Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 37



🌹 Happy Reading 🌹


Saat ini Briell telah berhasil lepas dari genggaman Aiden, dia pergi setelah pria itu tertidur dengan nyenyak.


Memang semua itu tidak akan pernah bisa merubah apa pun, namun setidaknya Briell bisa berada di samping Morgan agar sulit bagi Aiden untuk menyakitinya.


Dan ketika Briell sampai di kediaman Terrence, dengan berlari dia memasuki rumah itu.


Dia menuju kamar untuk mencari suaminya, namun tidak menemukan sosok Morgan di sana, "kemana dia? Bukankah ini seharusnya dia sudah pulang," gumamnya sambil melirik jam di tanganya, yang sudah menunjukan pukul 6.30 pm.


Karna dia merasa lelah sedari tadi dengan keadaan, kini dia memilih melangkah menuju dapur untuk mengambil sebuah air untuk melepaskan dahaga.


Akan tetapi setelah dia sampai di dapur, betapa terkejutnya dia ketika melihat adegan yang kurang pantas di liat sepertinya.


"Eheemm, sepertinya dapur tidak cocok buat di jadikan tempat mesum ya," sinisnya kepada dua pasangan tidak tau diri itu.


Briell tersenyum sinis ketika melihat Morgan suaminya dan Clarissa sedang berciuaman.


Morgan yang melihat Briell, dengan segera langsung mendorong tubuh Clarissa menyingkir dari hadapanya dan melangkah menuju Briell yang terlihat sangat santai mengambil air di kulkas, padahal dia baru saja melihat suaminya berselingkuh.


"Briell aku bisa jelaskan semua ini, kamu salah paham," seru Morgan memandang lembut ke arah Briell.


Sungguh ciuaman tadi bukan dia sengaja melakukanya, namun Clarissa datang dan tiba-tiba saja memeluk tubuhnya dari belakang, dan di saat dia membalikkan tubuh, Clarissa langsung mengec*p bibir itu, dan sialnya itu bertepatan dengan kedatangan Briell istrinya.


Briell sama sekali tidak menunjukan ekspresi apa pun, dia malah dengan santai dan cuek meneguk air minum di tanganya yang semakin membuat Morgan frustasi dengan sikap Briell.


Dia takut jika istrinya itu marah dan pergi meminggalkanya karna adegan tadi, dan dia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, dia harus menjelaskan secara detail pada Briell saat ini juga.


"Briell sayang katakan sesuatu!" mohonya agar Briell menjawab dirinya.


Dan di saat Morgan sibuk memohon pada Briell, dengan tidak malunya Clarissa menggengam tangan Morgan, namun dengan cepat di tepis secara kasar oleh si empunya tangan.


"Pergi kamu dari sini! Aku muak melihat wajahmu, dasar murahan," haridiknya pada Clarissa yang berulah dan menyebabkan Briell tidak bicara seperti sekarang ini.


"Morgan tapi aku masih cinta sama kamu." tolak Clarissa masih berusaha meyakinkan Morgan dengan perasaan palsunya.


Sungguh jika bisa Briell ingin sekali menembak kepala Clarissa saat ini, benar-benar wanita yang sangat memalukan.


Dia datang dengan mengatakan masih mencintai suami orang padahal suaminya sendiri tidak terurus.


Tanpa memperdulikan keberadaan Nyai ronggeng, Morgan beralih kembali pada istrinya yang kali ini terlihat sedang menatap ke arahnya dan juga pada Nyai ronggeng.


"Lebih baik kalian selesaikan terlebih dahulu urusan kalian, sebelum menjelaskanya kepadaku," Balasnya singkat, lalu memilih melangkah kembali ke dalam kamar.


Morgan yang melihat Briell pergi masuk kamar, dengan cepat mengikuti langkah istrinya itu.


"Briell aku bisa jelaskan, -tadi itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan," lirihnya pelan ketika keduanya telah sampai di dalam kamar.


Briell yang sudah pusing dengan masalah Aiden, kini memilih untuk tidak mempermasalahkan itu semua. Toh yang tadi di lakukan dengan Aiden bahkan lebih parah.


Dia tau jika Morgan tidak salah, karna di saat dia sampai di dapur tadi, dia melihat dengan jelas jika Clarissa yang mencium bibir suaminya dan bahkan Morgan sudah menghindarinya namun nyai ronggeng tetap saja beraksi.


"Its okay Morgan, aku gak mikirin apa-apa tentang kejadian tadi," sahutnya dengan mencoba untuk tersenyum agar lebih meyakinkan jawabanya.


Morgan melihat senyum di wajah Briell tau jika itu hanyalah sebuah topeng senyum kepalsuan, "briell aku hanya mau bilang, terserah kamu mau percaya atau tidak," lirihnya pelan dan melangkah mendekat ke arah istrinya hingga jarak di antara keduanya sudah tidak bisa di ukur lagi.


Morgan beralih mengambil dan menggam tangan Briell lalu mengarahkanya di jantungnya.


"Bagaimanapun keadaanya, sebesar apa pun godaanya, dqan sekuat apa pun badai mencoba menggoyahkan rasa di hati ini, tetap percayalah satu nama kamu akan selalu ada di sini dan tidak akan pernah terganti."


Deeeggggg dada Briell terasa sangat sesak ketika mendengar ungkapan persaan yang begitu tulus dari Suaminya.


Dia bahkan hanya bisa menanggukan kepalanya singkat, dan segera berlalu ke dalam kamar mandi meninggalkan Morgan yang masih berdiri menatap kepergianya.


Briell memilih masuk ke kamar mandi karna sudah tidak tahan ingin menumpahkan air matanya, dia benar-benar merasa berdosa dengan apa yang di lakukan olehnya bersama dengan Aiden hari ini.


"Pleass jangan cintai aku Morgan jangan cintai aku," lirihnya pelan di iringi dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.


Sedangkan Morgan masih setia melihat pintu kamar mandi yang tertutup, "aku yakin suatu saat nanti kamu akan mencintai ku Briell, Aku tahu kamu sudah menolak ku, tapi entah kenapa rasa cinta di hatiku ini rasanya tidak mau pergi dari hatiku, mungkin aku kurang berjuang untuk mendapatkan cintamu, meskipun kamu sudah mengatakan berulang-ulang jika kamu tidak mencintaku, tapi aku tetap meyakinkan hatiku untuk selalu mencintaimu, karna sekarang aku sudah tidak bisa lagi merasakan cinta dari wanita lain lagi, karna cintaku sudah stuck di kamu, walau aku yakin kamu tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan saat ini. Mungkin memang sakit rasanya, kecewa memang kecewa yang kudapatkan dari semua ini, tetapi hanya perlu mengingat jika akulah yang memilih untuk mencintaimu," ucapnya dalam hati dengan menutup matanya merasakan kecewa yang sangat dalam di hatinya akibat penolakan yang terus menerus di lakukan istrinya.


Dia beralih pada sebuah cermin besar yang menampilkan dirinya, "Please Love Me My Wife," lirihnya sepelan mungkin, namun tanpa dia sadari jika kalimatnya itu di dengar oleh Briell yang baru saja membuka pintu kamar mandi karna melupakan sesuatu.


"Morgan, please don't Love Me," balasnya dalam hati, dan memilih menutup kembali pintu itu.


Karna untuk saat ini Briell belum ingin bertatap wajah dulu dengan Morgan sampai dia bisa menteralkan persaan di hatinya.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra