Love Me Please My Wife

Love Me Please My Wife
Chapter 42



🌹 Happy Reading 🌹


Perlahan tapi pasti Morgan membaringkan tubuh Briell di atas tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka sama sekali.


Bahkan ciuman yang tadinya kasar, saat ini berubah menjadi sangat lembut.


Namun tiba-tiba Morgan teringat sesuatu, dan membuatnya tidak berani untuk melanjutkanya saat ini. "Briell, kita tidak bisa melanjutkan ini," ucapnya secara lembut dan mencoba untuk menolak hal yang lebih lanjut.


Briell yang sudah terbakar hasrat yang membara, langsung merasa kesal ketika Morgan menghentikan sentuh di tubuhnya. "Kamu kenapa ? Kamu masih marah sama aku ha?" Tanyanya lembut sambil terus menerus menyentuh tubuh Morgan.


Dia sudah tidak perduli dengan dirinya yang begitu liar malam ini, yang jelasnya dia mau hasrat itu selesai sekarang juga.


Toh ini juga bukanlah kesalahan yang dia lakukan, Morgan suaminya, dan hasratnya kali ini bukan keinginanya, namun ini semua karna ulah prias brengsek yang tidak tau diri tadi.


"Morgan Pleasee, aku sudah tidak bisa menahannya lagi," mohonya benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Morgan benar-benar merasakan dilema saat ini, dia ingin sekali membantu istrinya yang terkena obat perangsang entah dari siapa, namun di satu sisi dia mengingat siapa dia dan siapa Briell yang tidak boleh bersatu kembali sekarang.


Namun melihat Briell yang sangat-sangat memohon seperti ini dengany, benar-benar membuatnya bimbang saat ini.


"Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gumanya frustasi dengan keadaan saat ini, tanpa dia sadari jika Briell melihat Morgan yang sepertinya enggan melayani dirinya.


Sungguh bukan inginya menjadi wanita liar seperti ini, dia tau jika di saat masalah besar sedang menimpah rumah tangganya begini, dia malah meminta suaminya untuk melayani nafsu gilanya.


Tess,,tess lagi-lagi air mata itu lolos keluar dari dari mata indah Briell, "maaf," lirihnya pelan, lalu memilih bangkit untuk segera pergi dari kamar itu.


Morgan yang melihat kekecewaan di mata istrinya dengan segera mengejar Briell sebelum keluar dari kamarnya.


"Kamu mau kemana? Maafin aku,,bukan maksud ku seperti itu," tanyanya yang memeluk tubuh Briell dari belakang.


Sedangkan Briell mencoba menarik nafasnya dalam-dalam dan mengalihkan wajahnya ke samping agar tidak terlalu terlihat sangat menyedihkan.


"Lepaskan aku!!" Perintahnya dengan tegas tanpa menatap wajah suaminya yang sedang berada di pundaknya.


"Enggak, aku tidak akan melepaskan kamu, maafin aku sayang, bukan maksudku menolak menyentuhmu tapi-," ucapnya terhenti takut untuk melanjutkan kalimatnya.


"Cukup Morgan, aku sudah tau semua jawabanya," balas Briell dan menepis pelukan Morgan secara kasar.


"Morgann lepaskan aku!! Lepaskan,,hissk," tangisnya merasa hina karna obat itu.


Tanpa menjawab Morgan langsung menindih tubuh istrinya, dan mulai mencumbu istrinya dengan sangat lembut.


Briell yang masih dalam pengaruh obat perangsang, kini tidak ada penolakan sama sekali darinya, dengan senang hati dia menyambut seluruh sentuhan lembut dari suaminya.


Hingga malam panas itu terjadi untuk yang ketiga kalinya mereka menyatukan hubungan mereka dalam satu hubungan intim yang mengenakkan.


"Aaahhh pelaan Morgan," desah Briell di saat Morgan hampirke intinya.


"Maaf sayang, aku menyakitimu lagi," ucapnya dengan membelai lembut wajah istrinya dan tak lupa dia mencium kening Briell untuk menggantikan rasa nyerinya.


Memang dia sudah tidak Virgin, namun rasa sakitnya masih sama seperti pagi itu di saat Morgan memaksanya untuk hunting ya🥰


Dengan perlahan Morgan memasukan kukubirdnya itu ke dalam gawang apom milik Briell dengan secara perlahan. "Aaahhhhh," teriak Briell di saat kukubird besar itu masuk. "Cupp," Morgan mengecup kening istrinya lembut untuk menetralkan semua.


Dan detik kemudian dia mulai bermorena hingga sampai efek obat itu menghilang.


Keringat mereka menjadi saksi bisu penyatauan mereka dalam kenikmatan tiada tara yang saat ini mereka lakukan.


Bahkan sangking nikmatnya, mereka lupa akan waktu, hingga mereka baru selesai setelah jam menunjukan pukul 4 subuh.


Briell yang terlihat kelelahan, kini langsung tertidur tanpa mengenanakan pakaianya terlebih dahulu, dan memeluk tubuh Morgan untuk mencari kenyamanan di pelukan pak suami.


Sedangkan Morgan memilih tetap terjaga dan menatap kembali wajah istrinya yang saat ini sedang berada di dekapanya. "Entah kenapa aku takut untuk menghadapi hari di mana pernikahaan kita ini benar-benar hancur karna kasta kita yang berbeda." Ucapnya dalam hati dan tak lama kemudian dia juga ikut larut ke dalam mimpi bersama dengan istrinya.


To be continue.


*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra