
🌹 Happy Reading 🌹
"Maafkan aku karna sudah mengkhianati pernikahaan kita ini," tangisnya pecah bersamaan dengan kejujuran yang mutlak dan pasti akan sangat menyakitkan.
Deeeegggggggg
Bagiakan 1000 pisau sekaligus menancap di jantung Morgan, sakit dan kecewa itu pasti.
"Berkhinat seperti apa sayang? Tolong jelaskan agar aku mengerti," Sahutnya melemah, namun masih dengan setia memeluk tubuh istrinya.
Briell semakin gencar menangis melihat reaksi Morgan yang seperti ini, bahkan setelah dia mengatakan telah berkhianat dalam prrnikahaan, suaminya itu masih saja dengan sikap lembutnya seperti ini memeluknya.
"Aku--aku denganya sudah bercumbu di belakang kamu Morgan,,hiskk,,maafin aku,, maafin aku,,sungguh aku tidak ingin seperti ini tapi keadaan yang memintaku harus seperti ini," ucapanya yang seketika langsung membuat Morgan benar-benar melemah.
Morgan perlahan melepaskan pelukanya pada tubuh istrinya, dia bingung harus berekspresi seperti apa saat ini, marah itu jelas, kecewa sudah tak perlu di tanya lagi, sakit hati mungkin hanya dia yang tau bagaiamana sakitnya.
Bahkan saat ini dia duduk di sebelah Briell dengan tatapan yang kosong, merasa bingung pada semua yang terjadi terlebih lagi pada istrinya.
Meskipun dia baru mengenal Briell, tapi dia sangat tau jika istrinya itu tidak pernah menggoda ataupun menggoda pria lain di luar sana, terlebih dialah yang mengambil Virgin istrinya membuatnya sangat-sangat yakin jika istrinya pasti bukan sengaja mengkhianatinya.
"Katakan apa yang telah kalian berdua lakukan?" tegasnya ingin mendengar semua pengakuan istrinya meskipun itu sangat menyakitkan, dan sangking menyakitkanya Morgan terlihat ikut meneteskan air matanya,l merasakan kecewa dan sakit yang teramat.
"Dia,,dia menciumku di sini ( bibir ), di sini ( pipi ), di sini (kening),di sini (leher)dia juga memegang di sini (gunung kembar)," serunya lemah sambil menunjukan seluruh bagian tubuhnya yang di sentuh oleh Aiden tadi.
"Aaaarrrggghhhhh" teriak Briell di saat Morgan langsung menyambar bibirnya.
Morgan mencium Briell dengan kasar di seluruh bagian tubuh yang tadi di tunjuknya.
Karna rasa amarah yang tak terkontrol, bahkan Morgan merobek paksa baju tidur Briell yang memang sangat tipis itu, dan mengabsen ke intim gunung kembarnya.
"Morgan,, please jangan begini," mohon Briell di saat Morgan menciumi leher hingga gunung kembarnya dengan sangat kasar.
Namun Morgan tidak perduli, dia bahkan semakin gencar menciumi bahkan memberikan tanda kepemilikan pada tubuh istrinya.
Briell membiarkan semua hal yang di lakukan Morgan saat ini, bahkan dia bisa mendengar dan merasakan jika suaminya itu juga sedang menangis di saat memperlakukanya dengan kasar saat ini.
Dan di saat Morgan tengah menikmati tubuh istrinya, Briell langsung memeluk dan mendekap tubuh suaminya dalam kehangatan.
"Kenapa kamu meghentikan ku sayang? Aku mau menghapus semua jejaknya,hiskk, gak boleh ada jejak lain di tubuh kamu," ucapnya frustasi karna merasa gagal menjadi suami yang baik untuk Briell.
"Cukupp hiskk, cukup Morgan,, kamu jangan melakukan ini dengan keadaan marah, aku takut,,hisk,,hisk,aku takut," tangisnya lagi-lagi pecah dengan memeluk tubuh suaminya dengan tubuh yang tak memakai apa pun.
"Morgan please, ini bukan kamu yang salah, tapi salah aku karna terlalu membuat kamu susah, aku yang harusnya bersyukur mempunyai suami seperti kamu, bukan malah berselingkuh seperti ini," Sahutnya dengan pelan.
"Hhssstt sayang, kamu gak selingkuh dari aku, kamu cuman melakukanya dengannya hanya karna terpaksa kan." Serunnya dengan lembut menenangkan istrinya.
"Apa kamu bisa mengatakan padaku siapa pria itu sayang?" Tanyanya ragu, namun dia ingin tau pria mana yang telah berani menyentuh istrinya.
Briell terlihat berpikir sejenak untuk mengatakan hal ini, dia merasa kali ini dia harus jujur tentang semua identitas dan tentang masa lalunya, toh tidak ada perbedaan hari ini ataupun nanti.
"Sayang, jawab aku," tegasnya sekali lagi tidak sabar mengetahui itu semua.
Dengan ragu Briell menatap ke dalam mata suaminya, "dia adalah Aiden Giovano Lesham,"
Deeegggg lagi-lagi Morgan terdiam tak tau harus berbuat apa ketika mendengar nama dari pria itu.
Aiden Giovano Lesham, siapa yang tidak mengenalnya, dia adalah pengusaha muda yang sangat terkenal dengna kepintaranya dan kekejaman yang dia miliki, dan juga dia di nobatkan sebagai pengusaha mudah terkaya di Dunia.
"Ti,,tidak mungkin dia,, bagai--bagaimana bisa kamu mengenalnya sayang?" Morgan benar-benar tidak menyangka, jika pria terhormat seprti Aiden mau berselingkuh dengan istri orang.
Morgan langsung menatap kepada istrinya dengan sangat lekad, dia benar-benar merasa ganjal dengan semua ini, terutama pria yang mendekati istrinya adalah pria nomor satu di Dunia menggeserkan posisi Papah dan Unclenya.
Dia melepaskan pelukanya pada tubuh istrinya, "Siapa kamu sebenarnya Briell?," tanyanya dentag tegas.
Briell tertunduk sejenak untuk mengumpulkan kekuatanya agar bisa berkata jujur pada suaminya. "Aku adalah Gabriella Jonathan, putri sulung dari Mario Jonathan pemilik asli kerajaan bisnis Amo company," jelasnya sejujur-jujurnya tanpa ada yang di tutupi.
Morgan langsung menatap Briell dengan tatapan yang sulit di artikan, bahkan dia langsung berdiri dan melangkah keluar meninggalkan Briell begitu saja dalam keadaan menangis tanpa busana.
"Morgann," panggilnya namun tak di hiraukan oleh suaminya.
Membuatnya merasa terpuruk dengan keadaan saat ini.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra