰😭
Mimin mencintai kalian semua❤️