Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 46



Happy Reading BESTie 😘


"Apa yang kalian berdua lakukan!!!!!" Teriak seorang wanita yang langsung terkejut melihat kejadian yang ada di dalam kamar kakaknya.


Sontak saja Jesper dan Lola terkejut mendengar suara jeritan seorang wanita ada di dalam kamarnya.


Terutama Lola, dia begitu mengenali suara yang saat ini mengejutkannya. "Nona Jenni," lirih Lola dengan pelan, sembari menutup tubuh bagian atasnya, yang masih belum menggunakan sehelai benangpun, begitu juga dengan Jesper, yang langsung terbangun dan melihat ekspresi wajah adiknya yang sangat — sangat membuatnya terpaku.


"Oh, jadi begini kelakukaan kalian dibelakang aku ha?" Pekik Jenni lagi, yang merasa tidak terima karena sudah dibohongi sedemikian rupa oleh kedua orang yang paling dia percaya.


"Nona, saya bisa menjelaskannya Nona," ucap Lola, yang sangat merasa bersalah dengan kejadian ini.


Jenni menggelengkan kepalanya pelan, "tidak! Aku tidak akan pernah mau mendengar penjelasaan dari kalian berdua. Bagiku, kalian sudah benar — benar kelewatan, hingga melakukan hubungan seperti ini dibelakang aku!" Tegas Jenni lagi.


Jesper dan Lola, kali ini hanya bisa terdiam tanpa tahu harus menjelaskan apa, untuk Jenni. Karena melihat keduanya tanpa busana di atas tempat tidur saja, semuanya udah salah. Sebab itulah tidak akan ada pembelaan dari keduanya.


"Untuk kamu Lola, aku paham, kamu sangat mencintai kakak aku sejak dulu, aku paham kamu sangat menginginkannya sejak dulu, dan aku juga sudah bilang, jika aku akan membantumu, aku akan membantumu Lola."


"Tapi sekarang apa? Kalian bahkan sudah menjalin hubungan tepat dibelakang aku. Kalian sama sekali tidak menganggap aku ada, kalian - ," ucap Jenni terhenti, karena dia merasa bahwa sudah tidak berguna untuk bicara saat ini.


Jenni yang sudah merasa begitu Ielah, hingga akhirnya saat ini dirinya hanya bisa menghela nafasnya berat, terlalu banyak kejutan yang dia dapatkan saat ini.


"Terserahlah kalian mau berbuat apa," tungkas Jenni lagi, sebelum akhirnya dia melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan sepasang pria dan wanita itu, tanpa mau mendengarkan penjelasaan dari keduanya.


Jesper dan Lola kini hanya bisa saling pandang satu sama lain, "kenapa siam saja? Ayo kita jelaskan semua ini pada Nona Jenni Tuan. Lola beranjak dari posisinya, dan langsung melihat ke arah baju — bajunya yang berserakan di lantai.


"Ahh, kenapa bajunya Tuan robek semua?" ucap Lola, memandang pakaianya yang sudah habis tidak tersisa.


Sedangkan Jesper yang mengetahui kesalahanya kini lebih memilih menutup tubuhnya dengan selimut, dia ingin kembali tidur, tanpa memperdulikan masalah yang ada.


Bagi Lola, sudah tidak ada pilihan lain lagi, melihat Jesper yang sama sekali tidak perduli, akhirnya Lola mengambil dan mengenakan kaos oblong milik Jesper, tanpa seizin pria itu.


"Tuan, ayo bangun dan jelaskan semuanya sama nona Jenni Tuan," ucap Lola, sembari menggoyang — goyangkan tubuh Jesper.


"Sudahlah Lola, untuk saat ini, tidak akan pernah berguna kalimat yang kamu keluarkan untuk menjelaskan kepada Jenni, anak itu terlalu keras kepala jika kamu beri tahu sekarang." Keputusan Jesper final. Dia menganggap bahwa ini adalah saatnya Jenni untuk bersikap dewasa.


Dan berhubungan badan dengan lawan jenis seperti ini adalah hal biasa yang terjadi di Negara mereka, tidak perlu dibesar — besarkan.


"Tapi Tuan -," balas Lola lagi, namun dia menghentikannya kalimatnya, karena dia tahu Jesper tidak akan merubah keputusanya.


Akhirnya, Lola yang kesal kini langsung melangkahkan kakinya pergi, dan menuju kamar Jenni.


Di dalam kamar, Jenni terlihat sedang menangis dengan tersedu — sedu, membuat Lola kini semakin merasa bersalah pada Nonanya itu.


"Nona," tegur Lola dengan pelan, sambil perlahan berjalan dan duduk fi sebelah wanita yang sedang menangis itu.


Jenni yang mendengar suara Lola, langsung mendangakan kepalanya dan melihat sosok Lola yang berada di sebelahnya.


"Ohh, masih punya muka kamu untuk berhadapan dengan aku ha?!" Sentak Jenni, menggunakan suara yang begitu keras.


Dia bahkan menatap Lola dengan begitu tajam seperti harimau yang sudah bersedia untuk melahap mangsanya.


"Nona, saya bisa -,"


"Penjelasanmu itu sudah tidak bermutu! Kamu tahu itu!"


Dan benar saja, Jenni bahkan langsung tersenyum sinis mendengar jawaban itu, walaupun dia juga sebenarnya tahu bahwa Lola dan Kakaknya itu saling mencintai, namun sama — sama gengsi untuk mengungkapkannya.


Jika keadaanya tidak seperti ini, maka dengan senang hati, Jenni akan merestui hubungan kakaknya dan Lola, bahkan ketika dia melihat hubungan Morena dua sejoli tadi, pastinya dia akan mendukung agar segera mendapatkan keponakan yang akan menjadi temannya.


"Lola, saat ini aku sudah tidak ingin mendengarkan alasan apapun dari kamu."


"Yang aku mau, kamu sekarang jawab aku! Apakah kamu mencintai kakak aku dan ingin hidup bersamanya? Atau kamu menyayangi aku, dan ingin mengabdi kepadaku selamanya?" Pertanyaan Jenni yang dia ambil secara final. Dia ingin mengakhiri semuanya sampai di sini.


Sontak saja, Lola sangat terkejut mendengar pertanyaan Jenni yang membuat dirinya harus memilih.


"Nona, kenapa?" Lola menatap wajah Jenni dengan lekat, mencari alasan apa yang sebenarnya membuat Jenni wanita yang terkesan sangat lembut dan baik hati, kini bahkan memintanya harus memilih di antara, Cinta atau pengabdiaanya.


"Kamu tidak bisa lagi untuk bernegosiasi Lola, sekarang jawab aku! Cinta atau pengabdian?" Jenni mencoba menguatkan perasaanya, dia tahu ini sangat egois, tetapi Jenni berpikir bahwa hidupnya akan jauh lebih berwarna setelah ini.


Lola menelan salivanya kasar, sungguh dia ingin sekali berteriak pada dunia saat ini, di saat dirinya baru hampir benar — benar mendapatkan pria yang dia cintai selama kurang lebih delapan tahun ini, di saat dirinya baru saja merasakan sebuah dekapan hangat dari Cintanya, kini dia harus dihadapkan dengan sebuah tugas yang memang harus dia jalani seumur hidup, hutang budinya kepada keluarga Emilio, membuat Lola harus merelakan sebuah perasaan cinta yang hampir dia genggam.


"Maafkan aku Lola, tetapi aku melakukan ini untuk masa depan kita, dan aku berjanji, akan mengembalikan cintamu setelah nanti Kakak aku mau membatalkan pernikahaan ini." Batin Jenni, yang tahu dan bahkan bisa menebak apa isi di dalam otak Lola.


"Maaf Nona, saya lebih memilih untuk mengabdi kepada Anda, seumur hidup saya, saya akan berjanji akan menemani Anda kapanpun dan di manapun Anda berada, saya akan berjanji akan melindungi Anda dengan nyawa saya sendiri." Lola tidak ada pilihan Iain saat ini, selain membuktikan dan menjalankan amanah dari kedua orang tua


Jenni, untuk selalu menjaga putrinya sampai mati.


Jenni tersenyum mendengar jawaban dari Lola, walaupun dia sudah tahu bahwa jawaban Lola pasti akan memilihnya.


"Baiklah Lola, karena kamu sudah mengambil pilihan ini, maka aku akan memberikanmu suatu misi," Lola semakin bingung dengan apa yang ada di dalam pikiran Jenni saat ini.


Dengan wajah bingungnya, dia menatap lekat kea rah Jenni, dengan lirikan yang penuh tanda tanya. "Aku akan kabur dari rumah ini." Satu kalimat, yang nyaris membuat Lola terkena serangan jantung.


"Ba — ba, ba -, bagaimana bisa Anda mempunyai pikiran seperti ini Nona?" Benar — benar tidak habis pikir Lola dengan Jenni.


Bisa — bisanya di saat mereka mempunyai masalah seperti ini, gadis ini malah berpikir untuk kabur dari rumah.


"Lola, please, tidak usah banyak bicara! Aku yakin aku bisa hidup di luar sana, yang jelasnya untuk saat ini kamu tolong siapkan semua barang — barang penting yang akan kita bawa! Dan jangan lupa beli apartemen dan cari negara yang tidak akan bisa dijangkau oleh Kakak aku! Apa kamu mengerti?!" Tegas Jenni pada Lola. Tidak ada terlihat sedikitpun raut wajah yang sedang main — main dari Jenni.


"Nona, please ini -," di depan matamu!" Ancam Jenni dengan kalimatnya yang penuh denga penekanan. Lagi — lagi, Lola ditempatkan pada situasi yang membuatnya tidak bisa memilih dan mau tidak mau harus menjalankan perintah dari Nona Jenni.


Flash back Off


To Be Continue.


Hallo teman - teman Semua, jangan lupa ya untuk Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk Mimin, agar mimin lebih semangat lagi updatenya.


Kayanya cerita mimin yang ini sangat - sangat tidak menarik ya? Jadi kalian sama sekali gak mau komen.


Gak apa - apa deh, walaupun mimin jadi sedih.


Mimin tetap berterima Kasih banyak sama kalian semua.


Terima Kasih karena sudah mendukung Mimin sampai di detik ini dan tahap ini.


Mimin mencintai kalian semua.


Terima Kasih Banyak.