Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 45



🌹 Happy Reading 🌹


Morgan melepaskan pelukanya lalu menatap ke dalam mata Briell. "Look into my eyes!" Tegasnya yang langsung di patuhi oleh Briell.


Dia ingin Istrinya melihat kesungguhan di dalam matanya itu, dia ingin istrinya merasa aman jika bersamanya, dia mau istrinya tidak perlu mengkhawatirkan keselamatanya. "Aku dan kamu adalah satu, aku akan berusaha melindungimu, membuktikan kepadamu jika aku layak bersamamu. Mungkin aku tidak berkuasa seperti dirinya, namun perasaanku sama kamulah yang akan membuatku kuat untuk berjuang melawan segala ketidak adilan di dalam hubungan kita, apa pun permasalahanya, seberat apa pun itu, tolong jangan pernah tinggalkan aku." Kalimatnya yang benar-benar menyentuh ke dalam relung hati Briell yang paling dalam.


Entah dia harus bersyukur atau apa, dia benar-benar merasa sangat beruntung memiliki suami yang tulus seperti Morgan, awal pertemuan yang buruk bagi ke duanya kini telah berubah menjadi hubungan yang indah.


"Aku akan terus bersamamu, menemanimu, dan berusaha mencintamu. Aku mau kita bersama untuk melewati segalanya, kamu bahagia, aku bahagia, kamu sedih, aku sedih, kamu fight, aku fight, kamu mati, aku juga mati." Janjinya tulus dan yakin di ucapkan dengan tegas dan jelas.


Morgan terdiam dan menatap bingung ke arah Briell, "mengapa kamu berjanji seperti itu? Sedangkan kamu belum mencintaiku." Lirihnya pelan dan membuat Briell tersenyum mendengarnya.


"Aku belum mencintai, bukan tidak mencintai. Belum dan tidak itu adalah dua kata yang berbeda arti." Balasnya santai.


"Baiklah aku akan menunggu sampai saat di mana kamu mengatakan cinta kepadaku," seru Morgan dengan bahagia yang di ikuti senyum manis dari Briell.


"Oh ya Morgan." Teguranya tiba-tiba.


"Ada apa hem?" tanyanya dengan lembut.


"Aku lapar loh, kamu gak mau kasih makan istri mu ini ha ?" keluhnya dengan bibir yang mengerucut.


Morgan tersenyum mendengar ucapan istrinya itu, baru pertama kali ini Briell mengeluh lapar padanya.


Biasanya wanita tangguh ini terlihat seperti vampire di Move twilight yang Morgan sendiri tidak tau kapan istrinya ini makan dan tidur, karna dia tidak pernah melihat istrinya tidur di sebelahnya setiap malam, dan tidak pernah melihat istrinya makan selain malam dimana pertengkaran itu terjadi. Sungguh ajaib bukan hubungan mereka.


"Haha jelaslah kamu lapar sayang, ini sudah jam 9 pagi," balasnya sambil mengusap lembut kepala istrinya.


Briell beralih mengambil tangan Morgan yang berada di kepalanya. Dan menurunkanya ke bawah dengan ritme pelan.


Morgan menatap bingung karna Briell menuntun tanganya, dia berpikir jika istri kecilnya ini mulai nakal hingga membuatnya tersenyum gak jelas bagai orang gila , namun----.


Kecewa pun dia rasakan ketika Briell menuntung tangannya ke leher bagian atasnya.


"Gatal, garukin ya." pintanya tanpa rasa bersalah.


Morgan menertawakan pikiranya yang kotor, "aku rasa kamu sudah tidak waras Morgan." Ucapnya dalam hati mengatakan dirinya sendiri gila.


"Ya sudah, karna di sini tidak ada barang-barang makanan yang bisa di masak, jadi kita order aja ya sayang." serunya pada Briell.


"Iya boleh, biar kita berdua gak repot. Dan oh ya setelah ini aku mesti ke rumah sakit. Karna ada beberapa jadwal operasi," balasnya dengan lembut.


"Jam berapa? Aku antar ya," tanya Morgan sambil memainkan ponselnya untuk memesan Makanan.


"Habis jam makan siang." Balasnya yang beralih dengan mengganti posisinya ingin tidur kembali.


Morgan yang sudah selsai order makanan, kini melangkah mendekati istrinya.


Dia memeluk tubuh itu dengan erat, dan sedikit mengecup pipi Briell dengan lembut.


"Ayo mandi yuk." Ajak Morgan dengan ide nakalnya.


"Enggak, kalo mau mesum biar di sini juga bisa kali." Tolaknya karna di sangka mesum oleh istrinya.


"Hahahaha sepertinya aku harus mengganti nama panggilan kesayangan untuk kamu." Imbuhnya dengan senyum yang tertahan.


Morgan terlihat bersemangat mendengarnya, dia membalikan tubuh Briell agar berada di bawah kakunganya. "Apa nama panggilan kesayanganmu untuk ku?" tanyanya begitu penasraan dengan panggilan itu.


Briell terlihat berfikir sejenak untuk membuat nama panggilan itu . "Ehhmm, baiklah mulai detik ini aku akan memanggil mu dengan nama Pak Mesum." Serunya dengan tawa.


"Kamu nakal ya, hem." Sahut Morgan mendengar nama panggilan yang di buat oleh istrinya, lalu dia beralih menciumi tubuh bagian atas istrinya. Dan merubah suasana menjadi sedikit panas.


Namun tiba-tiba kegiatan mesum mereka terhenti, di kala mendapatkan sebuah panggilan di ponsel Morgan.


Dengan malas Morgan bangkit dan melepaskan pelukanya pada tubuh istrinya, dan beralih mengambil ponsel itu.


"Hallo." sapanya di saat dia sudah menekan tombol icon hijau di ponselnya.


"Bawa pulang istri laknad mu itu sekarang juga !! Papah menunggunya untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah dia perbuat kepada kakak kamu Victor!!" Perintah Trevor tegas dan penuh kalimat berbahaya.


Dan panggilan itu langsung tertutup dengan sepihak.


"Siapa?" Tanya Briell melihat Morgan meletakan kembali ponselnya.


Morgan kembali memeluk tubuh istrinya dalam diam. "Siapa yang memberimu obat perangsang semalam?" tanyanya sambil menenggelamkan kepalanya di leher milik istirnya.


"Victor,, Aahhh ." jawab Briell setengah mendesah karna Morgan mulai memberikan tanda kepemilikanya lagi di sana, dan bahkan tidak hanya satu. Namun Morgan mengulangya di tempat berbeda di tubuhnya.


"Lalu apa yang kamu lakukan kepadanya?" Tanya Morgan lagi namun masih fokus dengan pekerjaanya seni karyanya.


"Mematahkan tanganya,aaaahhhh pelan-pelan." Balasnya sudah tidak karuan.


"Hemm I see." sahut Morgan yang sudah mulai turun ke bagian dada milik Briell.


Briell membiarkan saja apa yang mau di lakukan oleh Morgan, karna dia sudah berjanji jika akan memulai hubungan baik dengan Morgan bagai manapun caranya.


"Dan pagi menjelang siang itu, terjadilah lagi hubungan mesum antara keduanya, tanpa memperdulikan jika Ke dua Bapak yang menelpon di pagi ini sama-sama tengah panas hati dengan hubungan mereka berdua.


Bahkan mereka lupa jika ini bulan puasa 🙄🙄


Namun ya namanya nafsu mau kapan pun di ikutin ajalah, dari pada nanti ada Aiden masuk kan bahaya😁😁


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra