Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 55



🌹 Happy Reading 🌹


Setelah menjalani hari yang panjang dan cukup menegangkan, saat ini Morgan dan Briell tengah keliling mencari para pekerja di Mansion itu yang tiba-tiba saja semuanya pada menghilang entah kemana.


Termasuk Mommy Eden yang juga ikut lenyap bagaikan di telan bumi.


"Mommy kemana sih ? Ini juga bibi semua pada kemana ?"Kesalnya sedari tadi berkeliling namun tidak ada yang muncul sama sekali.


Sedangkan Morgan hanya terdiam duduk rapi di kursi yang tersedia di dapur Mansion itu.


"Sayang aku lapar," rengeknya pada Briell yang sedari tadi cuman mengomel-ngomel tidak jelas.


Briell yang melihat wajah kelaparan suaminya benar-benar sangat merasa kasihan, bahkan terlihat jelas di wajahnya jika dia sangat frustasi saat ini, mencari pekerja rumahnya yang entah pada kabur kemana. "Sabar ya, aku bingung harus bagaimana," Jawabnya depresi tidak tau mau berbuat apa.


Karna jujur saja ini baru pertama kalinya dia menginjakan kakinya ke dapur.


"Sayang, kamu masakin aku deh, apa pun yang kamu bisa, Mie instan atau roti apa saja," ucap Morgan lagi yang benar-benar merasa lapar karna tenaganya yang terkuras habis hari ini.


Dan belum sempat Briell menjawabnya, tiba-tiba saja sosok adik kecil Brina juga masuk ke dalam dapur. "Kakak, Mommy mana sih? Laper nih," ucapnya ikut-ikutan merengek pada Briell yang membuat wanita itu semakin frustasi.


"Udahlah order aja," Sahut Briell yang sudah tidak mau ambil pusing.


Dengan cepat Morgan menyetujui itu, Namun Briell tiba-tina teringat akan satu hal, jika Mommynya paling tidak suka jika ada makanan cepat saji dari luar masuk ke dalam kawasanya. "Morgan stop, kali kita order Harimau bisa ngamuk." serunya yang langsung mengambil ponsel suaminya.


"Terus gimana sayang? Aku bisa mati ini?" balasnya yang sudah lelah dengan istrinya yang tak berhenti mengomel itu.


"Aku gak bisa masak Morgan sayang, aku gak tau mau masak gimna," balasnya yang juga bingung mau berbuat apa.


"Ya udah tanya gogle sih kak," timpal Brina yang juga kesal dengan kakaknya yang ngomel saja.


Dengan malas Briell melirik ke arah suaminya, dan mengalah untuk belajar masak dengan bantuan gogle.


Briell terdiam melihat sebuah kompor di depanya, dia berusaha untuk menyalakanya namun tidak bisa. "Morgan kamu jangan diam aja, ini gimana menyalakan kompornya? Kamu mau makan gak sih?" Kesalnya lagi-lagi, namun kali ini sambil membanting seluruh barang-barang di dapur.


Morgan dengan cepat berdiri melihat ke arah kompor itu, dia juga terdiam bingung bagaimana caranya menyalakan kompor itu.


"Aku gak tau sayang bagaimana menggunakan alat ini," Desahnya yang juga bingung dengan alat masak yang tidak pernah dia liat sebelumnya.


Brina yang melihat intraksi dari keduanya akhirnya juga mendadak kesal sendiri, "kakak berdua kan sekolahnya tinggi, lulusan terbaik, ya kali hidupkan kompor aja gak bisa," sindir Brina secara halus yang tanpa dia sadari menaikan tanduk sang singa.


"Kamu pikir kita capek-capek sekolah tinggi cuman mau belajar cara menghidupkan kompor iya ha," bentaknya dengan nada kasar.


Morgan yang berdiri di sebelahnya langsung mengelus lembuh bahu istrinya. "Sabar sayang, sabar jangan marah-marah terus nanti kamu cepat tua," lirihnya Morgan pelan yang semakin membuat Briell darah tinggi.


"Apa kamu bilang Tua ha," tantangnya pada Morgan yang saat ini sedang tersenyum kikuk.


"Sayang bukan itu maksudny, kamu adalah yang tercantik, terimut pokoknya," dia berusaha untuk memuji istrinya agar emosinya itu tidak menjalar kemana-mana.


"Terus gimana ini? Brina juga lapar tau," Lagi-lagi keluhnya pada dua sosok suami istri ini.


"Tanya gogle," titah Morgan pada Brina yang saat ini sedang asik memainkan ponselnya.


Brina yang belum mengenali sosok Morgan ini, hanya melirik sekilas saja namun mengiyakan perintahnya itu. "Ok gogle bagaimana cara menyalakan kompor," Tanyanya pada kontraktor ponsel pintarnya.


Dan ternyata yang keluar bukanya cara yang dia pinta melainakan resep makanan yang enak. "Gak mau dia, gak ngerti juga kayanya," jawab Brina yang sesungguhnya tidak mengerti apa yang di tuliskan di artikel itu.


"Udahlah sayang order aja, atau gak kita keluar aja yuk, kita makan di luar," ajak Morgan yang membuat dua wanita ini berfikir keras.


"Dari tadi kita juga mencarinya Dad, kemana sih semua pekerja juga gak ada," Jawab Briell dengan kesal.


"Brina coba kamu telpon Mommy kamu, kemana dia? Harus cek CCTV ini," Seru Mario yang baru pertama kali kehilangan istrinya seperti ini.


Dengan cepat Brina menelpon Mommynya.


Tutt,,tutt,,tutt,, nada sambung terdengar dari panggilan ponsel itu, namun tidak ada jawaban.


Bahkan Briell berulang-ulang menelponya. "Gak di angkat Dad," ucap Brina yang sudah sejak tadi menelpon juga tidak di angkat.


Mario terdiam sejenak, untuk berfikir di mana istrinya berada. "Ini gak bisa di biarkan, kemana Harimau itu," panggilnya mencari keberadaan sosok Eden yang semenjak tadi menghilang entah kemana.


Dan tak lama kemudian, Mario mengeluarkan ponselnya untuk mengecek seluruh CCTV Mansionya agar mengetahui kemana seluruh sosok pekerja di rumah ini.


Pasalnya waktu telah menunjukan pukul 17.00 namun masih tidak ada yang menunjukan batang hidungnyq untuk menyiapkan makan malam.


Kening Mario menyerit di saat melihat istri dan para pekerjanya masuk ke dalam Ruang Bioskop Mansion ini. "Ngapain mereka semua di ruang bioskop?" tanya Mario pada ketiga anaknya itu, yang hanya di jawab dengan kedukan bahu singkat dari ketiganya.


Dan dengan cepat Mario melangkahkan kakinya menuju ruang biskop Mansionya mancari sedang apa istrinya di dalam, tak lupa tiga manusia yang sejak tadi juga mencarinya pergi melangkah mengikuti Mario.


Karna di ruangan itu sengaja tidak di brrikan Ccctv karna nanti ketika dirinya tengah bermesraan dengan istrinya, scurity yang mengawasi CCtv rumahnyab itu bisa melihatnya, jadi menyulitkanya kali ini yang tidak bisa melihat apa yang sedang di lakukan istrinya.


Buugghhh Mario yang sudah kesal menendang pintu bioskop itu agar terbuka, dan sontak mengejutkan seluruh manusia yang ada di dalam.


Dan betapa terkejutnya Mario melihat istrinya dan seluruh pekerjanya menangis hanya karna menonton serial drama India yang berperankan pria tampan Sharul Khan.


Eden yang terkejut karna ketidak sopanan suaminya itu, sontak berdiri dengan mengeluarkan tanduk berbahaya di kepalanya.


Briell dan Morgan yang sudah tau jika keadaan kurang kondusif, memilih pamit undur diri, "sayang bukanya tadi kamu bilang mau main futsal ya, ayo kita pergi nanti terlambat," seru Briell yang mencari alasan agar terhindar dari amukan Harimau karna sudah berani menganggu ketenangan jiwanya.


Mario yang melihat anak dan menantunya lololos itu, langsung menelan salivanya kasar, namun dia teringat akan satu hal yaitu ponsel yang masih berada di gengamanya.


"Hallo pak, oh meeting besok ya," serunya pura-pura mengangkat panggilan telpon entah dari siapa. Dan sambil melangkahkan kakinya pergi menjauh.


Sedangkan Brina tanpa kode apa pun dia langsung berlari ketakutan.


"Jika kalian berempat masih melangkah, malam ini tidak ada yang mendapatkan makan," Ancam Eden yang sontak menghentikan langkah ke empatnya.


"Tamatlah riwayat kita," gumam Briell kecil yang langsung membalikkan tubuhnya kembali masuk ke dalam ruangan Bioskop.


"Kalian berempat duduk temani Mommy nonron film ini," perintahnya yang langsung di jalankan oleh ke empatnya.


"Kalian semua silahkan pergi menyiapkan makan malam, besok lagi kita akan menonton bersama-sama menonton judul Mas ganteng ini, saya mau menyelesaikan dulu film ini bersama keluarga saya." Serunya menyuruh seluruh pekerjaa rumahnya melanjutkan aktivitasnya, karna tadi Eden memaksa mereka menemani dirinya untuk melanjukan serial drama tadi, karna di saat dirinya melihat sekilas di dapur bersama bibi tadi. Hatinya begitu penarasan dengan film-film yang lainya.


"Baik nyonya kami semua permisi dulu." Paminya dengan sopan pada Eden dan seluruh penghuni Mansionya.


Dan setelah seluruh pekerja keluar, mau tidak mau ke empat orang tadi terpaksa menemani Eden menonton sampai habis.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra