
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah melakukan kegiatan panas tadi pagi, Morgan langsung mengantar Briell untuk menuju Rumah Sakit, dan sekitar satu jam lebih 40 menit dia menunggu , akhirnya istrinya itu selesai dengan pasienya.
Namun siapa sangka, tujuanya ingin ke rumah sakit malah mendapatkan kabar yang sangat menyakiti hatinya saat ini.
Morgan duduk termenung di sebuah kursi di dalam ruangan Briell, dengan menundukan kepalanya menangis.
Briell dengan sabar memeluk tubuh Morgan dari belakang dan mengusap kepalanya dengan sayang. "Sudah, yang penting sekarang semunya sudah terbongkar, dan kamu tau apa yang harus kamu lakukan." seru Briell menenangkan perasaan sakit yang berada di hati suaminya.
Tadi waktu Briell baru sampai di ruanganya, tiba-tiba ada sesorang ahli Lab datang menghampirinya dan memberikan hasil Tes Dna milik Morgan dan seluruh keluarga Terrence.
"Briell ini hasil Lab yang kamu serahkan kemarin, di dalamnya lengkap sesuai yang kamu serahkan kemarin ke Lab." Seru Dokter Bram.
Sebelum mengambil hasil itu, Briell langsung menatap ke arah Morgan, "dokter bisakah kamu yang menjelaskanya kepada suami saya," pintanya pada Dokter Bram, agar hasilnya lebih jelas bahwa tidak ada campur tangan Briell di dalamnya.
Morgan terdiam, bingung dengan apa yang sedang di bicarakan oleh Dokter itu dengan istrinya.
"Pak mesum," panggilnya pada Morgan, tanpa malu pada Dokter Bram.
Morgan langsung menoleh ke arah istrinya, "iya zheyang," sahunya dengan tersenyum canggung.
Briell mempersilahkan Bram untuk mengatakan semuanya pada Morgan,dan memperlihatkan hasil tes DNA kilat yang hanya bisa di lakukan orang-orang atas seperti mereka. Mengingat tekhnologi yang Arvan ciptakan semakin canggih hingga memudahkan tim kedokteran di rumah sakit adiknya.
Dan setelah mendapatkan kenyataan itu Morgan merasakan hidupnya terasa seperti terombang ambing saat ini.
"Jangan tinggalkan aku ya Zheyang, hanya kamu yang ku miliki saat ini." Mohonya tulus pada Briell.
"Iya kita akan sama-sama selamanya," janji Briell, meskipun ragu namun dia tetap mengucapkanya.
.+++++
Setelah merasa dirinya lebih tenang, kini Morgan dan Briell mencoba untuk melangkahkan kakinya pergi ke ruang perawatan Victor.
Ya, karna tanganya harus mendapatkan perawataan intensif, Victor harus terus berada di ruangan obeservasi.
Ckelleekk Morgan membuka pintu ruangan itu.
Dan bagaikan sebuah tersangka Kriminal, seluruh keluarga besar Terrence yang berada di situ menatap tajam penuh kebencian terhadap Morgan dan Briell.
Termasuk Clarissa yang saat ini tengah melangkah ke arah Briell.
Plaaaakkkkl satu tamparan tak terduga dia berikan pada Briell.
"Zheyang, kamu gak papah?" Tanya Morgan yang menahan tubuh istrinya.
Dan karna terkejut Briell tak sempat untuk menghindarinya. "Aku gak papah koq pak," jawabnya dengan senyum.
"Dasar pelacur! Berani-beraninya kamu menggoda suamiku ha," bentak Clarissa yang tersulutkan emosi.
Briell yang mendengar tuduhan itu langsung tertawa, namun dari tawanya itu terdengar suara yang sangat mengerikan. "Hahahha aku pelacur, kamu gak salah ?" tanyanya dengan sinis.
Sedangkan Morgan langsung menarik tangan istrinya agar berdiri di belakang tubuhnya. "***** teriak ***** anda rupanya." Sindir Morgan yang sudah tidak terlihat seperti dulu lagi.
"Morgan," teriak Rose yang mendengar Morgan dengan berani menghina menantu kesayanganya.
Trevor yang mendengar Morgan memanggil istrianya dengan sebutan Tante, langsung melangkah ke hadapan Morgan dan ingin menghadiakan sebuah bogeman pada anak yang tidak tau diri itu menurutnya.
"Anak kurang ajar," bentaknya dan melanyngkan kepalan tanganya.
Namun belum sempat tanganya itu menghantam Wajah Anaknya, Morgan lebih dulu menahan dan meremas kepalan tangan Trevor lebih dulu hingga pria tua itu meringis kesakitan.
"Aaaaarrrggghhhh bajingan, anak sial lepaskan tanganku,!"" Bentaknya menahan sakit, karna Morgan seperti ingin mematahkan tulang tangan itu.
Briell yang melihat sorot mata iblis dari suaminya langsung berdiri di depan Morgan, lalu memeluknya dan mengusap lembut punggung belakangnya. "Pak, sudah pak, kita biarkan dulu mereka bicara baru selesaikan semuanya," seru Briell menenangkan suaminya yang lebih mengerikan ini.
"Ternyata suamiku juga seorang iblis," gumamnya tersenyum dalam hati.
Dan detik kemudia Morgan langsung melepaskan tangan Trevor dan sedikit mendoronganya hingga terjatuh.
"Aaarrggghhh," teriak Trevor ketika kepalanya terbentur dinding.
"Morgan," teriak mereka semua berasamaan di ruangan itu, tak terkecuali Victor yang terdiam melihat sosok adiknya yang satu ini.
"Ini semua pasti gara-gara kamu Morgan berubah seperti ini," tuduh Rose yang tak mengenali anaknya sendiri.
"Kenapa aku?" balas Briell dengan santai dengan di iringi senyum yang menawan di bibirnya, merasa puas dengan transformasi suaminya kali ini.
Clarissa yang melihat senyum semakin bertambahkan emosi yang memuncak. "Dasar wanita murahan beraninya kamu ha," teriaknya ingin melayangkan sebuah tamparan lagi.
Brrrrrruuuggghhhhh tendangan keras dari luar pintu menandakan jika pintu rumah sakit itu di buka paksa.
"Siapa yang kamu bilang wanita murahan ha," teriak seseorang tidak terima jika Briell di panggil sebagai wanita murahan oleh orang yang tidak di kenal.
Sontak semua orang terkejut melihat siapa yang datang secara paksa masuk ke dalam ruangan itu.
Trevor, Rose dan yang lainya sontak berlutut melihat sosok siapa yang datang ke hadapan mereka saat ini.
"Tuan Mario," hormat keluarga Terrence pada sosok Mario yang datang tanpa di undang.
Tak jauh beda dengan yang lain, Morgan dan Briell terdiam tanpa bersuara menatap sosok yang datang, "Daddy," ucap Briell memanggill Mario.
Dan detik kemudian dia menoleh ke arah Morgan dan menganggukan kepalanya, lalu dia menggengam tangan Suaminya agar tidak merasakan takut berhadapan dengan Daddynya.
"Daddy," panggilnya lagi, dan melangkah mendekat ke arah Mario dengan masih menggengam tangan suaminya.
Sedangkan seluruh keluarga Terrence hanya bisa saling menatap bingung, terutama Trevor yang mendengar menantunya itu memanggil Tuan Mario dengan sebutan Daddy.
Udah ah, segitu dulu ya cinta-cintanya Mimin.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra