
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah melakukan penerbangan yang mengahabiskan waktu lumayan lama, kini rombongan mereka telah sampai di sebuah kawasan Ubatuba Brazil yang merupakan ibu kota selancat Brazil negara Portugise.
Pantai itu menampilakan view yang sangat indah, dan cantik sekali.
"Waahh,,ini indah banget sayang," seru Briell menatap takjub ke arah pemandangan pantai itu.
Mario dan Albert tersenyum puas melihat Briell yang sangat menikmati liburanya.
Albert melangkah mendekat dan memeluk tubuh istrinya dari belakang, sambil mengusap perut besar itu.
"Apa kamu suka honey?" Tanyanya namun langsung mendapatkan ciuman dari istrinya di bibir.
"Emuucchh,,emucchh," bunyi kecupan dari penyatuan bibir mereka.
Dan karna sudah mulai kehabisan nafas mereka melepaskan ciuman itu. "This is so perfect, thank you so much darling," balasnya setelah puas berciuman.
Namun di saat mereka tengah bemesraan, tiba-tiba saja ada sepasang suami istri yang merupakan penjaga vila yang mereka tempati milik Arvan.
"Bem vindo a cidade de Ubatuba, ( selamat datang di kota Ubatuba)," sambutnya menggunakan bahasa portugis.
Karna dominan penduduk asli kota itu sangat jarang ada yang bisa menggunakan bahasa luar selain bahasa mereka sendiri.
"Obrigada ( terima kasih )," sahut Mereka bersamaan.
"Eu sou Roma e esta é minha esposa Letty, que foi especialmente designada por Lord Arvan para cuidar desta Villa ( saya adalah Roma dan ini istri saya Letty yang di tunjuk secara khusus oleh Lord Arvan menjaga Villa ini)" ucapnya memperkenalkan dirinya.
Mario menganggukan kepalanya pelan sebagai jawab jika dia sudah mengetahui itu, Namun tatapan Mario terfokus kepada Letty, wanita separuh baya yang terus memperhatikan perut besar Briell.
"Por que você está olhando para a barriga da minha filha assim?, ( kenapa kamu melihat perut putriku seperti itu?)" tanya Mario dengan tegas, memandang tidak suka kepada wanita ini.
Namun bukanya menjawab Letty malah terlihat melangkah mendekat ke arah Briell dan menyentuh perut besar itu.
"Este bebê é um grande descendente que se tornará o governante do mundo em todo o mundo, este bebê é uma encarnação de Deus para reconciliar o mundo mais tarde. Contudo, ( Bayi ini adalah keturunan agung yang akan menjadi penguasa dunia di seluruh dunia, bayi ini merupakan titisan Tuhan untuk mendamaikan dunia nanti. Namun,-)" ucapnya terputus di saat dia memandang wajah Briell dan Albert.
Lalu tanpa penjelasaan lagi dia langsung berlari meninggalakan sebuah tanda tanya.
"O que há de errado com sua esposa ?( ada apa dengan istrimu ?" Tanya Mario serius tanpa ada raut wajah main-main.
Roma langsung menundukan kepalanya memohon sebuah pengampunan akibat ulah istrinya yang selalu saja lepas kendali. "Sinto muito senhor, mas minha esposa nasceu com a vantagem de ver o futuro, e para ser honesto sua predição nunca falha, senhor, mas esta é apenas uma profecia que ainda não podemos confirmar a verdade, portanto, perdoe minha esposa senhor, ( Maaf Tuan, istri saya itu terlahir dengan kelebihan melihat masa depan, dan sejujurnya ketika dia meramalkan seseorang itu tidak pernah gagal Tuan, tapi ini hanya sebuah ramalan yang masih belum bisa kami pastikan kebenarannya, jadi saya mohon maafkan istri saya Tuan." serunya dengan sopan.
Mario menyeritkan keningnya bingung, lalu beralih kepada Albert dan Briell yang terlihat sudah sibuk bermain air.
Bahkan sepertinya Briell sudah lupa dengan kata-kata wanita tadi.
Mario menarik nafasnya dalam-dalam merasa legah jika anaknya begitu mudah melupakan kejadian ramalan tadi, lalu dia beralih menatap ke arah Roma lagi. "Simeu já fui, quero descansar primeiro, ah sim certifique-se enquanto a gente estiver aqui, sua esposa é obrigada a preparar comida nutritiva para o meu neto, entendeu? (iya saya sudah pergi, saya mau istirahat dulu, oh iya pastikan selama kita di sini istri kamu itu wajib menyiapkan makanan bergizi untuk cucu saya, mengerti?" Titahnya tegas
"Eu entendo senhor( saya mengerti Tuan)," balasnya dengan menundukan kepalanya hormat.
Lalu Roma melangkahkan kakiknyan pergi meninggalkan Mario yang terus berdiri melihat kebahagiaan menantu dan putrinya.
"Briell, Albert, ayo masuk dulu! Kalian harus istirahat terlebih dahulu dan besok baru bisa bermain sepuasnya," panggilnya pada pasangan yang tidak tau waktu itu.
Mario tidak ingin Briell kelelahan, sehabisanya mereka melakukan perjalanan yang cukup melelahkan tadi, saat ini Bumil itu harus segera beristirahat, agar bayi dan ibunya selalu sehat nantinya.
Dan dengan patuh Briell dan Albert langsung mendengar ucapan Mario.
Mereka mengehentikan kegiatan mereka bermain air dan menuju ke arah Mario.
Albert dan Briell saling memandang penuh senyum.
Lalu Albert langsung menggendong tubuh Briell dengan ala bridel style, "hahahhaha sayang, malu tau," lirihnya pelan yang semakin membuat Albert terkekeh mendengarnya.
Melihat kemesraan anak dan menantunya itu, Mario hanya bisa menggelengkan kepaalanya, "apakah aku bisa romantis lagi ya sama Mommy, macam selepas ini aku harus membawanya pergi baby moon juga, mana tau bisa nambah lagi kan." Batinya tertawa geli meningat bagaiamana jika Eden sampai hamil lagi di usianya yang sudah setengah abad.
Berbeda dengan Albert dan Briell yang terus melangkah dengan sedikit menggoda Briell. "Apa kamu bahagia sayang?" Tanyanya pada Briell yang berada di gendonganya.
Briell menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum. "Of course, kenapa aku mesti tidak bahagia? Ada kamu dan Griffin di hidupku sekarang yang akan memberikan warna pelangi di kehidupanku." Balasanya dengan tulus.
"Sayang, kamu mau punya anak berapa ?" Tanya Albert lagi dengan berharap Briell mau mengandung dengan sebanyak mungkin.
Briell tengah berpikir sejenak untuk memikirkan berapa banyak anak yang dia mau.
"Emh, dua aja ya sayang, setelah ini kita lahirkan lagi Grizelle biar keluarga kita lengkap." sahutnya penuh dengan rasa kebahagiaan.
Albert termenung mendengar jawaban dari istrinya. "Kamu kenapa ?" tanya Briell yang melihat wajah murung suaminya.
"Aku pikir kamu mau punya anak lima, jadi biar rame," jawabnya sontak membuat Briell mencubit lenganya.
"Adduuhhh sayang,sakitt," keluhnya pelan karna tidak bisa menghindarinya.
"Habisnya kamu ngeselin sih, kalo kamu yang melahirkan aja gak papah, gak enak tau sakit." Adunya pada suaminya yang se enaknya saja mengucapkan lima anak.
Albert tertawa garing menggoda Briell. "Maafkan aku sayang, tapi itukan hanya keinginam terpendam saja, lagian pasti semuan Papah memiliki keinginan yang sama kan," ucapnya dengan nada yang memelas.
"Aahhh udah-udah ayo sekarang kita bersihkan diri terlebih dahulu dan setelah itu baru beristrihat." Imbuh Briell yang langsung turun dari gendongan suaminya setelah sampai di depan Villa.
Briell langsung masuk ke dalam meninggalkan Albert sendiri di luar.
Dan ketika Albert ingin melangkah, dia seperti merasakan sesuatu di sekelilingnya.
"Sepertinya ada yang mengawasi kita," lirihnya pelan sambil terus diam dan memejamkan matanya untuk semakin meyakinkan rasa itu.
"Pengawaaaallll," teriaknya memanggil pengawal-pengawal yang sudah di siapkan.
Dengan cepat seluruh pengawal itu muncul menghadap ke hadapan Albert.
"Kamu Tuan," jawab mereka serempak.
"Jaga dan pastikan tempat ini aman, jangan sampai kalian kecolongan apa kalian mengerti!" Perintahnya dengan tegas, meninginkan keselamatann untuk keluarga kecilnya.
"Mengerti Tuan," balas seluruhnya lagi dengan serintak.
Dan setelah memberikan perintah itu, Albert langsung masuk ke dalam menyusul istrinya, membiarkan para pengawalnya melakukan tugas merek masing-masing.
To be continue.
Detik-detik Tamat gengs, jangan jadi pembaca gelap dong😭😭
*Sedekah ya sedekah **😭😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra