Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 78



๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


"Apa kamu tidak senang atau bahagia gitu setidaknya jika kakak mu ini masih hidup ha ? Dasar bodoh," seru Alson sambil menoyor otak bodoh adiknya.


Sedangkan Albert hanya mampi terdiam karna dia masih merasakan marah terhadap Papahnya yang entah dia pikir memang sengaja membawa Alson masuk untuk memisahkanya dengan Briell.


Alson tersenyum melihat ekspresi dari Albert adiknya, dia memang baru mengenal dan bertemu pertama kalinya, namun dia tau siapa pun bisa mempunyai rasa was-was di dalam hati, ketika mempunyai seorang pasangan yang masih terikat di masa lalu.


Sambil mengenduskan nafasnya perlahan, Alson melangkah mendekati Briell, namun di saat dirinya tepat berada di depan mantanya itu, tubuh Albert tiba-tiba saja berada di antara mereka, membuat Alson hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Dia sudah menjadi istriku, istri adikmu! Jadi jangan gangu kebahagian kamu," ucapnya dengan penekanan di setiap kalimatnya.


Bahkan Briell saja rasanya ingin sekali menjitak kepala suaminya yang sangat-sangat menyebalkan ini.


Briell sangat tau bagaimana sikap dan hati dari Alson seperti apa, itulah yang membuatnya yakin jika Alson tidak akan marah ataupun dendam pada dirinya ketika mengetahui pernikhaanya bersama dengan orang lain terutama dengan adiknya.


"Aku hanya ingin menyapa adik ipar ku saja juga tidak boleh?" tanya Alson dengan menaikan alisnya sebelah, kesal dengan tingkah Albert yang terlalu posesiv.


Arvan, Jesper, Mario dan Eden hanya tertawa melihat tampang memelas dari Alson serta wajah datar dari Albert.


Jesper yang sudah tidak tahan lagi melihat dua keponakanya ini seperti mengibarkan bendera perang, "ayolah Albert, berhenti bersikap kaku seperti itu." bujuk Jesper sambil menepuk singkat bahu keponakannya.


"Uncle, dia datang ketika istriku-" ucapnya terhenti di saat seluruh orang menatapnya dengan serius.


Plaaakkkk Briell benar-benar menjitak kepala bodoh suaminya. "Sayang kamu kok mukul aku?" tanyanya kesal, karna mengira Briell mulai berubah saat ini karna kehadiran Alson yang tiba-tiba.


"Kamu pikir ketika aku megatakan aku mencintai kamu itu semua main-main ha? Kamu pikir kalo aku sudah menyatakan cinta, dia akan semudah itu berubah hanya karna orang di masa lalu iya, otak rusak nih," bentak Briell yang sudah jengah dengan situasi ini.


Albert terdiam mendengar seluruh perkataan yang keluar dari mulut istrinya, jujur dia sendiri ingin menghilangkan rasa takut akan kehilangan itu sendiri, namun entah mengapa dengan sikap lembut dari Alson ini lah yang membuatnya semakin masuk di jurang ketakutan.


"Sayang, kamu pasti ngerti apa yang aku rasakan saat ini, semua ini bukan hanya masalah kamu yang mencintaku, tapi-"


"Tapi apa?" bentak Briell yang memutus kalimat suaminya.


Albert terdiam sejenak menatap ke arah istrinya, lalu mengalihkanya lagi pada kakaknya. "Apakah kamu masih mencintai istriku?" tanyanya tegas menatap pada kakaknya yang saat ini juga sedang menatapnya kembali.


Alson yang di tanya seperti itu, langsung tersenyum dengan sangat-sangat ramah, membuat siapa pun yang melihat senyuman itu pasti di buat terbang melayang ( termasuk Mimin ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ)


"Aku memang masih mencintainya Albert, bahkan tidak pernah sekalipun di dalam pikiran ku akan melepaskanya bersama dengan orang lain terutama itu adik ku sendiri, kamu tau kenapa?" serunya lembut pada Albert, yang di balas gelengan kepalanya pelan.


Alson tersenyum kembali, dan kali ini benar-benar sangat manis. "Karna dia termasuk wanita yang sangat langkah, aku jatuh cinta padanya karna dia adalah wanita pertama yang berani mengataiku dengan kata-kata kasar, namun sekarang wanita ini sudah jadi milik mu, dan aku mempunyai sebuah prinsip jika tidak akan mengambil barang orang lain meskipun itu terpaksa, aku tidak akan mengambil apa pun yang tidak di takdirkan untuk ku."


"Di saat aku di beri tahu oleh Papah, aku tidak marah, aku hanya kecewa sekaligus bahagia."


"Aku kecewa karna awalnya aku berharap dia masih setia menanti ku hingga kembali, namun aku bahagia karna yang menikahinya adalah kamu, saudara ku, adik kandung ku." lirihnya pelan namun membuat siapa pun jadi terhunyut dalam penjiwaanya.


Briell sendiri terdiam mendengar kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut Alson, sedikit rasa bersalah menggrogoti hatinya, namun dengan segera dia menepis itu semua.


Di dalam hatinya memang masih tersimpan sedikit rasa untuk mantan tunanganya itu, namun dia menyadari untuk segera menghapus dan menghilangkan itu semua.


Kini Alson berjalan kembali mendekat ke arah Albert. "Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan merebutnya, karna aku yakin Tuhan pasti akan memberikanku jodoh yang terbaik nantinya." timpalnya lagi dengan lembut.


Dan langsung memeluk tubuh adiknya, bahkan tanpa sadar dia meneteskan air matanya perlahan. "Aku kakak mu bodoh, kenapa kamu memusuhiku," Umpatnya pada Albert yang kali ini juga tidak tahan untuk tidak menangis berada di dekapan kakaknya.


Sungguh ini yang dia impikan selama ini, memiliki kelurga yang benar-benar menyayanginya dengan tulus.


Arvan kini tersenyum bahagia melihat kedua putranya yang sudah bisa menerima satu sama lain, meskipun di awal terlibat sedikit ketegangan, namun sepertinya sekarang Albert sudah mulai menerima kehadiran Alson.


Terlebih lagi Alson yang memang tidak pernah ingkar dalam perkataanya, membuat Arvan yakin jika ke depanya nanti pasti tidak akan ada masalah dari keduanya hanya karna sebuah cinta.


"Kamu lihatkan sekarang sayang, anak kita sudah bertemu, keluarga kita sudah berkumpul kembali sayang,,aku bahagia karna kamu memberikanku dua putra yang hebat seperti mereka Jenni." Ucapnya dalam hati, memandang damai ke arah putra-putranya.


"Apakah jika saat ini aku memintamu untuk kembali, kamu akan menurutinya? Maafkan aku Jenni, maafkan aku yang tidak memiliki keberanian seperti Briell yang mampu mengakui perasaan cintanya terlebih dahulu, aku baru menyadari jika mungkin aku sudah mencintaimu sedari dulu, sekarang aku menyesal dan sangat-sangat menyesal karna dulu tidak pernah menghiraukan perasaan cinta mu itu dulu," timpalnya lagi kini menatap ke arah wajah Albert yang begitu dominan dengan Jenni.


"Aku hanya mengingkari dan mencoba untuk membohongi Perasaan cinta ku itu saja, dan menyesali semua perbuatan serta Cinta yang datang terlambat di dalam kehidupan kita ini."


To be continue.


*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


Andrieta Isabella Margaretha Rendra beserta keluarga besar mengucapkan ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู€ู€ู€ู€ู€ู…


ย ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡


Dengan segala kerendahan hati, perkenankan kami mengucapkan :


_*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H.*_


_*Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin*_


๏บ—ูŽ๏ป˜ูŽ๏บ’ูŽู‘๏ปžูŽ ๏บ๏ปŸ๏ป ู‘๏ปชู ๏ปฃู๏ปจูŽู‘๏บŽ ๏ปญูŽ ๏ปฃู๏ปจู’๏ปœู๏ปขู’ ๏บปู๏ปดูŽ๏ปคูŽ๏ปจูŽ๏บŽ ๏ปญูŽ ๏บปู๏ปดูŽ๏ปคูŽ๏ปœู๏ปขู’ ๏ป›ู๏ปžูู‘ ๏ป‹ูŽ๏บŽ๏ปกู ๏ปญูŽ ๏บƒูŽ๏ปงู’๏บ˜ู๏ปขู’ ๏บ‘ู๏บจูŽ๏ปดู’๏บฎ


Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.


ุขู…ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู†.


ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡


Aminn ya robbal alamin๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿป