Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Spoiler 5



Guys mimin tekanankan sekali lagi jika ini adalah Spoiler !! Jangan bicara jika karna Karya Mimin gak laku jadi ini hanya lah sebuah promosi di karya sebelah.


Iya memang ini adalah sebuah bentuk promosi, tapi bukan karna Karya di lapak sebelah gak laku makanya promosi di sini.


Mimin tantang kalian!!! Siapa yang bisa menemukan karya Mimin di Aplikasi lain!! Mimin kasih 500 ribu! Selain karya di good Novel yang gagal terbit!


Silahkan kaliam cari di ****,dan di aplikasi lain!


Jangan asal komen dan buat kesal, bukan Mimin tersingung, cumn bahasanya itu benar" buat sakit hati tau gak.


Mimin mau laku atau enggak nya mah gak perduli, toh rezeki udah ada yang atur, dan kalo niat mimin cumn mau promosi buat gila" cari uang. Gak mungkin Mimin mau ngadain GIVE AWAY berjuta", mikir dong yang komen itu, ngapain capek" promosi lapak sepi malah asik GA, sumpah pengen rauk mulutnya serius, Mimin gak pernh marah hanya saja kalimatnya benar" buat sakit hati.


Mimin juga manusia bukan robot, mimin juga bisa marah.


Niat memposting ini hanya untuk kalian tau apa isi dari buku itu. Karna Mimin tau jika karya itu sama sekali belum pernah terbit di mana pun. Semacam buku Married With Mr. Psychopat. Kalian tentu sudah tau apa isinya, lah kalo Grffin kan kalian pasti bertanaya kira" isinya apa ? Bahasa apa? Benar gak sih.


Bege deh yang komen, kesel asli deh😪😪


Maaf gengs mimin curhat agar kalian tau bahwa Author juga bisa sakit hati.


Oke cukup uneg" nya🙏🏻🙏🏻


Selamat menikmati 🙏🏻🙏🏻


Pagi ini sama seperti pagi lainya, Griffin dan Kakek Jesper tengah bersiap-siap untuk berangkat ke Sekolah dan bekerja.


Setiap pagi mereka hanya berjalan kaki, karna tidak memiliki kendaraan. Hal ini sengaja Jesper lakukan untuk melatih Griffin agar mengerti makna kehidupan.


“Kakek Griffin berangkat lebih dulu ya, bye.” Pamitnya dengan sedikit tergesa-gesa. Jesper yang melihat Griffin berangkat dengan mengambil sehelai roti, langsung bangkit dan memberikan segelas susu padanya, “minum dulu baru berangkat, jangan tergesa-gesa cu, nanti kamu tersedak, tidak akan terlambat karna ini masih jam enam pagi.” Ucap Jesper dengan mengelus lembut kepala Griffin.


Griffin sekarang sudah menempati kelas 1 SMA, namun, karna kecerdasan yang dia miliki membuatnya naik dua tingkat dari usia kelasnya dan menjadi kelas3 . Dan itu membuatnya semakin di benci oleh teman-teman di sekitarnya.


Sesampainya di sekolah, terlihat kelasnya yang masih sepi tanpa ada penghuni. Dia segera masuk dan membersihkan kelas karna hari ini memanglah jadwal piketnya.


Namun tidak lama dia membersihkan, teman-temanya mulai berdatangan, dan membuat keributan dalam kelas. “Hey lihatlah anak yatim satu ini, dia sepertinya sudah tidak mempunyai rumah sehingga bisa tidur di sekolah, atau mungkin Kakek kesayanganya itu tidak mendapatkan gajinya bulan ini, makanya dia tidak bisa tidur di rumah karna di usir, hahaha,”


“Hahahahhah,” tawa beberapa temanya yang selalu mengejek dan menghina Griffin. Dan karna tidak mau ambil pusing, Griffin mencoba terus mengabaikan mereka.


“Sepertinya dia bukan anak yatim, namun dia adalah anak haram ya kan,” sahut teman pria satunya lagi.


“Bukan dia adalah anak pungut yang di buang di tong sampah,”


“Hahah iya benar, jangan-jangan dia memang anak dari pelacur lagi,” sahut teman satunya yang berhasil memancing emosi Griffin.


Prakkk sapu kayu yang sedang dia pegang saat ini terlihat patah menjadi dua, karna terlalu keras di gengam.


Dengan tatapan penuh Amarah, Griffin langsung memukul teman-temannya itu. Bugghhh,,bugghhh,,bugghh. “Bangun sini kalian semua! Jika kalian menghina ku, mungkin aku masih bisa toleransi, namun jika kalian meghina ibuku maka jangan salahkan jika aku menggila, bugghhh,” emosinya memukul teman-temanya secara membabi buta.


“Ah anak pelacur sialan! Berani-beraninya kamu memukul ku,” umpatnya dan langsung menbalaskan pukulan Griffin itu.


Bugghh,,bugghhh, perkelahianpun terjadi dengan sangat agresif, Griffin memukul Leo dengan membabi buta.


Perkelahian mereka berdua kini menjadi tontonan gratis untuk teman-temanya yang lain, hingga salah satu dari mereka datang bersama guru BK yang siap menghukum mereka.


“Berhenti,,berhenti! Apa-apaan kalian ini ha ! Ini tuh sekolah bukan arena tinju.” Bentak guru pria itu dengan membawa penggaris panjang di tanganya. Mengehentikan perkelahian murid-muridnya itu.


“Griffin Leo, ikut saya ke ruangan sekarang!” Bentak guru BK itu.