Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 43



🌹 Happy Reading 🌹


Sinar matahari pagi mulai menampakan cahayanya, menyusup masuk ke dalam sebuah kamar yang terdapat sepasang suami istri yang masih setia memejamkan matanya, saling menikmati dekapan hangat di dalam pelukan masing-masing.


"Enggguhhh," suara legukan Briell terdengar, yang menandakan dia sudah bangun dari tidurnya.


Morgan yang mendengar suara istrinya, kini perlahan juga ikut membuka matanya.


"Apa kamu letih sayang?" Tanyanya dengan lembut.


Briell sedikit mendongakan kepalanya, agar bisa menatap wajah suaminya lebih dalam, "kepala aku masih sedikit pusing," sahut Briell lemah menatap mesra ke arah suaminya.


Morgan kali ini mempunyai hobby baru yaitu melihat wajah imut dari Briell yang akan di dapatkanya setiap pagi, mengingat jika mereka akan selama selamanya, dan ketika melihat wajah Briell yang sangat menggemaskan itu menurutnya, itu membuatnya langsung tersenyum di dalam keadaan setengah sadar.


Cuuupp,, dia memberikan kecupan singkat di bibir istrinya, dan sedikit meluma**tnya dalam.


"Tidur lah lagi sayang, hari ini biarkan kita habiskan waktu bersama." Imbuhnya dengan sangat yakin.


Lalu dia kembali menciumi dan meluma**t bibir istrinya itu dengan lembut namun penuh nafsu.


"Emmuuaacchh,emucch,,emucch," kecapan-kecapan penyatuan bibir mereka berdua terdengar sangat merdu.


Keduanya saling bertukaran salivanya, tanpa ada rasa ragu dan bahkan mereka bagaikan sepasang kekasih yang saling mencintai dan sedang melakukan Honeymoon.


"Cukup sayang, aku takut lepas kontrol lagi, dan melanjutkan yang semalam lagi," seru Morgan menghentikan aksi panas itu. Yang hanya di jawab senyuman liciknya.


Dan karna dia merasa masih ngantuk, Briell kembali memperbaiki posisinya untuk kembali memeluk tubuh suaminya dan mendapatakn kenyamaan, dan menjadikan lengan kekar milik Morgan sebagai bantak tidrunya.


Tanpa dia sadari jika Kukubird suaminya saat ini telah kembali On Fire di saat ddia mendapakatn sebuah rasa geli di karenakan gesekan dua gunung kembar Breill di dadanya, karna keadaan mereka yang tidak mengenakan sehelai benangpu saat ini.


"Shitt! Sayang stop it, jangan begitu kamunya," pintanya yang mulai merasakan gejolak lain, namun tak di perdulikan sama sekali oleh Briel.


Hingga akhirnya dia menutupi tubuh Briell dengan selimut agar lebih nyaman lagi.


Drrttt..ddttrtt suara getaran ponsel terdengar sangat nyaring memecah keheningan di dalam kamar itu.


Dan dengan rasa malas Morgan mengambilnya, lalu langsung menjawab tanpa melihat Dulu siapa pemilik ponsel itu.


"Hallo siapa ini? Cepat katakan! Jika tidak penting jangan gangu saya," hardiknya dalam keadaan mengantuk.


"Siapa kamu??!! Mana anak saya ? Dan mengapa kamu berani sekali mengangkat paggilan di ponsel anak saya ha," Bentak seseorang di ujung panggilan sana dengan suara baritonya.


"Bodoh,,bodoh,,bodoh,,," umpatnya merutuki kebodohanya yang hakiki itu.


Karna posisi mereka berada di tempat yang sama, serta nada dering yang sama, membuat Morgan mengira jika itu panggilan dari ponselnya.


"Di mana putri saya? Jawab! Atau ku pecahkan kepala mu itu!" Teriak Mario di ujung sana karna kesal dengan pria yang tidak menyahuti dirinya.


Dan Morgan langsung beralih untuk membangunkan istrinya.


"Sayang,,sayangg, bangunn," serunya menepuk-nepuk pipi istrinya lembut.


"Hemm, iya ada apa?" Tanyanya dalam keadaan yang masih setengah sadar.


"Daddy menelpon," lirihnya pelan namun terdengar jelas sekali di telinga Briell, dan membuatnya langsung tersadar dan segera bangkit dari tidurnya.


Dengan wajah yang terlihat pucat dia menerima panggilan itu mengambil alih ponsel yang berada di tangan suaminya.


"Hall--o,, hallo Daddy." Serunya takut.


"Hallo sayang; kamu dari mana saja Nak? Dan siapa pria itu Briell ?" Tanya Mario tanpa basa basi.


Morgan yang menyadari jika itu adalah kesalahanya langsung mecium bahu polos Briell dengan tipis, "maafkan aku," bisiknya pelan dan di jawab anggukan oleh istrinya.


Setelah itu Morgan beralih bangkit untuk mengenakan celana, agar bisa lebih nyaman, tak lupa dia mengambil sebuah Tshirt miliknya dan di pakai untuuk istrinya sementara.


"Sayang pakai ini dulu," ucapnya tanpa suara untuk memberikan kode pada Briell.


Dan karna melihat istrinya masih menelpon, akhirnya dia berinisiatif untuk memakaikan kaos itu untuk istrinya, cuuupp Briell mencium pipi Morgan dengan iseng di saat wajah suaminya itu dekat dengan wajahnya.


Membuat Morgan merasakan kebahagiaan yang sempurna di hari iniπŸ₯°πŸ₯°


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **πŸ™πŸ»πŸ˜Š*


Terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Follow IG Author @Andrieta_Rendra