
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Di saat Robert dan Gina masih kejar-kejaran, tiba-tiba saya ponsel Robert yang di pegang oleh Gina itu berdering.
Dan terlihat nama dari Presiden Amerika Donald Trump.
Gina yang mendapatkan nama itu, sekilas langsung mengembalikan ponsel Robert, "siapa ?" tanya Robert.
"Mr. Trump," bisik Gina.
Merasa itu telpon penting, Robert langsung segera mengangkatnya.
"Ya Sir," sahutnya ketika panggilan itu terjawab.
"I need you help me," seru Presiden Amerika yang membutuhkan pertolongan dari kubu Arvan.
Lalu dia menjelaskan tentang permasalhaan yang sedang negara mereka alami. "Alright Sir, I will prepare everything," balasnya, lalu segera menutup panggilanya.
"Ada apa ?" tanya Gina di saat Robert selesai dengan telpon itu.
Robert menoleh sekilas ke arah Gina, dan lalu menariknya untuk segera bertemu dengan Arvan.
Sedangkan di dalam ruangan, Arvan yang merasa ada hal tidak beres, kini dengan segera melangkahkan kakinya keluar.
"Ada apa?" tanya Arvan, ketika melihat Robert yang sudah berada di hadapanya.
"Astronaut, yang berasal dari Los Angles, kini tengah terjebak di planet Mars Lord, dan mereka sudah menggunakan berbagai macam cara untuk bisa menjempur Mr. Cleo untuk kembali ke Bumi, tapi sudah 376 hari ini, mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa," jelas Robert terhadap Arvan.
Arvan terlihat berpikir sejenak, lalu menatao ke arah Gina, "persiapkan Roket Z-724, persiapkan dia meluncur ke arah Mars," perintah Arvan.
Gina mengecek ponselnya yang secara otomatis tersambung dengan semua panel yang berada di Cyberaya, "Maaf Lord, jika hanya sebuah Roket Z-724, maka dia tidak akan mampu untuk terbang ke Mars, karna bahan bakarnya tidak akan mencukupinya untuk terbang ke Mars," sahut Gina, sambil memperlihatkan seluruh laporanya.
"Jika begitu, hubungkan dengan Roket K-394 yang berada di Venus, dan minta mereka untuk membantu," perintah Arvan lagi.
"Baik Lord," jawab Gina patuh, dan segera naik ke dalam Jet untuk segera menuju Cyberaya.
Namun ketika Gina sudah berada di dalam Jet, Robert dengan segera menyusul istrinya, membuat Arvan memandang malas ke arahnya.
"Mau ngapain kamu?" tanya Gina, melihat Robert yang duduk di sebelahnya.
Namun bukanya segan, Robert malah duduk di sebelah Gina yang terlihat sudah menggunakan atributnya untuk mengendarai pesawatnya.
"Aku akan jadi Co-pilot mu," balas Robert dengan santai.
Gina hanya memutar bola matanya malas, baginya pekerjaanya jauh lebih berarti, dari pada harus berdebat dengan pria banci ini.
"Terserahmu," balas Gina ketus.
Dan dengan segera Gina melakukan mengendari pesawatnya keluar dari Apron ( parkiran Jet ) untuk melakukan Take off.
"Di saat serius seperti ini, dia terlihat cantik juga," batin Robert yang menatap Gina penuh makna.
"Kencangkan seat belt mu! Kita akan take off dalam hitungan ke 10," perintah Gina.
Dengan cepat Robert mematuhinya, karna itu memanglah untuk keselamatan merek berdua.
"1,," Jet mulai berjalan dengan perlahan mencari posisi yang tepat untuk terbang.
"2,,3,,4,,5," Gina masih memutarkan Jetnya di jalanan khusus.
"6,,7,8," Jet terlihat mulai melaju dan siap untuk take off.
"9,10," Jet sudah berhasil Take off dengan sempurna, dan mulai menstabilkan tingginya di atas.
Robert terlihat tegang saat ini, mungkin ini kali ke 4 dia menaiki Jet dengan Gina yang mengendarainya, namun tetap saja dia merasa takut, karna baginya wanita bisa saja melakukan kesalahan yang akan berakibat fatal.
"Santailah, kita sudah terbang sekarang," ucap Gina, memandang remeh terhadap Robert yang sedang memperlihatkan wajah tegannya.
"Aku sudah santai kok," balas Robert ketus.
Namun Gina kembali melancatrkan ide jahilnya, "kalau aku pegang ini bisa santai tidak?" lirihnya pelan, dengan salah satu tanganya yang mulai merayap ke paha Robert.
"Gina jangan macam-macam kamu, kita lagi terbang! Kita bisa celaka," tegas Robert yang merasa jengah melihat tingkah dari Istri mesumnya ini.
Gina tersenyum melihat reaksi Robert yang selalu saja takut ketika dirinya menyentuh atau memegang daerah sensitif Robert.
"Setelah ini kita akan honey moon, dan aku akan menghabisimu," ancam Gina dengan senyum manisnya.
Robert langsung mengalihkan pandanganya ke arah lain, "cikh, dasar mesum," gumamnya namun tak terdengar oleh Gina.
"Kamu sudah harus menjadi pria tulent," ucap Gina lagi, dan sontak membuat Robert menoleh ke arahnya.
"Bukan aku yang gak tulent, tapi kamu yang terlalu mesum," balas Robert ketus.
Gina sekali lagi mencolek dagu Robert, yang membuatnya merasa geli, ketika Robert terus menepis tanganya, "mesum ku kan sama kamu doang, lagian enak sih makanya nagih," sahutnya santai.
Membuat Robert rasanya ingin sekali menembak kepala Gina yang sangat kotor itu, tapi sayang otak Gina ini sangat di perlukan oleh Dunia, sehingga sangat di sayangkan jika dia harus menembaknya.
Yang ada jika dia benar-benar menembaknya, akan di pastikan jika dia harus menggali kuburanya sendiri.
Visual Om Robert bapak Mimin 🥰
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻