
🌹 Happy Reading 🌹
Seperti janjinya tadi, saat ini Morgan tengah berada di Mansion besar milik Mario, "permisi pak, saya mau izin masuk untuk menjemput istri saya." izinya pada satpam yang berjaga di luar Mansion.
Seluruh satpam itu saling menatap satu sama lainya, "tunggu sebentar Tuan, biar kami izin terlebih dahulu dengan pemilik Mansion ini," sahut salah satu satpam itu dengan sopan.
Morgan dengan cepat menganggukan kepalanya singkat mempersilahkan satpam itu untuk menelpon dengan penghuni di dalam Masion.
Sedangkan di dalam Mansion, kini telah terjadi pertengkaran hebat antara Mario dan juga Briell, bahkan Eden hanya mampu terdiam tanpa bisa membela dari keduanya.
"Intinya, keputusan Daddy mutlak tidak bisa di gangu, kamu cerai dengan pria itu dan menikah bersama Aiden Tititik," tegasnya benar-benar final.
Briell benar-benar murka dengan keputusan itu, baginya Mario saat benar-benar menjadikanya sebagai alat penyambung untuk bisnis mereka masing-masing. "Terserah Daddy mau bilang apa, dengan atau tanpa izin dari Daddy, Morgan tetap suami Briell dan gak akan pernah cerai sampai kapan pun, sekali itu Aiden dan dewa kematian meregutnya, aku akan melindunginya sebagai ganti aku yang pernah lalai menjaga Alson." bantahnya yang sudah berani menentang keputusan dari Daddynya.
"Briiell," bentak Mario yang benar-benar di luar kendali menahan segala amarah yang membuatnya berani seperti itu.
Eden yang sedari tadi diam, kini memperlihatkan amarahnya karna suaminya ini sudah bertindak melampaui batas, "cukup Mario, kamu jangan melampaui batasan kamu!" Bentaknya dan melangkah ke arah putrinya yang kini berdiri di hadapan Mario.
"Lihat dia, lihat putri kita ini! Apa kamu pernah mementingian kebahagianya demi ambisius mu itu, dulu kamu juga menentangnya ketika bersama Alson, sekarang kamu memaksanya bercerai dengan suaminya. Jika kamu yang aku ceraikan mau tidak ha." serunya panjang lebar yang di akhiri dengan sebuah ancaman yang berbahaya.
Mario diam tidak menjawab, dia malah memalingkan wajahnya ke samping agar tidak bertatapan langsung dengan mata istrinya.
"Cukup Mario, jika putri kita tidak mau mejalankan perjodohan antara dua keluarga ini, maka kamu juga tidak bisa memaksanya." ucapnya lagi, namun dengan suara yang sedikit di lembutkan.
Sedangkan Briell sedari tadi hanya mampu menangis memeluk tubuh Mommynya, "Mom, dia laki-laki baik Mom, Briell yakin dia bisa bahagiakan Briell Mom, tolong izinkan Briell hidup bersamanya," tangisnya memohon di pelukan Mommynya.
Dan tiba-tiba di pertengahan pertengkaran mereka, terdengar suara telpon rumah yang berdering.
Dengan cepat Eden melangkah mengangkat panggilan itu. "Hallo." serunya lembut, dan mendengar saksama apa yang di sampaikan oleh satpam itu.
Eden melirik sekilas ke arah Mario dan Eden sebelum mengambil keputusan, "izinkan dia masuk." balasnya mengzinkan seseorang di luar sana untuk masuk ke dalam Mansionya dan melanjutkan apa tujuannya untuk datang kemari.
Sekaligus dia ingin melihat secara langsung bagaimana wajah dari menantunya itu, dan seberapa beraninya dia menghadapi Mario yang merupakan Daddy Briell.
Tak lama kemudian, munculah sosok Morgan yang mengejutkan Mario dan juga Briell yang saat ini masih memanas.
Briell yang melihat suaminya datang untuk menjemputnya itu, lansung segera melangkahkan kakinya menghampiri Morgan yang belum sepenuhnya melangkah masuk. "Kita langsung pergi yuk," ajaknya pada suaminya tanpa mempersilahkanya masuk ataupun sekedar berkenalan dengan Mommynya, karna keadaan kurang kondusif saat ini.
Morgan bingung dengan keadaan saat ini, mengapa istrinya mengajaknya pergi tanpa membiarkanya berbicara terlebih dahulu pada Daddy dan Mommy.
"Sayang, aku mau bicara dulu sama Daddy dan Mommy." Pintanya pada istrinya yang saat ini sudah menarik tanganya untuk segera melangkah.
Sedangkan Mario yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik intraksi keduanya akhirnya paham jika ke dua manusia ini mau melarikan diri dari permasalahan ini.
"Gabriella Jonathan, jika kamu berani melangkahkan kaki kamu keluar rumah bersama dengan suami kamu itu, maka seluruh fasilitas yang Daddy berikan, akan Daddy cabut sepenuhnya termasuk dengan ahli waria yang berada di tangan mu akan Daddy berikan kepada Brio dan Brina." ancamnya yang sontak membuat Eden membulatkan matanya tidak percaya dengan ancaman yang suaminya berikan terhadap putri sulungnya.
Plaaaaaakkkkkk dengan cepat Eden melayangkan sebuah tamparan yang sangat keras di wajah Mario benar-benar menunjukan kemarahanya yang sangat besar.
"Mario Jonathan, jaga bicara kamu! Dia putri kita," teriak Eden tepat di depan wajah Mario agar pria ini tersadar dari ambisinya untuk menjodohkan putrinya dengan putra sahabatnya.
"Eden cukup! Di sini aku lah pemimpin keluarga, aku yang berhak menentukan dengan siapa putriku menikah, bukan kamu atau pun dia," tunjuknya pada Morgan, bahkan dia sampai lupa bagaimana caranya bersikap dengan baik di depan keluarga.
Eden terdiam mendengar Mario yang sudah berani membentaknya saat ini, 13 ahun pernikahaan ini adalah pertama kalinya pria yang di hadapanya ini berani membentaknya dengan sangat kasar seperti itu.
Morgan yang melihat pertengkaran keluarga ini yang di sebabkan oleh dirinya, mencoba untuk maju dan bicara di hadapan Mario.
Dia melangkah dengan pasti dan melihat sebuah bingkai foto keluarga besar lengkap dengan formasi keluarga Jonathan, lalu detik kemudian dia berlutut tepat di bawah kaki Mario.
"Saya mohon izin Tuan besar Mario, saya adalah Morgan Emelio, yang dengan memohon sebesar-besarnya karna telah berani menikahi putri Anda tanpa seizin apa pun dari pihak Anda, saya juga mengakui jika saya tidak memiliki harta apa pun yang bisa di banggakan untuk menyejahterakan kehidupan putri Anda, tapi saya mohon kasih saya satu kepercayaan agar bisa membuatnya bahagia, sungguh saya sangat mencintainya Tuan, saya mohon," dia memohon dengan memyebutkan nama keluarga kandungnya.
Briell yang melihat suaminya berlutut seperti itu memohon pada Daddynya, merasakan sakit hati yang tidak dapat di artikan.
Karna melihatnya tak ada respon dari Mario, dia langsung melangkah mendekat ke arah suaminya, "Sayang, ayo kita pergi! Kita mulai kehidupan baru kita tanpa harta dari mereka," tuturnya lugas dan penuh keyakinan, menampilkan sorot matanya yang sangat tajam menatap ke arah Daddynya.
Mario tersenyum sinis mendengar penuturan putrinya yang sangat berani seperti itu.
"Mario dia putri kita, jangan sampai kita kehilangan putri kita hanya karna ke egoisanmu Mario Jonathan," Eden benar-benar tidak terima dengan keadaan saat ini.
Eden tidak mau putrinya itu keluar dari rumah dan hidup tidak terjaminkan di luar sana.
Briell melangkah lalu memeluk tubuh Mommynya.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra