
🌹 Happy Reading 🌹
Zein adalah duplikat dari Lucas, bahkan di usianya yang baru menginjak usia 17 tahun dia sudah membunuh puluhan manusia.
Briell yang kesal dengan kedua pria di hadapanya ini akhirnya melirik ke arah jam tanganya, “sudah waktunya aku latihan,” ucapnya memperlihatkan waktu pada Aiden.
“Mana ponsel ku?” Serunya meminta ponsel baru dari Aiden, karna ponselnya tadi dia hancurkan bersamaan dengan ponsel Morgan.
Aiden yang mendapatkan pertanyaan itu langsung menelepon kepada sekertarisnya. “Bawakan ponsel kekasih ku sekarang!” Perintahnya pada Misca sekertarisnya di kantor.
Dan tak lama, Misca muncul dengan membawa sebuah papper Bag di tanganya, “itu Bos ponselnya sesuai dengan pesanan Anda.” Ucapnya menyerahkan ponsel itu pada Aiden.
Setelah itu dia langsung kembali ke ruanganya, sedangkan Aiden segera membuka box ponsel itu dan seperti biasa Aiden melakukan peretasan di dalam ponsel baru milik Briell.
“Aku nebeng ya.” Tiba-tiba Zein bersuara dan meminta untuk ikut bersama dengan kakak Mafianya itu.
Eden yang masih kesal karna ledekan Zein tadi hanya menjawabnya dengan gedikan bahu singkat, “serah mu,” jawab Briell dengan ketus, namun tidak di perdulikan oleh Zein karna yang terpenting adalah dirinya yang mendapatkan tumpangan.
“Nah, nanti satu jam lagi aku akan menyusul,” seru Aiden sambil menyerahkan ponsel baru untuk Briell.
Briell pun langsung menerimanya, dan tanpa ucapan terima kasih atau senyuman dia melangkahkan kakinya keluar dari ruanganya.
Sedangkan Zein yang tadinya mau ikut bersama dengan Briell, kini memilih mengurungkan niatnya karna ingin memberitahukan informasi penting terlebih dahulu buat Aiden.
“Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Tanya Aiden yang terlihat kembali sibuk dengan pekerjaanya. Dia ingi segera menyelesaikanya agar bisa menyusul Briell untuk menemaninya berlatih tembak dan panah.
Zein langsung ternsenyum mengeluarkan sebuah berkas yang sedari tadi dia simpan di tas miliknya. “Ini identitas tentang Victor Terrence,” ucapnya menyerahkan laporan identitas milik pemimpin Prusahaan keluarga Tereence.
Aiden yang mendengar bahwa itu adalah satu hal yang penting, dengan segera dia membuka amplop berkas itu.
“Apakah ini bisa di pastikan ke akuratanya ?” Tanya Aiden dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Ya, tapi Briell juga sudah tau tentang itu.” Sahut Zein dengan santai.
“Wanita ku memang tidak ada nomor duanya.” Lirihnya pelan namun masih sangat jelas di telinga Zein.
“Apa kamu masih mau denganya ? Jelas-jelas dia sudah tidak Virgin lagi, dan sudah menjadi istri orang, sadar Woy.” Sindir Zein secara halus pada Aiden yang sangar terobsesi pada Briell.
Zein sangat bingung, padahal beribu wanita cantik yang sudah siap menjadi pendamping hidup Aiden, namun pilihanya tetap selalu Briell, meskipun dia sudah tau dengan jelas Briell mau menikah dengan pria lain. Dia memilih melenyapkan pria itu meskipun akan membuat wanitanya sedih.
Bahkan Aiden sampai rela menunggu hingga hati Briell pulih kembali dan melupakan Alson agar dia bisa kembali masuk ke dalam hati wanita pujaanya itu, memang sulit namun dia yakin dan harus memaksa Briell agar bisa kembali ke dalam pelukanya.
“Anggap saja itu adalah harga yang harus ku bayar karna telah membunuh Alson, aku tidak perduli mau dia Virgin atau tidak. Yang jelasnya dia tidak hamil anak pria rendahan itu.” Balasnya yang membuat Zein memutar bola matanya malas mendengar pria bucin di depanya.
Dan tak lama kemudian masuk lah sosok Hitto, asisten pribadi milik Aiden.
“Permisi Tuan, ini hasil laporan keluarga Terrence yang tadi anda minta, dan kami sudah mulai menghancurkanya secara perlahan namun pasti Tuan:” lapor Hitto yang membuat Aiden tersenyum puas mendengarnya.
“Bagus, setelah ini atur penerbangan ke Paris, dan atur pertemuanku dengan paman Mario.” Perintahnya lagi pada Hitto.
“Baik Tuan.” Sahut Hitto dengan sopan.
“Jangan lupa hubungi Uncle Arvan dan Papah, agar menemuiku di Paris, aku mau perjodohan antara aku dan Briell bisa di laksanakan dan di percepat.” Serunya tersenyum bahagia mengingat jika nanti Mario pasti akan merestui perjodohaan mereka, karna dia memiliki derajat yang sama dengan Briell.
Berbeda dengan Morgan yang sangat-sangat berada jauh dari level keluarga yang terkaya dunia, bahkan jika di bilang Harta kekayaan keluarga Terrence masih secuil bahkan se debu bagi tujuh keluarga teratas.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra